Pelipur
Lara Ni Diah
Tantri (1)
KISAH-KISAH
Tantri bersumber
dari cerita
panca Tantra,
karya sastra
klasik India.
Dongeng-dongeng
mengenai binatang
itu bukan
saja termasyur
di negeri
asalnya, tetapi
juga merambah
jauh ke
negeri-negeri Arab,
Cina,
Indonesia, bahkan
diterjemahkan ke
dalam
bahasa-bahasa Eropa
Barat.
Di Bali dikenal
dengan
nama Cerita
Ni Diah Tantri.
Ni Diah
Tantri adalah
seorang gadis
perawan, cantik,
pintar,
berpengetahuan tinggi,
sopan santun
dan bijaksana.
Ayahnya
adalah seorang
patih (mangkubumi)
di sebuah
kerajaan yang
diperintah oleh
seorang raja yang
lalim.
Yang menarik
perhatian dari
tokoh Ni Diah
Tantri adalah
kemahirannya
bercerita, sehingga
dengan ceritanya
itu
ia dapat
mengubah perangai
raja yang mula-mula
lalim itu
menjadi saleh,
manusiawi dan
bijaksana.
Pokok
ceritanya begini.
***
Kerajaan
Pataliputra atau
Patalinagantun
diperintah oleh
seorang raja
bernama Eswaryadala.
Pemerintahannya
sangat lalim.
Ia
tidak pernah
menghiraukan
kehidupan rakyat,
bermalas-malasan
dan suka
mengumbar hawa
nafsu. Untuk
memenuhi
kesenangannya itu,
ia
memerintahkan
kepada patihnya,
Bandeswarya, agar
setiap hari
menyediakan
seorang gadis
perawan.
Tugas
gadis itu
adalah menghibur
raja sehingga raja
tetap merasa
gembira sepanjang
waktu.
Tibalah
pada suatu
ketika sang patih
kehabisan gadis
yang harus
diantar ke
istana. Yang
tinggal hanya
satu orang,
yakni putrinya
sendiri, Ni Dyah
Tantri.
Putri satu-satunya
itu mengetahui
kebingungan dan
kesusahan yang
dihadapi sang ayah. Kalau
kemauan raja
tidak terpenuhi,
niscaya ayahnya
akan
dibunuh.
"Jangan
menyusahkan hal
itu, Ayahnda!
Biar
hamba yang akan
menghibur Paduka
Raja!" kata
Tantri.
Walaupun
sang ayah berkali-kali
menghadang niat
putrinya, namun
tak berhasil.
Sang
putri berkeras
hati minta
diantar ke
istana.
Di
luar
dugaan,
sang ayah mengira Ni
Diah Tantri
yang sangat
dicintai itu
akan diperlakukan
tidak senonoh
oleh raja.
Berhari-hari
Ki Patih
Bandeswarya
menunggu berita
tentang putrinya.
Berminggu-minggu
patih yang setia
itu tidak
pernah mendapat
perintah untuk
mengantarkan
gadis ke
istana.
Akhirnya
terbetik berita
yang sangat
menggembirakan.
Raja yang terkenal
tidak senonoh
itu memperlakukan
Ni Diah Tantri
dengan sangat
sopan.
Ditambah lagi, raja yang
mula-mula
mengabaikan pemerintahannya
itu berjanji
akan
menunaikan
tugasnya sebagai raja
dan memperlakukan
rakyatnya secara
adil dan
sejahtera. Yang
mengagetkan lagi
adalah, Paduka
Raja yang sangat
menyukai dongeng-dongeng
Tantri itu,
lambat laun
jatuh cinta
kepada si
pelipur
lara, lalu
menikahinya.
''Maukah
kamu tinggal
di istana
untuk
selama-lamanya?''
tanya Prabu
Eswaryadala
setelah Tantri
mengakhiri
ceritanya. ''Bertambah
banyak kamu
bercerita,
bertambah senang
hatiku.''
''Apakah
hamba mesti
bercerita terus
menerus?''
Tantri
balik bertanya.
''Ya,
kamu terus
bercerita, dan...
menjadi
permaisuriku,'' jawab raja yang
merasa tidak
kikuk lagi.
Mengapa
raja berubah
perangai?
Mengapa
Prabu Eswaryadala
tidak berbuat
sewenang-wenang
terhadap gadis
cantik itu
seperti yang
dilakukannya terhadap
gadis-gadis
sebelumnya?
Jawabannya
adalah karena
dongeng-dongeng yang
dibawakan oleh
Ni Diah Tantri.
* made taro