Perlu
Rp 6,5
M, Tata
Pura
Goa
Lawah
Semarapura
(Bali Post) -
Pemkab
serta
pemkot se-Bali diimbau
untuk
menyisihkan dana
untuk
membantu penataan
pura
serta areal
Pura
Goa Lawah yang
diperkirakan
menelan
biaya Rp
Rp 6,5
milyar.
Demikian
dikatakan
Gubernur
melalui
Sekda Propinsi Bali
Nyoman
Yasa, dalam
pertemuannya
dengan
bupati se-Bali di
pura
setempat, Jumat
(25/2) kemarin.
Wujud
partisipasi
kabupaten/kota se-Bali
itu
dapat dilakukan,
baik
dalam bentuk
bahan
bangunan maupun
berupa
dana.
Terlebih
lagi,
saat ini,
hampir
seluruh kabupaten/kota
tengah
melangsungkan pembahasan
Anggaran
Pendapatan
Belanja
Daerah (APBD).
Seluruh
bupati/perwakilannya yang
hadir
dalam pertemuan yang
juga
dihadiri Ketua DPRD,
Wabup
dan sejumlah
tokoh
Puri Klungkung
dan
tokoh masyarakat
tersebut,
menyatakan
menyambut
positif
imbauan Gubernur
tersebut.
Namun
sayangnya, yang
saat
itu hadir
sebagian
besar
perwakilan bupati
sehingga
mereka
mengaku masih
harus
mengkoordinasikan terlebih
dahulu
dengan bupatinya.
''Yang pasti
kami
mendukung.
Tetapi,
terkait
berapa jumlah
bantuan
kami, tentu
tidak
bisa hanya
dilihat
dari besar
kecilnya.
Tetapi
dari
niat,'' ungkap
Wakil
Bupati Buleleng,
Gede
Wardana.
Sementara
itu,
Kabag Sosial
dan
Budaya Jembrana,
Komang
Wiasa mewakili
Bupati
Jembrana Gede
Winasa,
mengatakan kalau
pemerintah
propinsi
punya
komitmen untuk
melestarikan
warisan
budaya para
leluhur
di Bali, seharusnya
masalah
dana bukanlah
suatu
hambatan. Termasuk
juga
anggaran Rp 6,5
milyar yang
dibutuhkan
untuk
penataan Pura
Goa
Lawah.
Saat
itu,
juga dipaparkan
terkait
rencana penataan
pura
tersebut oleh
Kadis PU
Klungkung, IB
Adnyana.
Dijelaskan,
sempitnya
areal
tempat persembahyangan
mengakibatkan
kekurangnyamanan
pemedek.
Beberapa
pelinggih yang
akan
dipugar,
di
antaranya piasan
dan bale
panjang yang
ada di
areal
utama. Sedangkan
wantilan yang
ada di
jaba
pura
akan dihilangkan.
Begitu
juga dengan
para
pedagang,
akan
ditata
ulang serta
penataan
bagian-bagian
lainnya.
(kmb20)