kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 28 Pebruari 2005

 Bali


Isu
Gunung Meletus 

JERO Mangku Gede Umbara, pemangku Pura Pasar Agung, Sebudi, Karangasem, mengaku prihatin. Pasalnya, isu di luar Karangasem yang mengatakan Gunung Agung mau meletus atau sudah mengeluarkan api, sangat meresahkan masyarakat.

Malah dikatakan, masyarakat sekitar lereng gunung tertinggi di Bali itu seperti dari Sebudi, Selat, atau Kubu sudah ada yang mengungsi.

Ditegaskannya, isu ini tak benar. Isu itu, katanya, sempat membuat Kapolsek Selat AKP I Komang Punarbawa sibuk mencari informasi sebenarnya sampai naik ke Sebudi.

Saat ditemui di rumahnya, Minggu (27/2) kemarin, Jero Mangku Umbara yang juga Klian Desa Pakraman Sebudi itu mengatakan tak ada peningkatan aktivitas gunung yang berketinggian lebih dari 3.000 meter itu. Semuanya masih normal. Soal kawahnya mengeluarkan belereng, itu hal biasa karena gunung itu masih aktif dan terakhir meletus dahsyat tahun 1963.

''Kemarin (Sabtu, 26/2) saya naik ke puncak karena mengantar orang dari Samplangan, Gianyar ngaturang pakelem ke puncak/kawah gunung. Keadaan masih biasa, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi mari kita tetap mohon kepada Tuhan agar jagat ini tetap ajeg,'' katanya.

Dikatakan, memang ada retakan bibir selatan goa (kawah) gunung itu. Retakan yang diketahuinya telah terjadi delapan bulan lalu itu telah renggang sekitar 40 cm, sepanjang 25 m. ''Kalau pun retakan itu gempal (longsor) akan jatuh ke dalam kawah, sehingga tak bakal membahayakan warga yang bermukim di sekitar lereng selatan. Luas kawah lebih dari 10 hektar, dengan kedalaman 200 meter. Kalau kita berjalan mengitari bibir kawah, mungkin dua hari baru sampai satu putaran,'' katanya. (bud)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)