kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 26 Pebruari 2005

 Surat Pembaca


Kecolongan
, Pemeriksaan KTP di Gilimanuk 

Saya sudah enam tahun di Bandung, pulang ke Bali satu semester atau kadang setahun sekali, lewat jalan darat melalui gerbang Bali, yaitu Gilimanuk.

Sejak tragedi Bom Bali, pemeriksaan pendatang di gerbang-gerbang masuk Bali diperketat, di antaranya dengan pemeriksaan KTP, termasuk pula di Gilimanuk. Pemeriksaan masih dilakukan sampai sekarang (terakhir saya pulang tahun baru 2005), akan tetapi ternyata terjadi ''kecolongan'' pada pemeriksaan KTP tersebut.

Apabila pendatang begitu turun dari feri penyeberangan langsung naik ojek, maka ia akan secara otomatis luput dari pemeriksaan KTP yang dilaksanakan petugas. Pengendara ojek biasanya langsung menjemput penumpang yang turun dari feri dan menawarkan jasanya. Penumpang ini akan dibawa memutar tanpa melewati pos pemeriksaan KTP.

Kalau tujuan pemda untuk mengawasi dan membatasi para pendatang tanpa identitas menuju Bali, maka hal ini adalah suatu kecolongan, yang bahkan mungkin sudah terjadi sejak aturan pemeriksaan ini diterapkan.

Mohon kepada pihak yang terkait untuk lebih memperketat lagi sistem pemeriksaan. Kepada para pengendara ojek, agar tidak mengelabui petugas yang akhirnya hanya akan merugikan kepentingan bersama

I Kadek Suparta
Mechanical Engineering Bandung Institute of Technology

Jl.Cisitu
Lama V/A 160 B Bandung 40132
(Asrama Mahasiswa Bali Otten,
Bandung
)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)