kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 28 Pebruari 2005

 Ekonomi


BI Yakini Bunga Kredit Turun
 

Jakarta (Bali Post) -
Deputi
Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom berkeyakinan tingkat bunga kredit perbankan dalam waktu dekat bakal mengalami penurunan di tengah bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang bergerak stabil dan kebijakan ketat dari BI.  Karena itu, BI tetap menginginkan agar penurunan suku bunga itu secara bertahap agar tidak mengganggu kestabilan makro ekonomi dan inflasi.

Menurut Miranda, suku bunga kredit yang menurun itu dimungkinkan selama ekonomi bergerak stabil. " Saya yakin suku bunga akan turun secara bertahap," kata Miranda, Sabtu (26/2).

Seperti diketahui, dalam hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari disebutkan, BI akan tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat untuk mengerem laju inflasi yang pada Januari 2005 sudah mencapai 1,43 persen.

Dikatakan Miranda, penurunan suku bunga kredit memungkinkan karena berdasarkan target inflasi jangka menengah, inflasi akan diarahkan untuk turun ke arah lima persen pada tahun 2008-2009. Sementara, kredit macet (NPL) perbankan juga turun pada tahun 2004 rata-rata lima persen dari tahun sebelumnya tujuh persen. CAR atau modal perbankan  juga semakin meningkat di kisaran 20 persen, demikian juga dengan LDR dikisaran 50 persen atau tumbuh 8,4 persen.

Selain itu, manajemen risiko semakin baik dan juga situasi politik dan keamanan yang semakin membaik. "Dengan demikian, marjin perbankan akan turun dan dengan sendirinya bunga akan turun," katanya. Berdasarkan catatan BI, suku bunga kredit sudah turun dari 19 persen menjadi sekitar 15 persen.

Kredit untuk usaha mikro juga sudah turun dari 35 persen menjadi 24-28 persen. dilihat dari sisi pertumbuhan kredit perbankan termasuk chanelling selama tahun 2004 tercatat 24,7 persen atau Rp 117,9 trilyun dibandingkan tahun 2003, hingga mencapai Rp595,1 trilyun. Sumber pembiayaan kredit terutama berasal dari peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat Rp 30,6 trilyun menjadi Rp 963,1 trilyun, pengalihan dari surat-surat berharga dan pendapatan yang diperoleh dari kupon obligasi negara.

Sementara itu, dari pihak perbankan sendiri juga tetap optimis bunga bank akan menurun. Menurut Dirut BRI Rudjito dirinya juga yakin suku bunga kredit akan turun, meski terjadi secara bertahap. "Kita akan lihat setahap demi setahap. Karena kalau tidak bertahap, kita akan masuk ke jurang yang tidak berketentuan," tegasnya. Yang jelas, katanya, dalam penentuan suku bunga kredit, perbankan memperhatikan berbagi hal diantaranya biaya pengelolaan bank, tingkat risiko, tingkat laba yang significan, volume penyaluran, efisiensi dan juga pendapatan di luar bunga. (kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)