kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Nusatenggara


Hotel Melati dan Panti Pijat Digerebek-

 Dua Pasangan Selingkuh dan Tujuh PSK Diciduk

Mataram (Suara NTB)-
Setelah
sempat istirahat sekitar tiga pekan, Polsek Cakranegara kembali melakukan gebrakan. Selasa (13/12) kemarin, hotel melati, tempat kos dan panti pijat terselubung menjadi sasaran penggerebekan. Operasi yang digelar serangkaian pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2006 ini, guna mengantisipasi masuknya buronan teroris yang mungkin bersembunyi di wilayah ini. Hasilnya, tak ada warga asing yang mencurigakan yang diamankan. Tetapi tujuh wanita yang diduga berprofesi sebagai PSK dan dua pasang selingkuh berhasil diciduk.

Operasi penggrebekan di bawah komando Kapolsek Cakranegara AKP Windro Akbar Panggabean, SIK, mulai digelar sekitar pukul 15.30 Wita. Sasaran pertama yang dituju yakni Hotel T, sebuah hotel melati yang berlokasi di belakang Pasar Beras Cakranegara. Penggerebekan yang menurunkan kekuatan penuh (intel, reserse dan lantas), kontan menyedot perhatian warga sekitarnya.

Begitu tim turun, kamar-kamar di hotel melati itu langsung digeledah. Penggeledahan di Hotel T berlangsung tegang, menyusul adanya perlawanan dari seorang wanita yang diduga PSK. Wanita berparas manis ini, sempat menolak diangkut polisi. Bahkan ketika dipaksa, ia berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga yang memadati jalan di depan Hotel T.

Di hotel yang ditengarai kerap dijadikan tempat ajang mesum oleh penyewanya, berhasil diamankan dua pasangan selingkuh. Di hotel yang sama, juga diciduk tiga wanita yang diduga berprofesi sebagai PSK. Di hotel ini, polisi berhasil mengamankan tujuh orang (dua laki-laki dan lima wanita) masing-masing, Ib, TF,BAS, Am, Sup, WT dan SR.

Penggerebekan berikutnya dilanjutkan ke belakang Hotel T, tepatnya ke Home Stay L. Polisi sempat menggeledah seluruh kamar penginapan yang lokasinya di sebuah gang sempit itu. Namun hasilnya nihil. Operasi kembali dilajutkan ke Jalan Kutilang, Cakranegara. Di rumah milik Wayan T, polisi melakukan penggeledahan. Hasilnya empat wanita berparas ayu berhasil diamankan.

Ke empat wanita yang seluruhnya asal Jember, Jawa Timur (Jatim) itu masing-masing, ES (30), Rus (28), LS (33) dan RP (28). Mereka mengaku berprofesi sebagai tukang pijat. Tanpa melakukan perlawanan mereka langsung diangkut ke mobil patroli polisi. Operasi penggerebekan terus berlanjut ke beberapa penginapan dan hotel melati lainnya di wilayah hukum Polsek Cakranegara.

Di antaranya ke Hotel As, Hotel S dan beberapa penginapan. Dalam penggerebkan di beberapa tempat itu, hasilnya nihil. Tidak ditemukan warga asing yang mencurigakan serta PSK yang menjadi target operasi. Operasi penggerebekan baru berakhir sekitar pukul 18.00 wita. Tercatat 11 warga berhasil dijaring dan digelandang ke Polsek Cakranegara.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih memeriksa ke 11 warga tersebut. Sementara Kapolsek Cakranegara AKP. Windro Akbar Panggabean, SIK menjelaskan, razia yang digelar jajarannya, merupakan tindak lanjut dari perintah pimpinan Polri dalam mengantisipasi dan menjaga keamanan menjelang perayaan Natal 2005 dan Tahun 2006 mendatang.

Untuk diketahui katanya, pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan dijadikannya wilayah NTB khususnya Cakranegara sebagai tempat persembunyian. ''Ada beberapa buronan teroris yang kini sedang dalam pengejaran. Untuk mengantisipasi dijadikannya wilayah Cakranegara sebagai tempat persembunyian, itu yang kita antisipasi,'' jelasnya, seraya menambahkan bahwa razia serupa akan digelar secara berkesinambungan. (049)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)