Amankan
Pilkada
PEMBACA
yang budiman,
topik
bahasan kita
mengenai
rel
kereta
api untuk
Bali kita
sudahi.
Topik
berikutnya
tentang
pengamanan pilkada
mendatang.
Polda
Bali mengajukan
dana
pengamanan
pemilihan
kepala
daerah (pilkada)
Rp 1
milyar lebih
ke
Mabes Polri.
Namun,
Kapolda Irjen
Pol. Drs. Made
Mangku
Pastika menjamin
polisi
tetap menjalankan
tugas
kendati tak
ada
kucuran
dana yang diambil
dari pos APBN
itu.
Ia
menegaskan,
Polri
sudah siap
mengamankan
suksesi
bupati dan
wali
kota
di Bali.
Polda
sudah membentuk
tim
pengamanan
pilkada yang
diperkuat 5.000
personel plus
bantuan 1.000
anggota TNI.
Sistem
penugasan
dan
penempatan aparat
tak
jauh berbeda
dengan
tahapan Pemilu 2004
dengan agenda
pemilihan
presiden RI.
Pastika
mengaku
yakin pilkada
berjalan
lancar
dan tertib.
Menjelang
pilkada
Juni mendatang,
situasi Bali
tetap
kondusif dan
proses
demokrasi berjalan
dengan
baik.
Pandangan
masyarakat
terhadap
aktivitas
politik
juga makin
dewasa, minimal
tidak
mudah diprovokasi
dan
dihasut untuk
melakukan
tindakan
anarkis.
Pembaca
budiman,
pemilihan
kepala
daerah -- apalagi
kini
secara langsung
oleh
rakyat -- adalah
salah
satu hajatan
demokrasi yang
sangat
strategis bagi
masyarakat Bali.
Sehingga,
menjadi
kewajiban semua
pihak
untuk mengamankannya
agar berlangsung
lancar
dan sukses.
Bukan
hanya
menjadi tanggung
jawab
aparat keamanan.
Tugas
aparat keamanan
tersebut
tentu
akan
sangat
efektif dan ideal
apabila
didukung seluruh
masyarakat
melalui
pengamanan di
lingkungan
masing-masing.
Hal tersebut
sebagai
wujud tanggung
jawab
bersama untuk
lancar
dan suksesnya
pilkada
langsung ini.
Partisipasi
masyarakat
mengamankan
lingkungannya,
seperti
banjar, pemukiman
dan
lainnya,
akan
menjadikan
sistem
pengamanan pilkada
langsung
ini
lebih menyeluruh.
Apakah
Anda
mempunyai pemikiran
soal
partisipasi masyarakat
dalam
mengamankan pilkada
yang digelar
Juni
mendatang?
Kami
mengharapkan
pendapat
Anda yang
bersifat
memberi
masukan pemikiran
konstruktif.
Kami
menanti partisipasi
Anda
dan silakan
sampaikan
ke
Redaksi Bali Post Jl.
Kepundung 67
A
Denpasar, kode pos
80232, sertakan
fotokopi
identitas yang
masih
berlaku.
Kami
tunggu
hingga 20 Maret 2005.
Bisa
juga mengirim
melalui E-mail:
balipost@indo.net.id
dengan
identitas jelas.