kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Surat Pembaca


Impor Beras Lagi

Setelah mengimpor beras sejumlah 70.000 ton pada tahun 2005 ini, pemerintah bermaksud mengimpor beras lagi pada awal 2006 dengan alasan untuk menjaga keamanan pasokan pangan. Saya semakin berpikir dan berpikir lagi terhadap kebijakan pemerintah yang dengan ''mudahnya'' mengambil keputusan untuk impor beras tanpa ada upaya-upaya internal untuk mengatasi kekurangan pasokan pangan. Semestinya ada beberapa upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi impor beras yang sepertinya tidak memihak petani di dalam negeri. Upaya-upaya dimaksud adalah:

1. Meningkatkan insentif petani-petani di dalam negeri untuk semakin ''bernafsu'' berusaha tani di lahan sawahnya, misalnya dengan memperlancar ketersediaan sarana produksi pertanian, kemudahan skema kredit atau subsidi sarana produksi pertanian, keamanan ketersediaan air irigasi, dan sebagainya.

2. Membentuk lembaga-lembaga di pedesaan atau di tingkat kabupaten yang mampu membeli gabah petani dengan harga yang layak, dan bekerja sama dengan pengusaha penggilingan padi. Upaya ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan terhadap harga gabah yang terkadang ''dirasakan'' tidak memberikan keuntungan bagi petani.

3. Menyediakan asuransi pertanian guna menjamin kegiatan produksi pertanian yang dilakukan oleh petani, yaitu mengantisipasi gagal panen.

4. Menciptakan berbagai kebijaksanaan yang benar-benar memihak kepada petani, baik secara individu maupun berkelompok (subak), sehingga mereka mampu memiliki daya saing yang lebih kuat terhadap produk-produk yang dihasilkannya.

Dorongan ''nafsu'' yang kuat dari dalam diri petani atau lembaganya (subak) akan selalu muncul ketika di depan mereka melihat ada ''suatu titik'' yang cerah, yang memberikan kebanggaan, khususnya terhadap hasil produksinya. Peningkatan produksi dan harga yang layak dari gabahnya akan memberikan keuntungan bagi petani dan sekaligus akan semakin merangsang lagi untuk berproduksi. Sehingga di masa depan, para petani semakin bergairah dan tetap bertahan untuk berproduksi lebih banyak lagi. Prinsipnya adalah ''petani semakin kaya, bangsa Indonesia semakin mandiri''.

Ir. Gede Sedana, M.Sc.
Jl
. Teratai, No. 12 Singaraja

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)