Hari
Ini
Rakor Budpar
di
Tampaksiring
* ISI Tampilkan
''Satrio
Piningit''
Denpasar
(Bali Post) -
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY),
Sabtu (26/2) sore
ini
akan
memimpin
rakor
terbatas dalam
bidang
kebudayaan dan
pariwisata (budpar)
di
Istana Tampaksiring,
Gianyar.
Rakor
itu akan
dihadiri
sekitar 17
menteri.
Demikian
kata
Deputi Menteri
Bidang
Seni dan Film
Kementerian
Kebudayaan
dan
Pariwisata Dr. Sri Hastanto
dihubungi Bali Post
ketika
berkunjung ke
Institut
Seni Indonesia (ISI)
Denpasar,
Jumat (25/2)
kemarin.
Kedatangannya
ke
lembaga pendidikan
tinggi
seni yang dipimpin
Prof. Dr. Wayan
Rai S
itu untuk
mengecek
kesiapan ISI
memeriahkan
kegiatan
tersebut. ISI
akan
membawakan
garapan
seni berjudul ''Satrio
Piningit''.
Kata
Sri Hastanto,
selain
menteri, rakor
ini
juga mengundang
seluruh
gubernur se-Indonesia. Sebab,
masalah
kebudayaan dan
pariwisata
tidak
akan
maksimal
jika
hanya ditangani
sebuah
departemen. Karena
itu
memerlukan kerja
sama
berbagai
pihak.
Menteri
Budpar
Jro Wacik,
seperti
dikatakan Sri Hastanto
ingin
memajukan bidang
kebudayaan
dan
pariwisata. Untuk
memajukan
bidang
ini perlu
kerja
sama
semua
pihak.
Di
sisi lain Sri
Hastanto yang
mantan
Ketua STSI Surakarta
itu
mengatakan Indonesia
sesungguhnya amat
kaya
akan
atraksi
wisata.
Kekayaan
atraksi
wisata itu
perlu
diimbangi dengan
pengemasan yang
menarik.
Karena
itu
dukungan infrastruktur
dan SDM yang
bermutu --
termasuk
berpengetahuan
budaya yang
cukup,
sangat diperlukan.
Sebagai
daerah yang
kaya
akan
atraksi
wisata dan
beragam
kebudayaan, kata Sri
Hastanto,
Indonesia perlu
memiliki Cultural Center.
Gagasan
pendiriannya
sebetulnya
sudah
muncul pada
zaman Bung
Karno. Cultural
Center itu
rencananya
akan
dibangun
di
sekitar Munas.
Libatkan
150 Seniman
Dalam
rakor
tersebut ISI Denpasar
dipercaya
membawakan
garapan
seni berupa
dramatari
berjudul ''Satrio
Piningit''.
Rektor
ISI Prof. Dr. Wayan
Rai S
mengatakan gelar
seni
itu melibatkan
sekitar 150
seniman,
diiringi gong
gede
saih pitu.
Dramatari
itu
pernah disuguhkan
kepada SBY
sebelum
menjadi presiden
di
salah satu hotel
di Kuta.
''Karena
tampilan
dan
isinya sangat
mempesona, Pak
Presiden
ingin
fragmentari Satrio
Piningit
itu
ditampilkan kembali
di
hadapan sejumlah
menteri
seusai rakor
di
Istana Tampaksiring,''
tambah Sri
Hastanto.
Garapan
seni
ini, kata Sri
Hastanto,
memiliki
isi yang
cukup
konteks dalam
hal
kepemimpinan.
Ini
yang membuat
Presiden
tertarik.
Dalam
garapan
ini digambarkan
bahwa
seorang pemimpin
mesti
berpihak kepada
rakyat
dan berupaya
mensejahterakan
rakyat.
Karena
itu
diperlukan seorang
pemimpin yang
bersih
dan berpikir
positif.
Dalam
garapan
itu konsep
kepemimpinan
Astabrata
betul-betul
diuraikan
secara
jelas.
''Semar
pegulingan Banjar
Teges
Gianyar
akan mengiringi
peserta
rakor saat
santap
malam.
Selanjutnya
dihibur
dengan fragmentari
garapan ISI
Denpasar,''
katanya.
(08)