Mengatasi
Gangguan
Pernapasan
Gangguan
napas
dapat disebabkan
oleh
banyak hal,
di
antaranya penyakit
dan
kecelakaan.
Gangguan
napas
bisa berakibat fatal
kalau
kita tidak
tahu
cara
menolongnya.
Gangguan
napas yang
mungkin
saja terjadi
di
lingkungan atau
di
rumah kita
adalah
gangguan akibat
suatu
kecelakaan atau
tersedak, yang
dapat
menyebabkan terhentinya
jantung
dan paru.
Bagaimana
gangguan
napas
terjadi?
===========================================================
Berkurangnya
oksigen
di dalam
tubuh
kita
akan memberikan
suatu
keadaan yang disebut
hipoksia.
Hipoksia
ini
dikenal dengan
istilah
sesak napas.
Frekuensi
napas
pada keadaan
sesak
napas lebih
cepat
daripada keadaan
normal. Oleh
karena
itu, bila
sesak
napas ini
berlangsung lama
maka
akan
memberikan
kelelahan
pada
otot-otot pernapasan.
Kelelahan
otot-otot
napas
akan
mengakibatkan
terjadinya
penumpukan
sisa-sisa
pembakaran
berupa gas CO2. Gas CO2 yang
tinggi
ini akan
mempengaruhi
susunan
saraf pusat
dengan
menekan pusat
napas yang
ada di
sana.
Keadaan
ini
dikenal dengan
istilah
henti napas.
Otot
jantung
juga membutuhkan
oksigen
untuk berkontraksi
agar darah
dapat
dipompa keluar
dari
jantung ke
seluruh
tubuh.
Dengan
berhentinya napas
maka
oksigen tidak
ada
sama
sekali
di dalam
tubuh
sehingga jantung
tidak
dapat berkontraksi
dan
akibatnya terjadi
keadaan yang
disebut
henti jantung.
Penyebab
henti
napas dan
henti
jantung.
Penyebab
henti
napas dan
henti
jantung ini
sangat
banyak. Setiap
peristiwa
atau
penyakit
apa pun yang
menyebabkan
berkurangnya
oksigen
dalam tubuh
dapat
menimbulkan keadaan
henti
napas dan
henti
jantung. Penyakit
dan
keadaan yang dapat
menyebabkan
henti
napas dan
henti
jantung antara lain:
a. Penyakit
paru-paru,
seperti
radang paru, TBC,
asma,
dan bronchitis.
b. Penyakit
jantung,
seperti
jantung koroner,
jantung
bawaan, dan
penyakit
jantung
lainnya.
c. Kecelakaan
lalu
lintas yang mengenai
rongga dada.
d. Penyakit-penyakit yang
mngenai
susunan saraf.
e. Sumbatan
jalan
napas oleh
benda
asing, misal:
tersedak.
Cara Mengatasi
Henti
Napas dan
Henti
Jantung
Bila
di
sekitar Anda
ada
orang atau
bahkan
balita Anda
sendiri
mengalami kecelakaan
yang mengakibatkan
gangguan
pernapasan,
apa
yang harus
Anda
lakukan?
Ada
tiga
hal penting yang
harus
diperhatikan oleh
seorang
penolong korban
henti
napas dan
henti
jantung dalam
melakukan
tindakan-tindakan
bantuan
hidup dasar.
1. Jalan
napas
korban harus
dalam
keadaan terbuka.
Tujuannya
agar oksigen
bisa
masuk ke
tubuh
korban.
2. Pernapasan
harus
berlangsung terus
sampai
bantuan tenaga
kesehatan
datang.
Hal
ini
dimaksudkan agar oksigen
masuk
ke dalam
aliran
peredaran darah
paru-paru.
3. Darah
harus
mengalir ke
seluruh
tubuh supaya
oksigen
dapat dibawa
oleh
darah ke
semua organ-organ
tubuh
terutama otak.
Sebelum
melakukan
langkah-langkah
bantuan
hidup dasar
ini,
penolong harus
menentukan
kesadaran
dari
korban terlebih
dahulu.
Cara
menentukan
kesadaran
seseorang
korban
adalah dengan
menilai
respons korban
terhadap
sentuhan
atau
panggilan dari
penolong.
Langkah-langkah
bantuan
hidup dasar
terdiri
dari tiga
tahap:
a.
Memeriksa
Jalan
Napas
Pada
korban yang
tidak
sadar
akan terjadi
relaksasi
dari
otot-otot termasuk
otot-otot
di
dalam mulut.
Akibatnya
lidah
akan
jatuh
ke bagian
belakang
dari
tenggorokan dan
akan
menutupi jalan
napas.
Akibatnya,
korban
tidak dapat
bernapas.
Penutupan
jalan
napas ini
juga
dapat disebabkan
oleh
gigi palsu,
sisa-sisa
muntahan,
atau
benda asing
lainnya.
Di
sini
penolong memeriksa
apakah
korban masih
bernapas
atau
tidak.
Bila
tidak
bernapas akibat
adanya
sumbatan maka
penolong
harus
membersihkan jalan
napas
ini agar menjadi
terbuka.
Korban
dibaringkan
terlentang.
Penolong
berlutut.
Di
samping
korban sebelah
kanan
pada posisi
sejajar
dengan bahu.
Letakkan
tangan
kiri penolong
di atas
dahi
korban dan
tekan
ke arah
bawah
dan tangan
kanan
penolong mengangkat
dagu
korban ke
atas.
Tindakan
ini
akan
membuat
lidah tertarik
ke
depan dan
jalan
napas terbuka
serta
akan membentuk
satu
garis lurus
sehingga
oksigen
mudah masuk.
Dekatkan
wajah
Anda ke
wajah
korban, dengar
serta
rasakan embusan
napas
korban sambil
melihat
ke arah dada
korban
apakah ada
gerakan dada
atau
tidak.
Bila
korban masih
bernapas
maka:
*
Baringkan
korban
di tempat yang
aman
dan
nyaman
*
Jangan
dikerumuni
*
Berikan
posisi berbaring yang
senyaman
mungkin
bagi
korban
Bila
Anda
tidak dapat
mendengar,
dan
tidak merasakan
napas
korban serta
tidak
adanya gerakan dada,
maka
ini menunjukkan
bahwa
korban tidak
bernapas.
Setelah
itu
lakukan langkah
kedua.
b.
Melakukan
Pernapasan
Buatan
Ada
dua
macam pernapasan
buatan,
yaitu:
Pernapasan
buatan
dari mulut
ke
mulut?
-
Korban
dalam posisi
terlentang
dengan
kepala seperti
pada
langkah pertama,
yaitu
kepala mendongak.
-
Tangan
kiri penolong
menutup
hidung korban
dengan
cara
memijitnya
dengan
jari telunjuk
dan ibu
jari,
tangan kanan
penolong
menarik
dagu korban
ke atas.
-
Penolong
menarik
napas dalam-dalam,
kemudian
letakkan
mulut
penolong ke
atas
mulut korban
sampai
menutupi seluruh
mulut
korban jangan
sampai
ada kebocoran,
kemudian
tiupkan
napas penolong
ke
dalam mulut
korban
secara pelan-pelan
sambil
memperhatikan adanya
gerakan dada
korban
sebagai akibat
dari
tiupan napas
penolong.
Gerakan
ini
menunjukkan bahwa
udara yang
ditiupkan
oleh
penolong itu
masuk
ke dalam
paru-paru
korban,
dan ini
juga
berarti oksigen
telah
masuk ke
dalam
paru-paru korban.
-
Setelah
itu angkat
mulut
penolong dan
lepaskan
jari
penolong dari
hidung
korban.
Hal ini
untuk
memberi kesempatan
pada dada
korban
kembali ke
posisi
semula sebelum
pernapasan
buatan
berikutnya diberikan.
-
Pernapasan
buatan
dari mulut
ke
hidung? Sama
dengan
cara
dari
mulut ke
mulut,
hanya bedanya
penolong
meniup
napasnya melalui
hidung
korban.
Mulut
korban
harus menutupi
seluruh
hidung korban,
sementara
meniup
napas, mulut
korban
dalam keadaan
tertutup.
(sut,
berbagai
sumber)