Impor
Beras
Lagi
Setelah
mengimpor
beras
sejumlah 70.000 ton pada
tahun 2005
ini,
pemerintah bermaksud
mengimpor
beras
lagi pada
awal 2006
dengan
alasan untuk
menjaga
keamanan pasokan
pangan.
Saya semakin
berpikir
dan
berpikir lagi
terhadap
kebijakan
pemerintah yang
dengan ''mudahnya''
mengambil
keputusan
untuk
impor beras
tanpa
ada upaya-upaya
internal untuk
mengatasi
kekurangan
pasokan
pangan. Semestinya
ada
beberapa upaya yang
harus
dilakukan oleh
pemerintah
untuk
mengatasi impor
beras yang
sepertinya
tidak
memihak petani
di
dalam negeri.
Upaya-upaya
dimaksud
adalah:
1. Meningkatkan
insentif
petani-petani
di
dalam negeri
untuk
semakin ''bernafsu''
berusaha
tani di
lahan
sawahnya, misalnya
dengan
memperlancar ketersediaan
sarana
produksi pertanian,
kemudahan
skema
kredit atau
subsidi
sarana produksi
pertanian,
keamanan
ketersediaan air
irigasi,
dan
sebagainya.
2. Membentuk
lembaga-lembaga
di
pedesaan atau
di
tingkat kabupaten
yang mampu
membeli
gabah petani
dengan
harga yang layak,
dan
bekerja sama
dengan
pengusaha penggilingan
padi.
Upaya ini
dimaksudkan
untuk
memberikan jaminan
terhadap
harga
gabah yang terkadang
''dirasakan''
tidak
memberikan keuntungan
bagi
petani.
3. Menyediakan
asuransi
pertanian
guna
menjamin kegiatan
produksi
pertanian yang
dilakukan
oleh
petani, yaitu
mengantisipasi
gagal
panen.
4. Menciptakan
berbagai
kebijaksanaan yang
benar-benar
memihak
kepada petani,
baik
secara individu
maupun
berkelompok (subak),
sehingga
mereka
mampu memiliki
daya
saing yang lebih
kuat
terhadap produk-produk
yang dihasilkannya.
Dorongan
''nafsu'' yang
kuat
dari dalam
diri
petani atau
lembaganya (subak)
akan
selalu muncul
ketika
di depan
mereka
melihat ada ''suatu
titik'' yang
cerah, yang
memberikan
kebanggaan,
khususnya
terhadap
hasil
produksinya. Peningkatan
produksi
dan
harga yang layak
dari
gabahnya akan
memberikan
keuntungan
bagi
petani dan
sekaligus
akan
semakin merangsang
lagi
untuk berproduksi.
Sehingga
di masa
depan,
para petani
semakin
bergairah dan
tetap
bertahan untuk
berproduksi
lebih
banyak lagi.
Prinsipnya
adalah ''petani
semakin
kaya, bangsa
Indonesia semakin
mandiri''.
Ir. Gede
Sedana,
M.Sc.
Jl.
Teratai, No. 12
Singaraja