Proyek
Panggung
Upacara
Divoting, Lolos
Gianyar
(Bali Post) -
Rapat
Paripurna IV DPRD
Gianyar
dengan agenda penyampaian
pendapat
akhir
fraksi yang dirangkaikan
dengan
penetapan APBD Gianyar
Tahun
Anggaran 2005, Jumat
(25/2) kemarin,
berlangsung
alot.
Sidang
sempat
diskors selama 20
menit
karena adanya
perbedaan
pendapat
terkait
pembangunan panggung
upacara
di Lapangan
Astina
Raya, Gianyar.
Akhirnya,
keputusan
apakah
proyek fisik yang
dirancang
menghabiskan
dana
sekitar
Rp 400 juta
itu
lolos atau
dicoret
dalam APBD 2005 ditempuh
melalui
mekanisme voting.
Sebelum
sidang
diskors, Ketua
Fraksi PDI-P Drs. I Made
Sura
Astra mengajukan
interupsi
kepada
Ketua DPRD I Made Mahayastra,
SST.
Pas beberapa
saat
setelah semua
fraksi
menyampaikan pendapat
akhir
fraksinya. Kader
PDI-P ini
mempertanyakan
apakah
tidak perlu
dibuat
kesepakatan, mengingat
Fraksi
Partai Golkar (F-PG)
dan
Fraksi Gianyar
Bersatu (F-GB)
belum
menyetujui alokasi
dana
Rp 400
juta itu
untuk
pembangunan panggung
upacara
di Lapangan
Astina.
Interupsi
itu
akhirnya ditanggapi
Sekretaris F-PG Ida
Bagus
Putra dan
Ketua F-PG I Made
Suamba, S.H.
Keduanya
menegaskan
pada
intinya F-PG tidak
menolak
pembangunan panggung
itu.
Namun,
hanya
berkeinginan menunda.
Pertimbangan
penundaan
itu,
lantaran masih
ada
kepentingan-kepentingan lain yang
lebih
urgen dan
langsung
menyentuh
kepentingan
masyarakat
luas.
Misalnya,
perbaikan
gedung
sekolah, puskesmas
dan
Lapangan Astina
direncanakan
sebagai
paru-paru
kota.
Mengingat
suasana
sidang makin "memanas",
Mahayastra
selaku
pimpinan sidang
akhirnya
menawarkan
sidang
diskors selama 20
menit.
Selanjutnya,
seluruh
pimpinan Dewan,
pimpinan
fraksi
dan Panitia
Musyawarah (Panmus)
diminta
bertemu di
ruang
Panmus untuk
melakukan
pembicaraan
khusus
terkait pembangunan
panggung
upacara
tersebut.
Tampaknya,
mereka
tidak bisa
menghasilkan
kata
sepakat.
Intinya,
F-PG tetap
ngotot agar
pembangunan
panggung
itu
ditunda.
Sementara
F-GB yang semula
juga
menginginginkan pembangunan
panggung
itu
ditunda akhirnya
menyatakan
persetujuannya.
Apa
boleh
buat, "nasib"
proyek
bernilai Rp 400
juta
itu pun diputuskan
lewat
mekanisme voting. Dari 40
anggota
Dewan yang hadir, 30
orang
menyatakan setuju
pembangunan
panggung
upacara
itu dimasukkan
dalam APBD 2005.
Sementara
10 orang
lagi
menginginkan pembangunan
panggung
itu
ditunda.
Mengingat
separo
lebih anggota
Dewan yang
hadir
menyatakan persetujuannya,
maka
proyek itu pun
melenggang
mulus.
(kmb13)