Sepupu
Saddam
Ditangkap
Baghdad -
Sabawi
Ibrahim al-Hassan,
salah
seorang saudara
jauh Saddam Hussein,
ditangkap
tim
keamanan
Irak.
Ia
juga
merupakan penasihat
Saddam yang dicurigai
menjadi
penyuplai dana
kepada
para pemberontak
setelah
pasukan AS berhasil
meruntuhkan
rezim Saddam,
kata
staf pemerintahan
Minggu (27/2)
kemarin.
Dalam
pernyataan
resmi
di
kantor Perdana
Menteri
Irak, penangkapan
ini
menunjukkan bagaimana
keseriusan
pemerintah
Irak
untuk mengejar
dan
menangkap kriminal
yang membuat
kerusuhan
serta
mereka yang sudah
membuat
warga Irak
hidup
dalam kesengsaraan.
''Mereka
akan
kami bawa
menuju
pengadilan untuk
menerima
hukuman,''
kata
sebuah sumber.
Al-Hassan
merupakan
buronan ke-36
dari 55
buronan yang paling dicari
Irak,
hasil ini
dikeluarkan
oleh AS
setelah mereka
melakukan
Invasi
pada Maret 2003.
Ia
adalah
seorang dari
sekitar 12
lainnya
masih dalam
pengejaran. Al-Hassan
juga
dicuriga menjadi
penyuplai
dana
bagi
pemberontak setelah
jatuhnya era Saddam,
pihak
Washington
sebelumnya
menjanjikan
hadiah
sebesar 1 juta
dolar
bagi kepalanya.
Lebih
jauh,
pemerintah Irak
mengatakan al-Hassan
telah "membunuh
dan
menyakiti rakyat
Irak."
ia
juga
merupakan orang yang
berpartisipasi
secara
aktif dalam
perencanaan,
kepemimpinan
dan
melakukan banyak
aksi
tindakan teroris
di Irak.
Sementara
staf
pada
kantor Perdana
Menteri
sementara Iyad
Allawi
berbicara dalam
kondisi yang
masih
belum jelas,
mereka
menyatakan penangkapan
al-Hassan
tetapi
tidak memberikan
detail yang jelas
di mana
dan
kapan saudara
jauh Saddam
ini
ditangkap.
Seorang
staf
intelijen pada
Kementerian
Dalam
Negeri Kapten Ahmed
Ismael
mengatakan, Sabawi
ditangkap
pada
Minggu pagi.
Juga
masih belum
jelas
apakah pasukan AS
memiliki
peran
penting dalam
proses
penangkapan.
Sementara
militer AS
di
Bagdad belum
memberikan
pernyataan
langsung
mengenai
hal ini.
Di
bawah
pemerintahan Saddam, al-Hassan
ditunjuk
sebagai
kepala Direktorat
Jenderal
Keamanan yang
bertanggung
jawab
pada keamanan
dalam
negeri.
Tugas
khususnya
adalah
menghancurkan partai
politik yang
menjadi
oposisi Saddam. Al-Hassan
juga
dituduh sebagi
orang yang
banyak
menyakiti dan
membunuh
lawan
politik Saddam.
Ia
kemudian
menjabat
sebagai
penasihat presiden,
jabatan
terakhir sebelum
jatuhnya
rezim Saddam.
Menurut
pihak AS,
di
samping dari 55
orang yang paling
dicari, al-Hassan
termasuk
dalam 29
orang
buronan yang diduga
sebagai
pendukung grup
pemberontak
di Irak.
Pada
28 Desember
penasihat
keamanan
nasional
Irak
Qassem Dawoud
menyatakan al-Hassan
mencari
perlindungan di
Suriah,
beberapa saat
setelah
invasi AS pada 2003.
Sejak
itulah
ia menjadi
orang yang
mendukung
semua
gerakan pemberontak
di Irak.
Saddam dan
dua
saudara jauhnya yang
lain, Barzan
dan
Watban, ditangkap
April 2003 dan
direncanakan
akan
ditahan
dalam penjara yang
sama di
penjara
spesial Irak. (ton/afp)