PNI Marhaenisme
Ikut
Irama PDI-P
* Garap
Paket
Cawali
Denpasar
(Bali Post) -
DPC PNI Marhaenisme
Denpasar
mengaku
ikut irama PDI-P
dalam
mengelola paket
calon
wali
kota
dan
wakilnya. ''PNI
Marhaenisme
masih
berada dalam
satu
wadah, yakni
Fraksi PDI-P
di DPRD
Denpasar.
Fakta
ini
membuat sikap
politik
kami masih
ikut
irama PDI-P,'' ujar
Ketua DPC PNI
Marhaenisme
Denpasar I.B.
Kiana, S.H.,
Jumat (25/2)
kemarin.
Dikatakannya
dalam
urusan pilkada
warga
Denpasar sudah
sangat
pintar mencermati
calon
pemimpinnya.
Itu
artinya
seorang politisi
harus
benar-benar bisa
memberikan
pilihan yang
cerdas
kepada warganya.
''Kalau
hanya
memaksakan kehendak
untuk
maju, sama
saja
dengan membuang
energi,''
jelas
anggota DPRD Denpasar
ini.
PNI
Marhaenisme
meloloskan
dua
kadernya di DPRD
Denpasar.
Mantan
Kepala
Desa Sanur
Kaja
ini mengatakan
Denpasar
ke
depan membutuhkan
pemimpin yang
benar-benar
bisa
memetakan potensi
warganya. Hal
ini
penting mengingat
beban
ekonomi yang makin
berat
akan
memicu
gesekan sosial.
Dalam
kondisi begini
figur
wali
kota
haruslah
benar-benar
bisa
memberikan kesejukan
dan
cerdas dalam
mengelola
masalah.
Sementara
itu,
Wakil Ketua DPC PDI-P
Kota Denpasar I
Wayan
Nariana menilai
komitmen PNI
Marhaenisme
untuk
tetap berada
dalam
satu rel
dengan PDI-P
dalam
mengelola pilkada
merupakan
sikap
politik yang wajar.
Selain
memang
tergabung dalam
wadah
fraksi di DPRD Kota
Denpasar,
kerangka
perjuangan
partainya
juga
nasionalisme.
Selebihnya,
ia
mengatakan PDI-P
saat
ini sudah
mulai
melakukan
pembahasan-pembahasan informal
dalam
menentukan pendamping
Drs. A.A. Puspayoga.
Nariana yang
kini
duduk di DPRD Bali
mengatakan
partainya
akan
bersikap
cermat,
teliti dan
hati-hati
dalam
merekomendasikan pendamping
tokoh
Puri Satria
ini. ''Setidaknya
akhir
Maret
nama pendamping
yang akan
dilirik
diharapkan kelar.
Kami
juga
masih melakukan
koordinasi
antarstruktur
partai
dan kader,''
jelasnya.
Selebihnya,
Ketua KPU
Denpasar I Made
Gede Ray
Misno
tetap berharap
proses
pilkada ini
benar-benar
demokratis
dengan
tampilnya banyak
kandidat.
Untuk
itu, secara
aturan
pihaknya telah
menyurati
pimpinan
parpol
untuk mengelola
proses
pilkada dengan
baik. ''Tampil
utuh
atau berkoalisi
itu
adalah hak
parpol.
KPU hanya
berharap
pilkada
nanti menampilkan
paket-paket yang
layak
dipilih,'' jelasnya.
(044)