kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Kesehatan


Virus Demam Bisa Obati Tumor Otak

Virus demam yang telah mengalami mutasi genetik berhasil menghancurkan tipe tumor otak yang mematikan dalam eksperimen terhadap tikus. Tahun depan, para peneliti akan melakukan terapi ini pada manusia.

Para ilmuwan mencangkokkan glioblastomas manusia ke dalam otak tikus, kemudian menyuntikkan virus mutan ke dalam tumor tersebut. Glioblastomas adalah jenis tumor otak yang paling banyak terdapat pada manusia dewasa.

Tikus yang tidak mendapatkan terapi, mati setelah 19 hari. Sementara 60 persen tikus yang mendapatkan terapi, hidup dan tumbuh pesat selama empat bulan. Jaringan di sekitar tumor tersebut tetap tak terpengaruh.

Para ilmuwan kemudian membunuh tikus-tikus yang berhasil bertahan hidup ini untuk melihat apa yang terjadi dalam otak mereka. Para ilmuwan hanya menemukan bekas luka di mana tumor tersebut pernah bercokol.

Namun, Dr. Frederick Lang, ahli bedah dari Anderson Cancer Center, Houston, mengingatkan hasil dramatis tersebut belum memastikan bahwa virus yang sama bisa bekerja pada manusia. Para ilmuwan telah berhasil mengobati banyak tikus yang dimasuki sel kanker, tetapi sejumlah terapi tersebut gagal ketika dilakukan pada manusia. Namun, setidaknya temuan ini memberi harapan bagi jutaan pasien kanker di seluruh dunia.

 

Mendengkur Bisa Picu Serangan Jantung

 

Penyakit gangguan pernapasan di saat tidur -- salah satunya mendengkur -- bisa memicu serangkaian penyakit mematikan, demikian penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American Medical Association (AMA) terbaru.

Dr. Susan Redline dari Rainbow Babies and Children's Hospital di Ohio mengadakan riset terhadap 300 lelaki dan perempuan untuk mengetahui risiko gangguan pernapasan di kala tidur. Gangguan yang paling lazim ditemui adalah mendengkur dan penghentian napas sesaat yang dikenal dengan nama apnea. ''Gangguan pernapasan di saat tidur bisa memicu penyakit jantung. Maka gangguan napas seperti itu perlu diketahui sejak dini, kalau bisa diantisipasi,'' ujarnya.

Apnea biasanya disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang kalau dibiarkan berimbas pada serangan jantung dan stroke. Mayoritas gangguan pernapasan diderita oleh mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Sementara mendengkur bisa berakibat pada munculnya sakit kepala sewaktu bangun tidur dan kehilangan banyak energi. Maka tak heran mereka yang mendengkur akan tetap merasa capai kendati sudah tidur semalaman.

Pengobatan gangguan tidur ini beragam, mulai yang hanya mengubah gaya hidup hingga tindakan pembedahan. Maka, kalau punya kebiasaan mendengkur sebaiknya segera diobati, daripada berkembang menjadi penyakit berbahaya di kemudian hari. (sut, berbagai sumber)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)