Hotel Melati
dan
Panti Pijat
Digerebek-
Dua
Pasangan Selingkuh
dan
Tujuh PSK Diciduk
Mataram
(Suara NTB)-
Setelah
sempat
istirahat sekitar
tiga
pekan, Polsek
Cakranegara
kembali
melakukan gebrakan.
Selasa (13/12)
kemarin, hotel
melati,
tempat kos
dan
panti pijat
terselubung
menjadi
sasaran penggerebekan.
Operasi yang
digelar
serangkaian pengamanan
perayaan Natal
dan
Tahun Baru 2006
ini,
guna mengantisipasi
masuknya
buronan
teroris yang mungkin
bersembunyi
di
wilayah ini.
Hasilnya,
tak ada
warga
asing yang mencurigakan
yang diamankan.
Tetapi
tujuh wanita yang
diduga
berprofesi sebagai
PSK dan
dua pasang
selingkuh
berhasil
diciduk.
Operasi
penggrebekan
di
bawah komando
Kapolsek
Cakranegara AKP
Windro
Akbar Panggabean, SIK,
mulai
digelar sekitar
pukul 15.30
Wita.
Sasaran pertama yang
dituju
yakni
Hotel T, sebuah hotel
melati yang
berlokasi
di
belakang Pasar
Beras
Cakranegara. Penggerebekan
yang menurunkan
kekuatan
penuh (intel,
reserse
dan lantas),
kontan
menyedot perhatian
warga
sekitarnya.
Begitu
tim
turun, kamar-kamar
di hotel
melati
itu langsung
digeledah.
Penggeledahan
di Hotel T
berlangsung
tegang,
menyusul adanya
perlawanan
dari
seorang wanita yang
diduga PSK.
Wanita
berparas manis
ini,
sempat menolak
diangkut
polisi.
Bahkan ketika
dipaksa,
ia
berteriak histeris
hingga
mengundang perhatian
warga yang
memadati
jalan
di depan Hotel T.
Di
hotel yang ditengarai
kerap
dijadikan tempat
ajang
mesum oleh
penyewanya,
berhasil
diamankan
dua
pasangan selingkuh.
Di hotel yang
sama,
juga diciduk
tiga
wanita yang diduga
berprofesi
sebagai PSK.
Di hotel
ini,
polisi berhasil
mengamankan
tujuh
orang (dua
laki-laki
dan lima
wanita)
masing-masing, Ib,
TF,BAS, Am, Sup, WT dan SR.
Penggerebekan
berikutnya
dilanjutkan
ke
belakang
Hotel T, tepatnya
ke Home Stay L.
Polisi
sempat menggeledah
seluruh
kamar penginapan yang
lokasinya
di
sebuah gang sempit
itu.
Namun hasilnya
nihil.
Operasi kembali
dilajutkan
ke
Jalan Kutilang,
Cakranegara.
Di
rumah milik
Wayan T,
polisi
melakukan penggeledahan.
Hasilnya
empat
wanita berparas
ayu
berhasil diamankan.
Ke
empat
wanita yang seluruhnya
asal
Jember, Jawa
Timur (Jatim)
itu
masing-masing, ES (30), Rus
(28), LS (33) dan RP (28).
Mereka
mengaku berprofesi
sebagai
tukang pijat.
Tanpa
melakukan perlawanan
mereka
langsung diangkut
ke
mobil patroli
polisi.
Operasi penggerebekan
terus
berlanjut ke
beberapa
penginapan
dan hotel
melati
lainnya di
wilayah
hukum Polsek
Cakranegara.
Di
antaranya
ke Hotel As, Hotel S
dan
beberapa penginapan.
Dalam
penggerebkan di
beberapa
tempat
itu, hasilnya
nihil.
Tidak ditemukan
warga
asing yang mencurigakan
serta PSK yang
menjadi target
operasi.
Operasi
penggerebekan baru
berakhir
sekitar
pukul 18.00 wita.
Tercatat 11
warga
berhasil dijaring
dan
digelandang ke
Polsek
Cakranegara.
Hingga
berita
ini ditulis,
polisi
masih memeriksa
ke 11
warga tersebut.
Sementara
Kapolsek
Cakranegara AKP.
Windro
Akbar Panggabean, SIK
menjelaskan,
razia yang
digelar
jajarannya, merupakan
tindak
lanjut dari
perintah
pimpinan
Polri
dalam mengantisipasi
dan
menjaga keamanan
menjelang
perayaan Natal 2005
dan
Tahun 2006 mendatang.
Untuk
diketahui
katanya,
pengamanan
menjelang Natal
dan
Tahun Baru
diperketat
untuk
mengantisipasi kemungkinan
dijadikannya
wilayah NTB
khususnya
Cakranegara
sebagai
tempat persembunyian.
''Ada
beberapa buronan
teroris yang
kini
sedang dalam
pengejaran.
Untuk
mengantisipasi dijadikannya
wilayah
Cakranegara sebagai
tempat
persembunyian, itu
yang kita
antisipasi,''
jelasnya,
seraya
menambahkan bahwa
razia
serupa akan
digelar
secara berkesinambungan.
(049)