Pascabanjir,
Warga
masih Trauma Pulang
WARGA
yang tinggal
di
kompleks Perumahan
Gria
Selaras di
Jalan
Indrajaya, Br. Tegal
Kangin,
Ubung Kaja
hingga
kemarin belum
merasa
plong untuk
kembali
ke rumahnya.
Mereka
sempat mengungsi
dan
meninggalkan harta
bendanya
setelah
banjir
nyaris
menenggelamkan
perumahan
ini.
Selain
itu,
warga Calista
Anyar
masih ada yang trauma
untuk
kembali ke
rumahnya.
''Air di
perumahan
ini
memang telah
menyusut.
Namun,
warga
belum plong
masuk
perumahan.
Banyak
di
antara mereka yang
masih
tinggal di
rumah
sanak familinya,''
ujar
Wakil Wali Kota
Denpasar I.B.
Rai
Dharmawijaya Mantra, S.E.,
M.Si.
saat
mendatangi
lokasi
banjir, Selasa
(13/12) kemarin.
Kepala
Lingkungan
Perumahan
Gria
Selaras I Ketut
Yogaster S.
mengatakan
ketika
banjir, Senin (12/12)
malam,
warga panik
dan
berhamburan menyelamatkan
diri.
Di
lokasi
ini ada 21 unit
rumah
namun yang ditempati
warga
hanya 16 unit. ''Tak
ada yang
sempat
menyelamatkan harta
benda.
Buku
pelajaran anak-anak
hanyut
dan rusak,''
ujarnya
saat menerima
bantuan
dari Ketua TP PKK
Kota Denpasar
Ny.
Bintang
Puspayoga Rp 7,5
juta.
Bantuan
dana tunai
ini
bersumber dari
Pemerintah Kota
Denpasar, TP PKK
dan K3S.
Warga
Perumahan
Gria
Selaras, kemarin
memang
sudah mulai
membersihkan
rumahnya.
Namun,
mendung yang
masih
menggelayut di Kota
Denpasar
membuat
mereka waswas.
Melihat
kondisi
warganya, Rai Mantra
langsung
memerintahkan
jajarannya
membeli
nasi bungkus.
Ia
juga
menyerahkan bantuan
perkakas
dapur, mi
dan
keperluan lainnya.
Sekkot
Denpasar Made
Westra, S.H.
selaku
Ketua Satkorlak
Penanganan
Bencana Kota
Denpasar
juga
terlihat di
lokasi.
Ia
mengatakan
banjir
kiriman akibat
derasnya
curah
hujan di
pegunungan
sulit
diprediksi.
Kadis
PU Kota Denpasar Ir.
Ketut
Suandi, M.Si.
mengatakan
tanggul yang
jebol
di wilayah
tersebut
telah
diukur. Tanggul
ini
akan
segera
diperbaiki setelah
rencana
anggaran biaya (RAB)-nya
rampung.
Mengungsi
Di
Badung, 61 KK yang
terdiri
atas ratusan
jiwa di
lingkungan
Kapal
dan sebuah
kompleks
perumahan
di
Sading terpaksa
mengungsi
karena
rumah mereka
terendam
banjir.
''Genangan air rata-rata
setinggi
satu meter
sehingga
membuat
warga terpaksa
mengungsi
ke
balai banjar,''
ujar
Wayan Sukarya,
warga
Kapal yang juga
anggota DPRD
Badung,
Selasa (13/12) kemarin.
Sukarya
usai
meninjau lokasi
berharap
Pemkab
Badung segera
mengambi
langkah-langlah
perbaikan,
baik
kerusakan yang terjadi
serta
antisipasi jangka
panjang
bila hujan
besar
kembali datang.
Warga
yang terpaksa
meninggalkan
rumahnya paling
banyak
terjadi di
kompleks
Perumahan
Dewata
Permai, Sading.
Posisi
tanah
di kompleks
ini yang
agak
rendah menyebabkan
genangan air
cukup
besar setelah
diguyur
curah hujan yang
besar.
Banjir
yang terbilang
langka
ini, juga
menyebabkan
pelayanan
administrasi
di
Kantor Lurah
Kapal
terhenti karena
sejumlah
perangkat
komputer
terendam air
dan
rusaknya perlengkapan
administrasi
lainnya.
Lurah
Kapal Nyoman
Suhartana
mengatakan
kantor
tersebut terendam air
sekitar 1,5
meter dan
merusak
sejumlah alat
kantor.
Akibat
kerusakan
itu,
selain pelayanan
terhambat
pihaknya
juga
kehilangan sejumlah
data. (dir/lit)