kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 28 Pebruari 2005

 Mancanegara


Sepupu
Saddam Ditangkap 

Baghdad -
Sabawi
Ibrahim al-Hassan, salah seorang saudara jauh Saddam Hussein, ditangkap tim keamanan Irak. Ia juga merupakan penasihat Saddam yang dicurigai menjadi penyuplai dana kepada para pemberontak setelah pasukan AS berhasil meruntuhkan rezim Saddam, kata staf pemerintahan Minggu (27/2) kemarin.

Dalam pernyataan resmi di kantor Perdana Menteri Irak, penangkapan ini menunjukkan bagaimana keseriusan pemerintah Irak untuk mengejar dan menangkap kriminal yang membuat kerusuhan serta mereka yang sudah membuat warga Irak hidup dalam kesengsaraan. ''Mereka akan kami bawa menuju pengadilan untuk menerima hukuman,'' kata sebuah sumber.

Al-Hassan merupakan buronan ke-36 dari 55 buronan yang paling dicari Irak, hasil ini dikeluarkan oleh AS setelah mereka melakukan Invasi pada Maret 2003. Ia adalah seorang dari sekitar 12 lainnya masih dalam pengejaran. Al-Hassan juga dicuriga menjadi penyuplai dana bagi pemberontak setelah jatuhnya era Saddam, pihak Washington sebelumnya menjanjikan hadiah sebesar 1 juta dolar bagi kepalanya.

Lebih jauh, pemerintah Irak mengatakan al-Hassan telah "membunuh dan menyakiti rakyat Irak." ia juga merupakan orang yang berpartisipasi secara aktif dalam perencanaan, kepemimpinan dan melakukan banyak aksi tindakan teroris di Irak.

Sementara staf pada kantor Perdana Menteri sementara Iyad Allawi berbicara dalam kondisi yang masih belum jelas, mereka menyatakan penangkapan al-Hassan tetapi tidak memberikan detail yang jelas di mana dan kapan saudara jauh Saddam ini ditangkap.

Seorang staf intelijen pada Kementerian Dalam Negeri Kapten Ahmed Ismael mengatakan, Sabawi ditangkap pada Minggu pagi. Juga masih belum jelas apakah pasukan AS memiliki peran penting dalam proses penangkapan. Sementara militer AS di Bagdad belum memberikan pernyataan langsung mengenai hal ini.

Di bawah pemerintahan Saddam, al-Hassan ditunjuk sebagai kepala Direktorat Jenderal Keamanan yang bertanggung jawab pada keamanan dalam negeri. Tugas khususnya adalah menghancurkan partai politik yang menjadi oposisi Saddam. Al-Hassan juga dituduh sebagi orang yang banyak menyakiti dan membunuh lawan politik Saddam. Ia kemudian menjabat sebagai penasihat presiden, jabatan terakhir sebelum jatuhnya rezim Saddam.

Menurut pihak AS, di samping dari 55 orang yang paling dicari, al-Hassan termasuk dalam 29 orang buronan yang diduga sebagai pendukung grup pemberontak di Irak.

Pada 28 Desember penasihat keamanan nasional Irak Qassem Dawoud menyatakan al-Hassan mencari perlindungan di Suriah, beberapa saat setelah invasi AS pada 2003. Sejak itulah ia menjadi orang yang mendukung semua gerakan pemberontak di Irak. Saddam dan dua saudara jauhnya yang lain, Barzan dan Watban, ditangkap April 2003 dan direncanakan akan ditahan dalam penjara yang sama di penjara spesial Irak. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)