Pasiennya sering Muntah-muntah
PRAKTIK
aborsi yang digeluti I Ketut Arik Wiantara, SKG. cukup profesional
dan sistematis. Buktinya, ia memiliki asisten dokter aborsi dan
juga sales aborsi. Dokter gigi asal Cemagi, Mengwi itu juga
bersikap tertutup kepada tetangga dan lingkunganya.
''Setahu saya, Ketut Arik Wiantara sebagai dokter
gigi. Pelaku memang rada tertutup. Sangat jarang
berbincang-bincang dan bertegur sapa dengan tetangga,'' ujar Ni
Kadek As, salah seorang tetangganya.
Selain sikap ketertutupanya itu, dokter Arik juga
memiliki naluri bisnis cukup kental. Kadek yang tak mau
identitasnya ditulis lengkap ini sempat merasakan pengalamannya.
Sewaktu membangun rumah di belakang, sang dokter tega memintai
uang Rp 250 ribu sebagai kompensasi uang perbaikan gang yang
diperbaikinya.
Hal senada disampaikan Wayan Budi. Dia mencium
hal-hal kurang beres pada praktik dokter gigi Arik sejak 6 bulan
silam. Namun, ia mengaku enggan intervensi soal itu karena itu
bukan merupakan tanggung jawabnya. Ia juga sering melihat pasien
lemes dan muntah-muntah, namun tidak berani menuduh yang
tidak-tidak.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Br. Bekul, Ketut
Karyana, menyatakan tidak tahu persis eksistensi praktik Arik.
Namun, ia tidak menampik suara minor soal dokter ini. ''Saya tak
tahu berapa jumlah pasien yang datang ke sana. Namun, sekali waktu,
saya pernah melihat ada orang dibonceng sepeda motor ke tempat
praktik dokter gigi Arik. Entah bagaimana kasusnya saya tidak tahu,''
ujar Ketut Karyana. (ram)