Virus Demam
Bisa
Obati Tumor Otak
Virus demam yang
telah
mengalami mutasi
genetik
berhasil menghancurkan
tipe tumor
otak yang
mematikan
dalam
eksperimen terhadap
tikus.
Tahun
depan, para
peneliti
akan
melakukan
terapi
ini pada
manusia.
Para
ilmuwan
mencangkokkan glioblastomas
manusia
ke dalam
otak
tikus, kemudian
menyuntikkan virus
mutan
ke dalam tumor
tersebut.
Glioblastomas
adalah
jenis tumor otak yang
paling banyak
terdapat
pada
manusia dewasa.
Tikus
yang tidak
mendapatkan
terapi,
mati setelah 19
hari.
Sementara
60 persen
tikus yang
mendapatkan
terapi,
hidup dan
tumbuh
pesat selama
empat
bulan.
Jaringan
di
sekitar tumor tersebut
tetap
tak terpengaruh.
Para ilmuwan
kemudian
membunuh
tikus-tikus yang
berhasil
bertahan
hidup
ini untuk
melihat
apa yang
terjadi
dalam otak
mereka.
Para ilmuwan
hanya
menemukan bekas
luka di
mana tumor
tersebut
pernah
bercokol.
Namun,
Dr. Frederick Lang, ahli
bedah
dari Anderson Cancer Center, Houston,
mengingatkan
hasil dramatis
tersebut
belum
memastikan bahwa
virus yang sama
bisa
bekerja pada
manusia.
Para
ilmuwan
telah berhasil
mengobati
banyak
tikus yang dimasuki
sel
kanker, tetapi
sejumlah
terapi
tersebut gagal
ketika
dilakukan pada
manusia.
Namun,
setidaknya
temuan
ini memberi
harapan
bagi jutaan
pasien
kanker di
seluruh
dunia.
Mendengkur
Bisa
Picu Serangan
Jantung
Penyakit
gangguan
pernapasan
di saat
tidur --
salah
satunya mendengkur --
bisa
memicu serangkaian
penyakit
mematikan,
demikian
penelitian yang
dipublikasikan
dalam
jurnal American Medical Association (AMA)
terbaru.
Dr. Susan Redline dari
Rainbow Babies and Children's Hospital
di Ohio
mengadakan riset
terhadap 300
lelaki
dan perempuan
untuk
mengetahui risiko
gangguan
pernapasan
di kala
tidur.
Gangguan yang paling lazim
ditemui
adalah mendengkur
dan
penghentian napas
sesaat yang
dikenal
dengan
nama apnea. ''Gangguan
pernapasan
di saat
tidur
bisa memicu
penyakit
jantung.
Maka
gangguan
napas
seperti itu
perlu
diketahui sejak
dini,
kalau bisa
diantisipasi,''
ujarnya.
Apnea biasanya
disebabkan
oleh
tekanan darah
tinggi yang
kalau
dibiarkan berimbas
pada
serangan jantung
dan stroke.
Mayoritas
gangguan
pernapasan
diderita
oleh
mereka yang kelebihan
berat
badan atau
obesitas.
Sementara
mendengkur
bisa
berakibat pada
munculnya
sakit
kepala sewaktu
bangun
tidur dan
kehilangan
banyak
energi.
Maka
tak heran
mereka yang
mendengkur
akan
tetap
merasa capai
kendati
sudah tidur
semalaman.
Pengobatan
gangguan
tidur
ini beragam,
mulai yang
hanya
mengubah
gaya
hidup
hingga tindakan
pembedahan.
Maka,
kalau
punya kebiasaan
mendengkur
sebaiknya
segera
diobati, daripada
berkembang
menjadi
penyakit berbahaya
di
kemudian hari.
(sut,
berbagai
sumber)