kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Kesehatan


Mengatasi
Gangguan Pernapasan

Gangguan napas dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya penyakit dan kecelakaan. Gangguan napas bisa berakibat fatal kalau kita tidak tahu cara menolongnya. Gangguan napas yang mungkin saja terjadi di lingkungan atau di rumah kita adalah gangguan akibat suatu kecelakaan atau tersedak, yang dapat menyebabkan terhentinya jantung dan paru. Bagaimana gangguan napas terjadi? 

=========================================================== 

Berkurangnya oksigen di dalam tubuh kita akan memberikan suatu keadaan yang disebut hipoksia. Hipoksia ini dikenal dengan istilah sesak napas. Frekuensi napas pada keadaan sesak napas lebih cepat daripada keadaan normal. Oleh karena itu, bila sesak napas ini berlangsung lama maka akan memberikan kelelahan pada otot-otot pernapasan. Kelelahan otot-otot napas akan mengakibatkan terjadinya penumpukan sisa-sisa pembakaran berupa gas CO2. Gas CO2 yang tinggi ini akan mempengaruhi susunan saraf pusat dengan menekan pusat napas yang ada di sana. Keadaan ini dikenal dengan istilah henti napas.

Otot jantung juga membutuhkan oksigen untuk berkontraksi agar darah dapat dipompa keluar dari jantung ke seluruh tubuh. Dengan berhentinya napas maka oksigen tidak ada sama sekali di dalam tubuh sehingga jantung tidak dapat berkontraksi dan akibatnya terjadi keadaan yang disebut henti jantung.

Penyebab henti napas dan henti jantung. Penyebab henti napas dan henti jantung ini sangat banyak. Setiap peristiwa atau penyakit apa pun yang menyebabkan berkurangnya oksigen dalam tubuh dapat menimbulkan keadaan henti napas dan henti jantung. Penyakit dan keadaan yang dapat menyebabkan henti napas dan henti jantung antara lain:

a. Penyakit paru-paru, seperti radang paru, TBC, asma, dan bronchitis.

b. Penyakit jantung, seperti jantung koroner, jantung bawaan, dan penyakit jantung lainnya.

c. Kecelakaan lalu lintas yang mengenai rongga dada.

d. Penyakit-penyakit yang mngenai susunan saraf.

e. Sumbatan jalan napas oleh benda asing, misal: tersedak.

 

Cara Mengatasi Henti Napas dan Henti Jantung

Bila di sekitar Anda ada orang atau bahkan balita Anda sendiri mengalami kecelakaan yang mengakibatkan gangguan pernapasan, apa yang harus Anda lakukan? Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang penolong korban henti napas dan henti jantung dalam melakukan tindakan-tindakan bantuan hidup dasar.

 

1. Jalan napas korban harus dalam keadaan terbuka. Tujuannya agar oksigen bisa masuk ke tubuh korban.

2. Pernapasan harus berlangsung terus sampai bantuan tenaga kesehatan datang. Hal ini dimaksudkan agar oksigen masuk ke dalam aliran peredaran darah paru-paru.

3. Darah harus mengalir ke seluruh tubuh supaya oksigen dapat dibawa oleh darah ke semua organ-organ tubuh terutama otak.

 

Sebelum melakukan langkah-langkah bantuan hidup dasar ini, penolong harus menentukan kesadaran dari korban terlebih dahulu. Cara menentukan kesadaran seseorang korban adalah dengan menilai respons korban terhadap sentuhan atau panggilan dari penolong.

 

Langkah-langkah bantuan hidup dasar terdiri dari tiga tahap:

 

a. Memeriksa Jalan Napas

Pada korban yang tidak sadar akan terjadi relaksasi dari otot-otot termasuk otot-otot di dalam mulut. Akibatnya lidah akan jatuh ke bagian belakang dari tenggorokan dan akan menutupi jalan napas. Akibatnya, korban tidak dapat bernapas. Penutupan jalan napas ini juga dapat disebabkan oleh gigi palsu, sisa-sisa muntahan, atau benda asing lainnya.

Di sini penolong memeriksa apakah korban masih bernapas atau tidak. Bila tidak bernapas akibat adanya sumbatan maka penolong harus membersihkan jalan napas ini agar menjadi terbuka.

Korban dibaringkan terlentang. Penolong berlutut. Di samping korban sebelah kanan pada posisi sejajar dengan bahu.

Letakkan tangan kiri penolong di atas dahi korban dan tekan ke arah bawah dan tangan kanan penolong mengangkat dagu korban ke atas. Tindakan ini akan membuat lidah tertarik ke depan dan jalan napas terbuka serta akan membentuk satu garis lurus sehingga oksigen mudah masuk.

Dekatkan wajah Anda ke wajah korban, dengar serta rasakan embusan napas korban sambil melihat ke arah dada korban apakah ada gerakan dada atau tidak. Bila korban masih bernapas maka:

* Baringkan korban di tempat yang aman dan nyaman

* Jangan dikerumuni

* Berikan posisi berbaring yang senyaman mungkin bagi korban

 

Bila Anda tidak dapat mendengar, dan tidak merasakan napas korban serta tidak adanya gerakan dada, maka ini menunjukkan bahwa korban tidak bernapas. Setelah itu lakukan langkah kedua.

 

b. Melakukan Pernapasan Buatan

Ada dua macam pernapasan buatan, yaitu:

 Pernapasan buatan dari mulut ke mulut?

- Korban dalam posisi terlentang dengan kepala seperti pada langkah pertama, yaitu kepala mendongak.

- Tangan kiri penolong menutup hidung korban dengan cara memijitnya dengan jari telunjuk dan ibu jari, tangan kanan penolong menarik dagu korban ke atas.

- Penolong menarik napas dalam-dalam, kemudian letakkan mulut penolong ke atas mulut korban sampai menutupi seluruh mulut korban jangan sampai ada kebocoran, kemudian tiupkan napas penolong ke dalam mulut korban secara pelan-pelan sambil memperhatikan adanya gerakan dada korban sebagai akibat dari tiupan napas penolong. Gerakan ini menunjukkan bahwa udara yang ditiupkan oleh penolong itu masuk ke dalam paru-paru korban, dan ini juga berarti oksigen telah masuk ke dalam paru-paru korban.

- Setelah itu angkat mulut penolong dan lepaskan jari penolong dari hidung korban. Hal ini untuk memberi kesempatan pada dada korban kembali ke posisi semula sebelum pernapasan buatan berikutnya diberikan.

- Pernapasan buatan dari mulut ke hidung? Sama dengan cara dari mulut ke mulut, hanya bedanya penolong meniup napasnya melalui hidung korban. Mulut korban harus menutupi seluruh hidung korban, sementara meniup napas, mulut korban dalam keadaan tertutup. (sut, berbagai sumber)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)