kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Kesehatan


Tertawa
Hilangkan Stres, Cegah Penyakit

TERTAWA adalah pekerjaan yang paling mudah, asal ada pemicu tentunya raut muka yang tadinya tegang berubah riang gembira. Siapa yang tak suka melihat wajah yang mampu menyenangkan perasaan orang. Terlebih pasangan Anda, tentunya bila ia tersenyum.

Bermacam latar senyum dapat kita kembangkan. Karena kenangan indah atau lelucon yang dilontarkan rekan kerja Anda. Namun persoalannya, kadang hal sepele itu kerap dilupakan akibat berbagai tuntutan hidup yang berbuntut stres. Padahal stres dan psikomatik itu bukanlah persoalan baru dan sudah sejak pertengahan abad lalu banyak dibahas. Kendati demikian, belum banyak teori yang menyangkut stres bermunculan.

''Stres yang berkepanjangan (kronik) akan menyebabkan sistem kekebalan (imun) menurun. Akibatnya berbagai penyakit dan kelemahan menurun. Malahan mampu menyebabkan kanker hingga stroke,'' kata Dr. Yul Iskandar, Ph.D.

Menurut pakar stres dari Yayasan Dharma Graha ini, dua jenis stres yang beredar di kalangan eksekutif muda, merupakan gambaran dari kenyataan yang ada di ibu kota. ''Fondasi dasar penyebab muka tertekuk dan gairah menurun adalah timbulnya rasa lelah berlebihan diikuti depresi akut,'' tandas Yul Iskandar.

Penyebaran luasan tulisan dan teknik Escape From Stress akan meningkatkan kualitas hidup, prevensi terhadap penyakit yang mematikan seperti stroke dan serangan jantung, kanker hingga gejala kepanikan.

 

Jalan Keluar

 

Beban hidup dan tuntutan hidup yang harus dipenuhi tidak mudah membuat tertawa menjadi barang langka. Padahal tertawa sangat berefek positif pada mental seseorang.

Tidak heran kalau psikiater Yul Iskandar menyarankan agar orang tertawa. Pasalnya, orang yang mudah tertawa lebih cepat sembuh dari penyakit daripada orang yang lebih banyak mengeluh, apalagi menangis. Banyak sajian lawak ditayangkan stasiun televisi. Bisa dikatakan semua stasiun televisi menyajikan acara yang membuat pemirsa terpingkal. Tetapi menurut psikiater dari RS Dharma Graha ini, tertawa biasa atau yang dibut-buat berbeda dengan terapi tertawa.

Terapi tertawa merupakan tertawa yang dimulai dengan tahap demi tahap. Sehingga efek yang dirasakan bagi yang tertawa betul-betul bermanfaat. Malahan penderita gangguan mental bisa disembuhkan dengan terapi tertawa. Tidak heran kalau RS Dharma Graha telah mengembangkan terapi tertawa sejak akhir 1990-an.

 

Teknik Terapi

 

Teknik ini dikembangkan oleh RS Dharma Graha. Biasanya dianjurkan dilakukan dalam grup minimal lima hingga 10 orang ke atas. Pemandu yang menguasai materi, mampu dan mudah tertawa amat diperlukan dan harus mengemukakan pada seluruh kelompok bahwa akan dilakukan terapi tertawa.

Sebelum dimulai tertawa bersama, harus dilakukan pernapasan dengan latihan pernapasan yang meliputi pernapasan perut atau pernapasan diafragma. Kemudian pemandu memberi aba-aba untuk tertawa bersama-sama, sekeras-keras dan selebar-lebarnya. Bila grup kurang kompak, maka tertawa akan berlangsung singkat. Bila hal itu terjadi, perlu diulangi dengan mulai latihan pernapasan dan pemandu memberi kode untuk tertawa dengan nada haa-haa-haa-hii-hii-hii-huu-huu-huu lalu tertawalah sekeras-kerasnya.

Ada pantangan dalam terapi ini, jangan dilakukan bila grup kurang dari lima. Jangan mentertawakan orang lain dan tidak perlu joke yang konyol atau basi yang dapat membuat marah teman grup. Terapi tertawa membuat muka menjadi relaksasi, kerut-kerut hilang tampak awet muda kembali.

Tertawa dalam 5-10 menit dapat merangsang pengeluaran endorphin, serotin ditambah melatonin. Yang merupakan zat kimia positif. Release dari zat tersebut menyebabkan perasaan tenang dan tenteram. Tertawa juga mengurangi pengeluaran adrenalin, kortisol dan radikal bebas yang disebut zat kimia jahat. Selain itu dapat juga menurunkan tekanan darah dan detak jantung, mengurangi kadar kolesterol jahat. Sistem immune juga dirangsang dengan tertawa, yaitu salah satunya melalui sel antikanker yang akan memakan sel kanker dalam tubuh.

Jadi, tunggu apa lagi. Bila Anda banyak memiliki waktu luang saat jam makan siang di kantor Anda, cobalah tertawa sepuas-puasnya atau seringlah tertawa dengan rekan kerja Anda. Asal tentu saja lihat lokasi dan kondisi Anda saat itu. Selamat mencoba. (sut, berbagai sumber)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)