BI Yakini
Bunga
Kredit Turun
Jakarta (Bali Post) -
Deputi
Gubernur Senior Bank
Indonesia (BI) Miranda S Goeltom
berkeyakinan
tingkat
bunga kredit
perbankan
dalam
waktu dekat
bakal
mengalami penurunan
di
tengah bunga
Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
yang bergerak
stabil
dan kebijakan
ketat
dari BI.
Karena
itu, BI
tetap menginginkan
agar penurunan
suku
bunga itu
secara
bertahap agar tidak
mengganggu
kestabilan
makro
ekonomi dan
inflasi.
Menurut
Miranda, suku
bunga
kredit yang menurun
itu
dimungkinkan selama
ekonomi
bergerak stabil.
" Saya
yakin
suku bunga
akan
turun secara
bertahap,"
kata Miranda,
Sabtu (26/2).
Seperti
diketahui,
dalam
hasil rapat
dewan
gubernur BI bulan
Januari
disebutkan, BI akan
tetap
mempertahankan kebijakan
moneter
ketat untuk
mengerem
laju
inflasi yang pada
Januari 2005
sudah
mencapai 1,43 persen.
Dikatakan
Miranda, penurunan
suku
bunga kredit
memungkinkan
karena
berdasarkan target inflasi
jangka
menengah, inflasi
akan
diarahkan
untuk
turun ke
arah lima
persen
pada tahun 2008-2009.
Sementara,
kredit
macet (NPL) perbankan
juga
turun pada
tahun 2004 rata-rata
lima
persen
dari tahun
sebelumnya
tujuh
persen. CAR atau
modal perbankan
juga
semakin meningkat
di
kisaran 20 persen,
demikian
juga
dengan LDR dikisaran
50 persen
atau
tumbuh 8,4 persen.
Selain
itu,
manajemen risiko
semakin
baik dan
juga
situasi politik
dan
keamanan yang semakin
membaik.
"Dengan
demikian,
marjin
perbankan akan
turun
dan dengan
sendirinya
bunga
akan turun,"
katanya.
Berdasarkan
catatan BI,
suku
bunga kredit
sudah
turun dari 19
persen
menjadi sekitar 15
persen.
Kredit
untuk
usaha mikro
juga
sudah turun
dari 35
persen menjadi 24-28
persen.
dilihat
dari sisi
pertumbuhan
kredit
perbankan termasuk
chanelling
selama
tahun 2004 tercatat
24,7 persen
atau Rp
117,9 trilyun
dibandingkan
tahun 2003,
hingga
mencapai Rp595,1 trilyun.
Sumber
pembiayaan kredit
terutama
berasal
dari peningkatan
dana
pihak ketiga (DPK)
yang meningkat
Rp 30,6
trilyun menjadi
Rp 963,1
trilyun,
pengalihan
dari
surat-surat berharga
dan
pendapatan yang diperoleh
dari
kupon obligasi
negara.
Sementara
itu,
dari pihak
perbankan
sendiri
juga tetap
optimis
bunga bank
akan
menurun.
Menurut
Dirut BRI Rudjito
dirinya
juga yakin
suku
bunga kredit
akan
turun,
meski terjadi
secara
bertahap. "Kita
akan
lihat setahap
demi
setahap.
Karena
kalau
tidak bertahap,
kita
akan masuk
ke
jurang yang tidak
berketentuan,"
tegasnya. Yang
jelas,
katanya, dalam
penentuan
suku
bunga kredit,
perbankan
memperhatikan
berbagi
hal diantaranya
biaya
pengelolaan bank, tingkat
risiko,
tingkat laba yang
significan, volume
penyaluran,
efisiensi
dan
juga pendapatan
di luar
bunga.
(kmb2)