Tertawa
Hilangkan
Stres,
Cegah Penyakit
TERTAWA
adalah
pekerjaan yang paling mudah,
asal
ada pemicu
tentunya
raut
muka yang tadinya
tegang
berubah riang
gembira.
Siapa
yang tak
suka
melihat wajah yang
mampu
menyenangkan perasaan
orang.
Terlebih
pasangan
Anda,
tentunya bila
ia
tersenyum.
Bermacam
latar
senyum dapat
kita
kembangkan.
Karena
kenangan
indah
atau lelucon yang
dilontarkan
rekan
kerja Anda.
Namun
persoalannya,
kadang
hal sepele
itu
kerap dilupakan
akibat
berbagai tuntutan
hidup yang
berbuntut
stres.
Padahal
stres
dan psikomatik
itu
bukanlah persoalan
baru
dan sudah
sejak
pertengahan abad
lalu
banyak dibahas.
Kendati
demikian,
belum
banyak teori yang
menyangkut
stres
bermunculan.
''Stres yang
berkepanjangan (kronik)
akan
menyebabkan
sistem
kekebalan (imun)
menurun.
Akibatnya
berbagai
penyakit
dan
kelemahan menurun.
Malahan
mampu
menyebabkan kanker
hingga stroke,''
kata Dr.
Yul
Iskandar, Ph.D.
Menurut
pakar
stres dari
Yayasan Dharma
Graha
ini, dua
jenis
stres yang beredar
di
kalangan eksekutif
muda,
merupakan gambaran
dari
kenyataan yang ada
di ibu
kota.
''Fondasi
dasar
penyebab muka
tertekuk
dan
gairah menurun
adalah
timbulnya rasa
lelah
berlebihan diikuti
depresi
akut,'' tandas
Yul
Iskandar.
Penyebaran
luasan
tulisan dan
teknik Escape
From Stress
akan
meningkatkan kualitas
hidup,
prevensi terhadap
penyakit yang
mematikan
seperti stroke
dan
serangan jantung,
kanker
hingga gejala
kepanikan.
Jalan
Keluar
Beban
hidup
dan tuntutan
hidup yang
harus
dipenuhi tidak
mudah
membuat tertawa
menjadi
barang langka.
Padahal
tertawa
sangat berefek
positif
pada mental seseorang.
Tidak
heran
kalau psikiater
Yul
Iskandar menyarankan
agar orang
tertawa.
Pasalnya,
orang yang
mudah
tertawa lebih
cepat
sembuh dari
penyakit
daripada
orang yang
lebih
banyak mengeluh,
apalagi
menangis.
Banyak
sajian
lawak ditayangkan
stasiun
televisi.
Bisa
dikatakan
semua
stasiun televisi
menyajikan
acara yang
membuat
pemirsa terpingkal.
Tetapi
menurut
psikiater dari RS
Dharma Graha
ini,
tertawa biasa
atau yang
dibut-buat
berbeda
dengan terapi
tertawa.
Terapi
tertawa
merupakan tertawa
yang dimulai
dengan
tahap demi
tahap.
Sehingga
efek yang
dirasakan
bagi yang
tertawa
betul-betul bermanfaat.
Malahan
penderita
gangguan mental
bisa
disembuhkan dengan
terapi
tertawa.
Tidak
heran
kalau RS Dharma Graha
telah
mengembangkan terapi
tertawa
sejak akhir 1990-an.
Teknik
Terapi
Teknik
ini
dikembangkan oleh RS
Dharma Graha.
Biasanya
dianjurkan
dilakukan
dalam
grup minimal
lima
hingga 10
orang
ke atas.
Pemandu yang
menguasai
materi,
mampu dan
mudah
tertawa amat
diperlukan
dan
harus mengemukakan
pada
seluruh kelompok
bahwa
akan
dilakukan
terapi
tertawa.
Sebelum
dimulai
tertawa bersama,
harus
dilakukan pernapasan
dengan
latihan pernapasan
yang meliputi
pernapasan
perut
atau pernapasan
diafragma.
Kemudian
pemandu
memberi aba-aba
untuk
tertawa bersama-sama,
sekeras-keras
dan
selebar-lebarnya.
Bila grup
kurang
kompak, maka
tertawa
akan
berlangsung
singkat.
Bila
hal itu
terjadi,
perlu
diulangi dengan
mulai
latihan pernapasan
dan
pemandu memberi
kode
untuk tertawa
dengan nada
haa-haa-haa-hii-hii-hii-huu-huu-huu
lalu
tertawalah sekeras-kerasnya.
Ada
pantangan
dalam
terapi ini,
jangan
dilakukan bila
grup
kurang dari
lima.
Jangan
mentertawakan orang
lain dan
tidak
perlu joke yang konyol
atau
basi yang dapat
membuat
marah teman
grup.
Terapi
tertawa
membuat muka
menjadi
relaksasi, kerut-kerut
hilang
tampak awet
muda
kembali.
Tertawa
dalam 5-10
menit
dapat merangsang
pengeluaran endorphin,
serotin
ditambah melatonin.
Yang merupakan
zat
kimia positif.
Release dari
zat
tersebut menyebabkan
perasaan
tenang
dan tenteram.
Tertawa
juga
mengurangi pengeluaran
adrenalin, kortisol
dan
radikal bebas yang
disebut
zat kimia
jahat.
Selain
itu dapat
juga
menurunkan tekanan
darah
dan detak
jantung,
mengurangi
kadar
kolesterol
jahat.
Sistem immune juga
dirangsang
dengan
tertawa, yaitu
salah
satunya melalui
sel
antikanker yang
akan
memakan
sel kanker
dalam
tubuh.
Jadi,
tunggu
apa
lagi.
Bila Anda
banyak
memiliki waktu
luang
saat jam makan
siang
di
kantor Anda,
cobalah
tertawa sepuas-puasnya
atau
seringlah tertawa
dengan
rekan kerja
Anda.
Asal
tentu
saja lihat
lokasi
dan kondisi
Anda
saat itu.
Selamat
mencoba.
(sut,
berbagai
sumber)