Jika
Bos Kelewat
''Ramah''
BEKERJA
sebagai anak
buah di
sebuah perusahaan,
gampang-gampang
susah.
Kenapa
demikian?
Karena menjadi
anak buah,
Anda tentu
dituntut untuk
selalu siap
dalam kondisi
cuaca
apa pun.
Apalagi
bila Anda
seorang perempuan.
Urusan rumah
tangga, atau
urusan lain
terbentang panjang
di depan
Anda.
Belum
lagi kalau
Anda memiliki
bos yang ramah.
Maksudnya,
rajin menjamah.
Bagaimana
menghadapi hal
ini?
===========================
Dengan
kata lain,
ramah itu
adalah kependekan
dari ''rajin
menjamah''.
Maksudnya?
Sikap
seperti menyentuh
tangan, menepuk
bahu, membelai
atau merangkul
pundak adalah
bahasa tubuh
yang kerap
dilakukan si
bos yang ramah.
Sebagai
anak buah
wajar jika
Anda merasa
"serba salah".
Ingin
mengelak, takut
bos tersinggung,
sedangkan
didiamkan Anda
merasa canggung.
Lalu bagaimana
cara
terbaik
menghadapinya?
Pada
dasarnya bos
yang berperilaku
demikian memang
sudah ramah
dari "sananya".
Mungkin tidak
ada maksud
lain dari
gerak-geriknya.
Bahasa
tubuh terhadap
anak buah
bisa jadi
merupakan
refleksi dari
keakraban dan
kehangatan
sikapnya.
Tetapi
memang sikap
bos yang kelewat
hangat ini
menimbulkan
perasaan risi
pada anak-anak
buah, terutama
wanita.
Nah,
kalau Anda
keberatan dengan
sikapnya cobalah
mengelak dengan
sopan.
Jangan
terang-terangan
menunjukkan rasa
tidak suka
pada sikap
si bos.
Dan, karena
si bos
gemar menggunakan
bahasa tubuhnya,
Anda pun dapat
menggunakan
bahasa tubuh
Anda yang paling pas,
untuk mengelaknya.
Anda
dapat
mengantisipasi kebiasaan
si bos
dengan selalu
siap menghadapi
''keramahannya'',
tulis go.com.
Misalnya
dengan sedikit
menggeser posisi
duduk Anda
ketika si
bos mendekat,
tanpa mengurangi
rasa hormat
Anda pada
si bos.
Jangan
lupa untuk
selalu menjaga
jarak yang aman
ketika berbicara
dengan bos.
Berilah
batas yang
menunjukkan bahwa
Anda dengan
tegas tidak
ingin
diperlakukan dengan
bahasa tubuhnya.
Tetapi,
pada intinya
Anda harus
tetap berperilaku
sopan pada
bos tanpa
lupa menunjukkan
bahwa Anda
keberatan dengan
''keramahan''-nya.
Meski
menjaga jarak,
jangan lupa
untuk tetap
menyimak dan
memperhatikan
semua ucapannya,
serta laksanakan
semua tugas
yang diberikannya.
Lambat laun
dengan sikap
Anda yang santun
dan hormat,
si bos
akan
mengerti
keinginan Anda
tanpa memusuhi
Anda. (*)
Pada
dasarnya bos
yang berperilaku
demikian memang
sudah ramah
dari "sananya".
Mungkin tidak
ada maksud
lain dari
gerak-geriknya.
Bahasa
tubuh terhadap
anak buah
bisa jadi
merupakan
refleksi dari
keakraban dan
kehangatan
sikapnya.
Tetapi
memang sikap
bos yang kelewat
hangat ini
menimbulkan
perasaan risi
pada anak-anak
buah, terutama
wanita.
Karena
si bos
gemar menggunakan
bahasa tubuhnya,
Anda pun dapat
menggunakan
bahasa tubuh
Anda yang paling pas,
untuk mengelaknya.
Anda
dapat
mengantisipasi kebiasaan
si bos
dengan selalu
siap menghadapi
''keramahannya''.