kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Umanis, 28 Pebruari 2005

 Bali


Balai
Desa Pakraman untuk Lestarikan Budaya Hindu 

Singaraja (Bali Post) -
Pembangunan
balai desa pakraman diharapkan digunakan sebaik-baiknya untuk melestarikan seni, budaya, adat, dan agama Hindu di Bali. Apalagi seni budaya Bali merupakan sumber dari penghidupan masyarakat Bali itu sendiri.

Hal itu disampaikan Ida Pedanda Made Gunung dalam dharma wacana berkaitan dengan acara peresmian Balai Desa Pakraman Desa Adat Pengastulan, Seririt, Minggu (27/2) siang kemarin.

Dalam dharma wacananya di hadapan Bupati Putu Bagiada dan unsur pejabat Muspida Buleleng serta warga adat Pengastulan itu Pedanda Gunung mengatakan pembangunan balai desa pakraman jangan hanya bertujuan untuk kelihatan megah, namun lebih daripada itu untuk dijadikan tempat menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diturunkan oleh Danghyang Dwijendra, Danghyang Nirarta dan Empu Kuturan, sehingga membuat Bali ini tetap termasyur di seluruh dunia.

"Bali ini hanya kaya budaya, tidak memiliki kekayaan yang lain. Sehingga etika dan budaya itu harus dipertahankan, dijaga dan dilestarikan orang Bali," katanya.

Klian Desa Pakraman Pengastulan, Jero Nyoman Dana, dalam laporannya menyebutkan pembangunan Balai Adat Desa Pakraman Pengastulan dibiayai oleh swadaya desa pakraman dan sumbangan dari Gubernur dan Bupati Buleleng. Disebutkan, sumbangan dari warga desa adat Pengastulan yang terdiri dari empat banjar adalah Rp 275 juta, kemudian sumbangan Gubernur Bali Rp 20 juta dan Bupati Buleleng Rp 25 juta. (kmb15)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)