kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 26 Pebruari 2005

 Politik


Hamzah
Haz Diminta Mundur 

Jakarta (Bali Post) -
Silaturhami
Nasional (Silatnas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibuka Jumat (25/2) kemarinPembukaan tidak dihadiri sang ketua umum, Hamzah Haz. Padahal, paginya, sejumlah pengurus DPP, seperti Andi Ghalibmemintanya hadir

Silatnas dibuka Koordinator Nasional Silatnas Zarkasih Noer. Sementara Andi Ghalib memukul gong lima kali.  Yang mengejutkansidang-sidang dengar pendapat belum juga dibukaKetua Majelis Pertimbangan Partai Ismail Hasan Metarium meminta  Hamzah Haz meletakkan jabatan. Pernyataan Buya -- demikian ia dipanggil -- disampaikan kepada wartawan di ruang pleno silatnas. ''Orang sudah bosan. Pak Hamzah harus mundur. Sama seperti saya ketika minta berhenti,'' tegas Ismail Hasan, di Jakarta, Jumat (25/2) kemarin.   

Permintaan ini menanggapi munculnya silang sengketa di kalangan kader PPP.  Salah satu fungsionaris PPP Lukman Hakiem Syaifudin Zuhri menyatakan, kader terbelah menjadi tiga kepentingan. ''Ada yang menghendaki diselenggarakannya Muktamar Luar Biasapercepatan muktamar, dan muktamar sesuai jadwal yakni 2007,'' tegas Lukman di arena silatnas

Tiga kepentingan ini membuat  silatnas pun menuai kontroversi. Kubu Hamzah Haz justru akan memecat semua kadernya, dari pusat hingga daerah, yang menghadiri silatnas. Tetapi, kubu yang menginginkan pergantian kepemimpinan justru menantang dan tetap menggelar silatnas. Kubu penentang ini dimotori Zarkasih Noer. ''Sudah saatnya tongkat estafet kepemimpinan diberikan kepada yang muda-muda,'' tegasnya dalam pidato pembukaan yang mendapat aplaus peserta

Bagi Zarkasih Noersudah bukan zamannya lagi ancam-mengancam dan pemberian sanksi hanya karena perbedaan pendapat. Bahkan, ia mengakui digelarnya silatnas harus disyukuri. Sebab, hal itu merupakan bentuk perhatian dan komitmen kader dalam melihat perubahan suasana politik. ''Orang-orang inilah yang merasa bertanggung jawab kepada partai, sehingga segera tanggap ketika terjadi perubahan politik,'' ungkap Zarkasih.   

Usamah Hisyam, yang menjadi ketua panitiaberterus terang bahwa digelarnya silatnas memang untuk mewadahi  keinginan kader agar segera dilakukan pergantian kepemimpinan PPP.  Tinggal caranya apakah melalui muktamar, muktamar luar biasa atau  muktamar yang dipercepat. Silatnas ini diharapkan dapat mencari titik temu, apa yang seharusnya diputuskan. Selanjutnya, keputusan silatnas akan diserahkan kepada DPP, DPW dan seluruh cabang di Indonesia. 

Usamah, yang juga tim sukses SBY-Kalla dalam pemilu presiden lalu, mengatakan  setidaknya silatnas telah dihadiri sekitar 721 kader PPP. Mereka berasal dari 334 kabupaten/kota, 32 propinsi. ''Kebanyakan peserta adalah ketua dan sekretaris DPC dan DPW,'' ungkapnya.   

Sebenarnya, jika silatnas ini diubah menjadi muktamar luar biasa  sudah bisa dilaksanakan. Sebab, jumlah peserta memang melebihi 2/3 DPW se-Indonesia. Jumlah pengurus pusat, baik DPP, Majelis Pertimbangan Partai, dan Majelis Syariat PPP juga datang. Para kiai juga ikut hadir, di antaranya KH  Syaiful Islam, pemimpin Pondok Pesantren Genggong, Probolinggo, Jatim. Namun, Bachtiar Chamsyah tidak ingin terjadi MLB itu menjadi preseden ke depanMakanya, Ketua Parmusi -- salah satu organisasi onderbow PPP terbesar -- itu menjamin silatnas tidak menjadi MLB. ''Silatnas tidak akan menjadi muktamar luar biasa,'' tandasnya.  

Namun, bila didukung kader, Bachtiar Chamsyah juga tidak menolak untuk menggantikan Hamzah. Cuma, ketika ditanya kesiapannya, Chamsyah tampak malu-malu. ''Saya ini sudah menjadi menteri dua kali,'' katanya berdiplomasi.  

Sejumlah DPW  justru melirik Menteri Sosial itu sebagai kandidat yang memiliki peluang besar menggantikan Hamzah Haz. Cuma, untuk urusan itu, Chamsyah dan koleganya di kabinetseperti Meneg BUMN Sugiharto dan Meneg UKM Surya Dharma Ali dituding menjadi 'bonekanya' Presiden Yudhoyono. Dengan begitu, PPP nanti tetap akan mendukung SBY-Kalla sebagai presiden pada Pemilu 2009. 

Chamsyah membantah sinyalemen ini. Yang pasti, Ismail Hasan Metarium mengingatkan pergantian ketua umum sebaiknya diinisiatifi oleh Hamzah Haz sendiri dengan meletakkan jabatannya. Dengan begitu, meski tanpa percepatan muktamar atau muktamar luar biasa, PPP akan dipimpin  orang baru yang memiliki semangat baru untuk membawa PPP lebih dinamis dalam politik nasional ke depan. (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)