kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 27 Februari 2005 tarukan valas
 

GEBYAR


Lagi
, Bintang Menguak Realita para Pejabat

PADA album pertama, "Bajingan Eling", salah satu lagu Bintang, "Nusuk" yang bertemakan politik dirilis menjelang pelaksanaan Pemilu. Akibatnya, lagu tersebut sempat menjadi pergunjingan masyarakat, utamanya pejabat, dan I Made Juniartha (Jun) sampai diajak "Berdiskusi" dengan beberapa polisi di Poltabes, Denpasar. Kini, lagi-lagi di album kedua, "Playboy Funky", salah satu lagu Bintang yang judulnya lebih menjurus, "Yen Tiang Dadi Presiden", beredar di masyarakat jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Bali.

Kepedulian masyarakat dengan pemerintahnya dapat diungkapkan dengan berbagai cara. Jika kalangan LSM atau aktivis kampus terbiasa menyalurkan aspirasi dengan jalan demonstrasi atau diskusi, maka Jun mengaplikasikan kepeduliannya itu melalui lagu. "Saya dari sisi musisi tidak akan pernah berhenti mengingatkan bapak-bapak kita itu. Menjadi pemimpin yang baik, dalam benak saya itu susah untuk bisa jujur. Paling tidak pengalaman berorganisasi sejak SMP sampai ke jenjang perkuliahan membuat saya memiliki pemikiran demikian," jelas Jun.

Namun, tambah Jun, apa salahnya kita mengingatkan mereka yang memimpin atau yang bakalan menuju ke sana, seputar lagu bertema politik, "Yen Tiang Dadi Presiden". Biasanya, terutama pada saat musim kampanye berlangsung, calon pemimpin akan menawarkan program kerja (janji) dalam benaknya ke masyarakat. Dan, semua itu mesti disertai dengan investasi yang jumlahnya kadang tidak kecil. Karenanya, begitu tujuan dicapai para pejabat segera sadar, akan investasi yang sempat ditanam, bukan malah janji itu. "Biasanya juga begitu fakta di lapangan. Ujung-ujungnya, tidak ada apanya," suami Ni Made Tomoko ini berujar santai.

Karenanya, di lagu politik terbaru itu, Jun sengaja meminimalisasi musik dan lebih menekankan pada unsur liriknya. Jimbe, gitar akustik, dan tamborine, dengan aransemen musik balada, cukup pas teramu dalam lagu tersebut. "Dengan modal gitar saja, masyarakat sudah dapat menyanyikan lagu itu dengan komplit. Mudah-mudahan bisa diterima masyarakat. Kalau bukan kita yang mengingatkan bapak-bapak terhormat itu, lalu siapa lagi?" papar Jun mulai serius.

Bahkan, untuk membawakan lagu tersebut pada live concert nantinya, Jun membeli gitar akustik baru, khusus untuk lagu itu. Terkait klip, yang baru tergarap untuk lagu "Matunangan Ngajak Iluh", menurut Rahman (produser Jayagiri Pro) mulai ditayangkan 1 Maret mendatang di Bali TV. 

Di Bintang sendiri, Jun selain sebagai vokalis juga merupakan manajer grup. Meski demikian, tidak ada perbedaan bayaran bagi tiap personel Bintang. Transparansi dan keadilan yang paling dicari ayah Ni Putu Mizuki Juniartha dan I Made Kenta Juniartha ini, dalam berkarier dengan Bintang. "Saya paling tidak suka tertutup dalam hal ini. Karena, kalau sudah menyangkut uang jika itu tidak dilakukan secara transparan akan menimbulkan masalah. Selain itu, saya dan rekan-rekan di Bintang sepakat dengan yang satu ini jika terkait urusan band: wanita dan minuman. Artinya? "Jika menjelang konser atau pada saat latihan, tidak boleh ada alkohol dan masalah pribadi, utamanya wanita dikesampingkan dulu," akhir Jun mantap. (sun)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com