kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 20 Februari 2005 tarukan valas
 

CERMIN


Orgasme Berkali-kali dan Tertular Penyakit

SAYA seorang wanita berumur 33 tahun. Pertama bersuami saya berumur 27 tahun. Dua tahun menikah saya minta cerai karena suami ternyata sudah punya istri dan anak. Selama menikah sampai cerai saya tak pernah merasakan di mana nikmatnya hubungan suami-istri. Saya tak pernah tahu orgasme itu yang seperti apa.

Tiga tahun lalu saya menikah lagi dengan suami sekarang, umurnya sekarang 34 tahun. Dalam dua tahun pertama, hubungan yang saya lakukan juga sama seperti dulu, saya tak merasakan apa-apa. Tetapi sejak setahun terakhir ini saya mengalami perubahan luar biasa. Saya dapat merasakan orgasme setiap berhubungan dengan suami, bahkan  sampai berkali-kali.

Yang saya tanyakan, mengapa dengan suami dulu saya tidak pernah merasakan orgasme? Apa tidak mengganggu kesehatan kalau terus mengalami orgasme berkali-kali? Sebab, setelah itu saya merasa sangat lemas dan mengantuk sekali. Kalau mengganggu kesehatan, bagaimana sebaiknya? Apakah ini normal pada wanita?

SAN, Singaraja

 

Hubungan seksual adalah aktivitas yang dilakukan oleh dua orang. Maka reaksi seksual yang muncul juga ditentukan oleh pasangan, yaitu bagaimana reaksi psikis terhadap pasangan, bagaimana rangsangan yang diberikan oleh pasangan, dan bagaimana fungsi seksual pasangan.

Kalau dengan suami dulu Anda tidak pernah mencapai orgasme, tentu ada faktor yang menghambat yang mungkin berasal dari dia. Mungkin hambatan psikis karena mengetahui dia sudah punya istri. Mungkin rangsangan yang dia berikan tidak cukup efektif, dan mungkin juga fungsi seksualnya tidak sebaik suami sekarang. Sebagai contoh, kalau suami yang dulu mengalami ejakulasi dini, tentu itu menghambat Anda mencapai orgasme.  

Syukurlah kalau Anda dapat mencapai orgasme dengan suami sekarang, bahkan berkali-kali. Itu berarti tidak ada faktor yang menghambat dari suami sekarang. Sebagian wanita memang dapat mencapai orgasme berkali-kali setiap melakukan hubungan seksual. Anda termasuk seorang di antaranya. Jadi pengalaman orgasme berkali-kali adalah sesuatu yang normal pada wanita. Walaupun, tentu saja, tidak semua wanita mengalami seperti ini, antara lain karena tergantung pada rangsangan yang diterima. Yang pasti orgasme berkali-kali tidak akan mengganggu kesehatan Anda.

Tetapi kalau Anda merasakan lemas dan mengantuk setelah mencapai orgasme berkali-kali, itu adalah sesuatu yang wajar. Reaksi seksual yang Anda alami sampai mencapai orgasme, apalagi berkali-kali, tentu memerlukan energi. Maka kalau setelah itu Anda merasa lemas, tentu itu sebagai akibatnya. Rasa mengantuk yang timbul, juga disebabkan oleh keluarnya suatu bahan yang menyerupai morfin.

 

 

SAYA seorang gadis berusia 28 tahun. Saya pernah pacaran selama delapan tahun. Kami sudah sering berhubungan intim, karena kami sudah rencanakan menikah tahun depan. Tetapi sekarang saya sudah membatalkan menikah, karena pacar saya melakukan hubungan seks dengan WTS waktu saya mengikuti program di AS selama tiga bulan.

Pada mulanya pacar saya tidak mengaku. Tetapi karena saya mengalami keputihan yang berbau, saya curiga. Lagi pula saya sudah berobat ke dua dokter tetapi tidak sembuh. Akhirnya pacar saya mengaku bahwa waktu saya pergi, dia mencari WTS di Sanur. Saya ambil keputusan meninggalkan dia, karena saya kecewa dan jengkel terkena penyakit yang memalukan ini.

Saya periksa ke dokter lain, dan dari hasil permeriksaan laboratorium dokter menyimpulkan saya tertular GO dari hubungan seks. Pasti saya tertular dari pacar saya karena saya tidak pernah melakukan dengan orang lain. Anehnya, pacar saya masih sering datang, dan tidak mau putus. Apa artinya ini? Kalau dia memang cinta saya, mengapa sampai hati mencari WTS? Apakah saya harus kembali dengan dia?

ST, Denpasar

 

Saya pikir Anda perlu tahu bahwa cinta memang tidak sama dengan dorongan seksual (gairah seksual). Tetapi acapkali keduanya dikaburkan. Padahal jelas sekali keduanya memang berbeda. Mungkin benar pacar Anda mencintai Anda, dan hanya Anda yang dapat merasakan melalui sikap dan perbuatan terhadap Anda. Tetapi kalau kemudian dia melakukan hubungan seksual dengan WTS ketika Anda sedang berada di AS, itu soal lain. Itu hanyalah suatu pelepasan ketegangan seksual, tak ada kaitan dengan cinta. Masalahnya, Anda dan banyak orang tidak dapat menerima kenyataan ini.

Kalau Anda bertanya apakah perbuatannya benar atau tidak, maka saya akan menjawab "tidak benar" walaupun dia tetap mencintai Anda. Tetapi harus saya akui bahwa jawaban ini lebih didasarkan kepada alasan moral, yang menuntut bahwa cinta haruslah total kepada satu orang, termasuk manifestasi seksualnya. Apalagi kemudian ternyata bahwa Anda mengalami penyakit kelamin, yang pasti tertular dari dia yang mendapatkannya dari WTS itu.

Mengenai hubungan selanjutnya dengan dia, tentu sangat tergantung kepada Anda dan dia. Kalau Anda masih mencintai dia dan dapat memaafkan dia, tentu Anda dapat teruskan. Tetapi, dia harus menjamin dirinya sendiri tidak akan melakukan lagi perbuatan yang tidak dapat Anda terima itu. Sebaliknya, kalau Anda merasa tidak dapat melupakan perbuatannya itu, lebih baik jangan teruskan hubungan dengan dia. Tetapi yang pasti, tidak ada manusia yang tidak pernah membuat kesalahan. Hanya jenis kesalahannya yang berbeda.

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com