Kecolongan,
Pemeriksaan KTP
di
Gilimanuk
Saya
sudah
enam tahun
di
Bandung,
pulang
ke Bali satu semester
atau
kadang setahun
sekali,
lewat jalan
darat
melalui gerbang Bali,
yaitu
Gilimanuk.
Sejak
tragedi
Bom Bali, pemeriksaan
pendatang
di
gerbang-gerbang masuk
Bali diperketat,
di
antaranya dengan
pemeriksaan KTP,
termasuk pula
di
Gilimanuk.
Pemeriksaan
masih
dilakukan sampai
sekarang (terakhir
saya
pulang tahun
baru 2005),
akan
tetapi
ternyata terjadi ''kecolongan''
pada
pemeriksaan KTP tersebut.
Apabila
pendatang
begitu
turun dari
feri
penyeberangan langsung
naik
ojek, maka
ia
akan
secara otomatis
luput
dari pemeriksaan KTP
yang dilaksanakan
petugas.
Pengendara
ojek
biasanya langsung
menjemput
penumpang yang
turun
dari feri
dan
menawarkan jasanya.
Penumpang
ini
akan
dibawa
memutar tanpa
melewati pos
pemeriksaan KTP.
Kalau
tujuan
pemda untuk
mengawasi
dan
membatasi para
pendatang
tanpa
identitas menuju
Bali, maka
hal ini
adalah
suatu kecolongan,
yang bahkan
mungkin
sudah terjadi
sejak
aturan pemeriksaan
ini
diterapkan.
Mohon
kepada
pihak yang terkait
untuk
lebih memperketat
lagi
sistem pemeriksaan.
Kepada
para pengendara
ojek, agar
tidak
mengelabui petugas
yang akhirnya
hanya
akan
merugikan
kepentingan
bersama.
I Kadek
Suparta
Mechanical Engineering
Bandung Institute of Technology
Jl.Cisitu
Lama V/A 160 B
Bandung
40132
(Asrama
Mahasiswa Bali Otten,
Bandung)