Orgasme Berkali-kali dan Tertular
Penyakit
SAYA
seorang wanita berumur 33 tahun. Pertama bersuami saya berumur 27
tahun. Dua tahun menikah saya minta cerai karena suami ternyata
sudah punya istri dan anak. Selama menikah sampai cerai saya tak
pernah merasakan di mana nikmatnya hubungan suami-istri. Saya tak
pernah tahu orgasme itu yang seperti apa.
Tiga tahun lalu saya menikah lagi dengan suami
sekarang, umurnya sekarang 34 tahun. Dalam dua tahun pertama,
hubungan yang saya lakukan juga sama seperti dulu, saya tak
merasakan apa-apa. Tetapi sejak setahun terakhir ini saya
mengalami perubahan luar biasa. Saya dapat merasakan orgasme
setiap berhubungan dengan suami, bahkan sampai berkali-kali.
Yang saya tanyakan, mengapa dengan suami dulu saya
tidak pernah merasakan orgasme? Apa tidak mengganggu kesehatan
kalau terus mengalami orgasme berkali-kali? Sebab, setelah itu
saya merasa sangat lemas dan mengantuk sekali. Kalau mengganggu
kesehatan, bagaimana sebaiknya? Apakah ini normal pada wanita?
SAN, Singaraja
Hubungan seksual adalah aktivitas yang dilakukan
oleh dua orang. Maka reaksi seksual yang muncul juga ditentukan
oleh pasangan, yaitu bagaimana reaksi psikis terhadap pasangan,
bagaimana rangsangan yang diberikan oleh pasangan, dan bagaimana
fungsi seksual pasangan.
Kalau dengan suami dulu Anda tidak pernah mencapai
orgasme, tentu ada faktor yang menghambat yang mungkin berasal
dari dia. Mungkin hambatan psikis karena mengetahui dia sudah
punya istri. Mungkin rangsangan yang dia berikan tidak cukup
efektif, dan mungkin juga fungsi seksualnya tidak sebaik suami
sekarang. Sebagai contoh, kalau suami yang dulu mengalami
ejakulasi dini, tentu itu menghambat Anda mencapai orgasme.
Syukurlah kalau Anda dapat mencapai orgasme dengan
suami sekarang, bahkan berkali-kali. Itu berarti tidak ada faktor
yang menghambat dari suami sekarang. Sebagian wanita memang dapat
mencapai orgasme berkali-kali setiap melakukan hubungan seksual.
Anda termasuk seorang di antaranya. Jadi pengalaman orgasme
berkali-kali adalah sesuatu yang normal pada wanita. Walaupun,
tentu saja, tidak semua wanita mengalami seperti ini, antara lain
karena tergantung pada rangsangan yang diterima. Yang pasti
orgasme berkali-kali tidak akan mengganggu kesehatan Anda.
Tetapi kalau Anda merasakan lemas dan mengantuk
setelah mencapai orgasme berkali-kali, itu adalah sesuatu yang
wajar. Reaksi seksual yang Anda alami sampai mencapai orgasme,
apalagi berkali-kali, tentu memerlukan energi. Maka kalau setelah
itu Anda merasa lemas, tentu itu sebagai akibatnya. Rasa mengantuk
yang timbul, juga disebabkan oleh keluarnya suatu bahan yang
menyerupai morfin.
SAYA
seorang gadis berusia 28 tahun. Saya pernah pacaran selama delapan
tahun. Kami sudah sering berhubungan intim, karena kami sudah
rencanakan menikah tahun depan. Tetapi sekarang saya sudah
membatalkan menikah, karena pacar saya melakukan hubungan seks
dengan WTS waktu saya mengikuti program di AS selama tiga bulan.
Pada mulanya pacar saya tidak mengaku. Tetapi
karena saya mengalami keputihan yang berbau, saya curiga. Lagi
pula saya sudah berobat ke dua dokter tetapi tidak sembuh.
Akhirnya pacar saya mengaku bahwa waktu saya pergi, dia mencari
WTS di Sanur. Saya ambil keputusan meninggalkan dia, karena saya
kecewa dan jengkel terkena penyakit yang memalukan ini.
Saya periksa ke dokter lain, dan dari hasil
permeriksaan laboratorium dokter menyimpulkan saya tertular GO
dari hubungan seks. Pasti saya tertular dari pacar saya karena
saya tidak pernah melakukan dengan orang lain. Anehnya, pacar saya
masih sering datang, dan tidak mau putus. Apa artinya ini? Kalau
dia memang cinta saya, mengapa sampai hati mencari WTS? Apakah
saya harus kembali dengan dia?
ST,
Denpasar
Saya pikir Anda perlu tahu bahwa cinta memang tidak
sama dengan dorongan seksual (gairah seksual). Tetapi acapkali
keduanya dikaburkan. Padahal jelas sekali keduanya memang berbeda.
Mungkin benar pacar Anda mencintai Anda, dan hanya Anda yang dapat
merasakan melalui sikap dan perbuatan terhadap Anda. Tetapi kalau
kemudian dia melakukan hubungan seksual dengan WTS ketika Anda
sedang berada di AS, itu soal lain. Itu hanyalah suatu pelepasan
ketegangan seksual, tak ada kaitan dengan cinta. Masalahnya, Anda
dan banyak orang tidak dapat menerima kenyataan ini.
Kalau Anda bertanya apakah perbuatannya benar atau
tidak, maka saya akan menjawab "tidak benar" walaupun dia tetap
mencintai Anda. Tetapi harus saya akui bahwa jawaban ini lebih
didasarkan kepada alasan moral, yang menuntut bahwa cinta haruslah
total kepada satu orang, termasuk manifestasi seksualnya. Apalagi
kemudian ternyata bahwa Anda mengalami penyakit kelamin, yang
pasti tertular dari dia yang mendapatkannya dari WTS itu.
Mengenai hubungan selanjutnya dengan dia, tentu
sangat tergantung kepada Anda dan dia. Kalau Anda masih mencintai
dia dan dapat memaafkan dia, tentu Anda dapat teruskan. Tetapi,
dia harus menjamin dirinya sendiri tidak akan melakukan lagi
perbuatan yang tidak dapat Anda terima itu. Sebaliknya, kalau Anda
merasa tidak dapat melupakan perbuatannya itu, lebih baik jangan
teruskan hubungan dengan dia. Tetapi yang pasti, tidak ada manusia
yang tidak pernah membuat kesalahan. Hanya jenis kesalahannya yang
berbeda.