Isu
Gunung
Meletus
JERO
Mangku
Gede Umbara,
pemangku
Pura
Pasar Agung,
Sebudi,
Karangasem, mengaku
prihatin.
Pasalnya,
isu di
luar
Karangasem yang mengatakan
Gunung
Agung mau
meletus
atau sudah
mengeluarkan
api,
sangat
meresahkan masyarakat.
Malah
dikatakan,
masyarakat
sekitar
lereng gunung
tertinggi
di Bali
itu seperti
dari
Sebudi, Selat,
atau
Kubu sudah
ada yang
mengungsi.
Ditegaskannya,
isu ini
tak
benar.
Isu
itu,
katanya, sempat
membuat
Kapolsek Selat AKP I
Komang
Punarbawa sibuk
mencari
informasi sebenarnya
sampai
naik ke
Sebudi.
Saat
ditemui
di rumahnya,
Minggu (27/2)
kemarin,
Jero
Mangku Umbara yang
juga
Klian Desa
Pakraman
Sebudi
itu mengatakan
tak ada
peningkatan
aktivitas
gunung yang
berketinggian
lebih
dari 3.000 meter itu.
Semuanya
masih normal.
Soal
kawahnya
mengeluarkan
belereng,
itu hal
biasa
karena gunung
itu
masih aktif
dan
terakhir meletus
dahsyat
tahun 1963.
''Kemarin (Sabtu,
26/2) saya
naik ke
puncak
karena mengantar
orang
dari Samplangan,
Gianyar
ngaturang pakelem
ke
puncak/kawah gunung.
Keadaan
masih
biasa, tak
ada yang
perlu
dikhawatirkan. Tetapi
mari
kita
tetap mohon
kepada
Tuhan agar jagat
ini
tetap ajeg,''
katanya.
Dikatakan,
memang
ada retakan
bibir
selatan goa (kawah)
gunung
itu.
Retakan yang
diketahuinya
telah
terjadi delapan
bulan
lalu itu
telah
renggang sekitar 40
cm, sepanjang 25 m. ''Kalau
pun retakan
itu
gempal (longsor)
akan
jatuh
ke dalam
kawah,
sehingga tak
bakal
membahayakan warga
yang bermukim
di
sekitar lereng
selatan.
Luas
kawah
lebih dari 10
hektar,
dengan kedalaman 200
meter.
Kalau
kita
berjalan mengitari
bibir
kawah, mungkin
dua
hari baru
sampai
satu putaran,''
katanya.
(bud)