kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Bali


Siaga
Banjir di Denpasar  ...
Bantaran
Sungai akan Ditembok

----------------------------------------------------------
Tukad
Badung yang biasanya tenang, Senin (12/12) malam mendadak beringas. Hujan deras membuat airnya meluap. Warga panik dan berupaya menyelamatkan diri dan harta bendanya. Mengapa bisa terjadi? Apa yang akan dilakukan Pemkot Denpasar?

--------------------------------------------------------- 

AKIBAT banjir, warga di kawasan Perumahan Griya Selaras dan Green Kori bahkan berjaga sampai pagi. Anak-anak mereka terpaksa diungsikan. ''Sekitar pukul 21.00 malam, air memang telah surut, namun warga tetap resah,'' ujar Adrian, salah seorang warga yang rumahnya tergenangi air dan lumpur.

Masih menurut Adrian, kepanikan sempat terdengar, karena ada isu bocah hanyut. Polisi pun sempat menurunkan Tim SAR ke lokasi. Namun, isu tersebut hingga kini belum jelas, benar atau tidak.

Pengakuan Adrian ini juga terungkap saat rapat koordinasi mendadak yang langsung dipimpin Wali Kota Denpasar Drs. A.A. Puspayoga. Pada pertemuan terpadu di Pemkot Denpasar, Puspayoga -- yang berada di lokasi sampai pukul 04.00 dini hari -- mengaku kasihan kepada warganya. Malam itu juga, ia meminta para kepala lingkungan dan warga untuk melakukan langkah-langkah yang bisa menenteramkan hati warganya.

Selain di kawasan Ubung, banjir juga melanda Pasar  Kumbasari dan wilayah Gelogor, Alangkajeng. Di wilayah ini rumah-rumah warga terendam. Endapan lumpur mencapai 15 cm. Puspayoga langsung turun tangan dan memantau jajarannya melakukan penggelontoran. Aksi membersihkan lumpur di rumah warga dan pasar dilakukan mulai pukul 23.30 wita dan baru berakhir sekitar pukul 01.30 dini hari. Keesokan harinya aksi sosial terus dilakukan dan melibatkan tenaga yang lebih banyak.

Khusus untuk mengantisipasi agar luapan air Tukad Badung tak meluap ke areal Pasar Kumbasari, Puspayoga memerintahkan Dinas PU agar menembok bantaran sungai yang dekat pasar. Kiriman air yang deras saat hujan akan membuat pedagang rugi dan warga terus waswas. Sejumlah pedagang menyatakan mengalami kerugian yang begitu besar. Untuk itu pemerintah diharapkan melakukan langkah-langkah sehingga hal seperti ini tidak terjadi di kemudian hari.

Saat rapat, Wali Kota dan Sekkot Denpasar Made Westra langsung mendengar laporan jajarannya. Berbagai laporan yang sempat dikumpulkan. Di antaranya arsip-arsip pemerintahan di Desa Dauh Puri yang terendam air dan satu unit mobil kijang milik Putu Budiarta di Perumahan Bina Permai. Hingga kemarin, satu sepeda motor dilaporkan hanyut. Camat Denbar Drs. I.B. Brahma Putra, M.M. mengaku telah melakukan inventarisasi pengaduan warga yang tertimpa musibah banjir.

Laporan lain yang masuk adalah hilangnya perabotan rumah tangga warga di kawasan Griya Selaras dan rumah-rumah penduduk di bantaran Tukad Badung. Warga yang kehilangan perkakas dapur ini akan dibantu lewat Dinas Sosial. (dir)

Instruksi Lisan Wali Kota

1. Bantu warga yang menjadi korban banjir termasuk

   bantuan pemulangan jenazah korban Sriwahyuni dari RS

   Sanglah.

2. PU diminta segera memperbaiki tanggul yang jebol dan melakukan penembokan di bantaran Tukad Badung yang dekat dengan lokasi Pasar Kumbasari. Jalan Astasura yang bergelombang  agar diratakan.

3. Disdik diminta mendata siswa yang

   kehilangan buku pelajaran dan keperluan sekolah.

   Sekolah diminta memberikan kebijakan.

4. PD Pasar diminta mendata kerugian pedagang

   dan membantu memberikan keringanan.

5. Instansi teknis terkait terus melakukan langkah-langkah

   pembersihan di lapangan dan terus berkoordinasi.

   Satkorlak PP diminta terus memantau titik-titik rawan

   banjir

6. Pembangunan pemukiman di bantaran kali akan diawasi

   ketat dan akan diambil tindakan jika melanggar ketentuan.

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)