Siaga
Banjir
di
Denpasar ...
Bantaran
Sungai
akan
Ditembok
----------------------------------------------------------
Tukad
Badung yang
biasanya
tenang,
Senin (12/12) malam
mendadak
beringas.
Hujan
deras
membuat airnya
meluap.
Warga
panik
dan berupaya
menyelamatkan
diri
dan harta
bendanya.
Mengapa
bisa
terjadi?
Apa yang
akan
dilakukan Pemkot
Denpasar?
---------------------------------------------------------
AKIBAT
banjir,
warga di
kawasan
Perumahan Griya
Selaras
dan Green Kori
bahkan
berjaga sampai
pagi.
Anak-anak
mereka
terpaksa diungsikan.
''Sekitar
pukul 21.00
malam, air
memang
telah surut,
namun
warga tetap
resah,''
ujar
Adrian,
salah
seorang warga yang
rumahnya
tergenangi air
dan
lumpur.
Masih
menurut Adrian,
kepanikan
sempat
terdengar, karena
ada isu
bocah
hanyut.
Polisi
pun sempat
menurunkan Tim SAR
ke
lokasi.
Namun,
isu
tersebut hingga
kini
belum jelas,
benar
atau tidak.
Pengakuan
Adrian ini
juga
terungkap saat
rapat
koordinasi mendadak
yang langsung
dipimpin
Wali Kota
Denpasar Drs. A.A.
Puspayoga.
Pada
pertemuan
terpadu
di Pemkot
Denpasar,
Puspayoga -- yang
berada
di lokasi
sampai
pukul 04.00 dini
hari --
mengaku kasihan
kepada
warganya. Malam
itu
juga, ia
meminta
para kepala
lingkungan
dan
warga untuk
melakukan
langkah-langkah yang
bisa
menenteramkan hati
warganya.
Selain
di
kawasan Ubung,
banjir
juga melanda
Pasar
Kumbasari
dan
wilayah Gelogor,
Alangkajeng.
Di
wilayah
ini rumah-rumah
warga
terendam.
Endapan
lumpur
mencapai 15 cm. Puspayoga
langsung
turun
tangan dan
memantau
jajarannya
melakukan
penggelontoran.
Aksi
membersihkan
lumpur
di rumah
warga
dan pasar
dilakukan
mulai
pukul 23.30 wita
dan
baru berakhir
sekitar
pukul 01.30 dini
hari.
Keesokan
harinya
aksi sosial
terus
dilakukan dan
melibatkan
tenaga yang
lebih
banyak.
Khusus
untuk
mengantisipasi agar luapan
air Tukad
Badung
tak meluap
ke
areal Pasar
Kumbasari,
Puspayoga
memerintahkan
Dinas PU agar
menembok
bantaran
sungai yang
dekat
pasar.
Kiriman air yang
deras
saat hujan
akan
membuat
pedagang rugi
dan
warga terus
waswas.
Sejumlah
pedagang
menyatakan
mengalami
kerugian yang
begitu
besar.
Untuk
itu
pemerintah diharapkan
melakukan
langkah-langkah
sehingga
hal
seperti ini
tidak
terjadi di
kemudian
hari.
Saat
rapat,
Wali Kota dan
Sekkot
Denpasar Made Westra
langsung
mendengar
laporan
jajarannya.
Berbagai
laporan yang
sempat
dikumpulkan.
Di
antaranya
arsip-arsip
pemerintahan
di Desa
Dauh
Puri yang terendam
air dan
satu unit mobil
kijang
milik Putu
Budiarta
di
Perumahan Bina
Permai.
Hingga
kemarin, satu
sepeda motor
dilaporkan
hanyut.
Camat Denbar Drs. I.B.
Brahma Putra, M.M.
mengaku
telah
melakukan inventarisasi
pengaduan
warga yang
tertimpa
musibah
banjir.
Laporan
lain yang
masuk
adalah hilangnya
perabotan
rumah
tangga warga
di
kawasan Griya
Selaras
dan rumah-rumah
penduduk
di
bantaran Tukad
Badung.
Warga yang kehilangan
perkakas
dapur
ini akan
dibantu
lewat Dinas
Sosial.
(dir)
Instruksi
Lisan
Wali Kota
1. Bantu warga yang
menjadi
korban banjir
termasuk
bantuan
pemulangan
jenazah
korban Sriwahyuni
dari RS
Sanglah.
2. PU diminta
segera
memperbaiki tanggul
yang jebol
dan
melakukan penembokan
di
bantaran Tukad
Badung yang
dekat
dengan lokasi
Pasar
Kumbasari. Jalan
Astasura yang
bergelombang
agar diratakan.
3. Disdik
diminta
mendata siswa yang
kehilangan
buku
pelajaran dan
keperluan
sekolah.
Sekolah
diminta
memberikan kebijakan.
4. PD Pasar
diminta
mendata kerugian
pedagang
dan
membantu
memberikan
keringanan.
5. Instansi
teknis
terkait terus
melakukan
langkah-langkah
pembersihan
di
lapangan dan
terus
berkoordinasi.
Satkorlak PP
diminta
terus memantau
titik-titik
rawan
banjir
6. Pembangunan
pemukiman
di
bantaran kali
akan
diawasi
ketat
dan
akan diambil
tindakan
jika
melanggar ketentuan.