kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 26 Pebruari 2005

 Bali


Proyek
Panggung Upacara Divoting, Lolos 

Gianyar (Bali Post) -
Rapat
Paripurna IV DPRD Gianyar dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi yang dirangkaikan dengan penetapan APBD Gianyar Tahun Anggaran 2005, Jumat (25/2) kemarin, berlangsung alot.

Sidang sempat diskors selama 20 menit karena adanya perbedaan pendapat terkait pembangunan panggung upacara di Lapangan Astina Raya, Gianyar. Akhirnya, keputusan apakah proyek fisik yang dirancang menghabiskan dana sekitar Rp 400 juta itu lolos atau dicoret dalam APBD 2005 ditempuh melalui mekanisme voting.

Sebelum sidang diskors, Ketua Fraksi PDI-P Drs. I Made Sura Astra mengajukan interupsi kepada Ketua DPRD I Made Mahayastra, SST. Pas beberapa saat setelah semua fraksi menyampaikan pendapat akhir fraksinya. Kader PDI-P ini mempertanyakan apakah tidak perlu dibuat kesepakatan, mengingat Fraksi Partai Golkar (F-PG) dan Fraksi Gianyar Bersatu (F-GB) belum menyetujui alokasi dana Rp 400 juta itu untuk pembangunan panggung upacara di Lapangan Astina.

Interupsi itu akhirnya ditanggapi Sekretaris F-PG Ida Bagus Putra dan Ketua F-PG I Made Suamba, S.H. Keduanya menegaskan pada intinya F-PG tidak menolak pembangunan panggung itu. Namun, hanya berkeinginan menunda. Pertimbangan penundaan itu, lantaran masih ada kepentingan-kepentingan lain yang lebih urgen dan langsung menyentuh kepentingan masyarakat luas. Misalnya, perbaikan gedung sekolah, puskesmas dan Lapangan Astina direncanakan sebagai paru-paru kota.

Mengingat suasana sidang makin "memanas", Mahayastra selaku pimpinan sidang akhirnya menawarkan sidang diskors selama 20 menit. Selanjutnya, seluruh pimpinan Dewan, pimpinan fraksi dan Panitia Musyawarah (Panmus) diminta bertemu di ruang Panmus untuk melakukan pembicaraan khusus terkait pembangunan panggung upacara tersebut. Tampaknya, mereka tidak bisa menghasilkan kata sepakat. Intinya, F-PG tetap ngotot agar pembangunan panggung itu ditunda. Sementara F-GB yang semula juga menginginginkan pembangunan panggung itu ditunda akhirnya menyatakan persetujuannya.

Apa boleh buat, "nasib" proyek bernilai Rp 400 juta itu pun diputuskan lewat mekanisme voting. Dari 40 anggota Dewan yang hadir, 30 orang menyatakan setuju pembangunan panggung upacara itu dimasukkan dalam APBD 2005. Sementara 10 orang lagi menginginkan pembangunan panggung itu ditunda. Mengingat separo lebih anggota Dewan yang hadir menyatakan persetujuannya, maka proyek itu pun melenggang mulus. (kmb13)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)