kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Bali

 

Pascabanjir, Warga masih Trauma Pulang

WARGA yang tinggal di kompleks Perumahan Gria Selaras di Jalan Indrajaya, Br. Tegal Kangin, Ubung Kaja hingga kemarin belum merasa plong untuk kembali ke rumahnya. Mereka sempat mengungsi dan meninggalkan harta bendanya setelah banjir  nyaris menenggelamkan perumahan ini. Selain itu, warga Calista Anyar masih ada yang trauma untuk kembali ke rumahnya.

''Air di perumahan ini memang telah menyusut. Namun, warga belum plong masuk perumahan. Banyak di antara mereka yang masih tinggal di rumah sanak familinya,'' ujar Wakil Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. saat mendatangi lokasi banjir, Selasa (13/12) kemarin.

Kepala Lingkungan Perumahan Gria Selaras I Ketut Yogaster S. mengatakan ketika banjir, Senin (12/12) malam, warga panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Di lokasi ini ada 21 unit rumah namun yang ditempati warga hanya 16 unit. ''Tak ada yang sempat menyelamatkan harta benda. Buku pelajaran anak-anak hanyut dan rusak,'' ujarnya saat menerima bantuan dari Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Bintang Puspayoga Rp 7,5 juta. Bantuan dana tunai ini bersumber dari Pemerintah Kota Denpasar, TP PKK dan K3S.

Warga Perumahan Gria Selaras, kemarin memang sudah mulai membersihkan rumahnya. Namun, mendung yang masih menggelayut di Kota Denpasar membuat mereka waswas. Melihat kondisi warganya, Rai Mantra langsung memerintahkan jajarannya membeli nasi bungkus. Ia juga menyerahkan bantuan perkakas dapur, mi dan keperluan lainnya.

Sekkot Denpasar Made Westra, S.H. selaku Ketua Satkorlak Penanganan Bencana Kota Denpasar juga terlihat di lokasi. Ia mengatakan banjir kiriman akibat derasnya curah hujan di pegunungan sulit diprediksi.

Kadis PU Kota Denpasar Ir. Ketut Suandi, M.Si. mengatakan tanggul yang jebol di wilayah tersebut telah diukur. Tanggul ini akan segera diperbaiki setelah rencana anggaran biaya (RAB)-nya rampung.

 

Mengungsi

 

Di Badung, 61 KK yang terdiri atas ratusan jiwa di lingkungan Kapal dan sebuah kompleks perumahan di Sading terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir.

''Genangan air rata-rata setinggi satu meter sehingga membuat warga terpaksa mengungsi ke balai banjar,'' ujar Wayan Sukarya, warga Kapal yang juga anggota DPRD Badung, Selasa (13/12) kemarin. Sukarya usai meninjau lokasi berharap Pemkab Badung segera mengambi langkah-langlah perbaikan, baik kerusakan yang terjadi serta antisipasi jangka panjang bila hujan besar kembali datang.

Warga yang terpaksa meninggalkan rumahnya paling banyak terjadi di kompleks Perumahan Dewata Permai, Sading. Posisi tanah di kompleks ini yang agak rendah menyebabkan genangan air cukup besar setelah diguyur curah hujan yang besar.

Banjir yang terbilang langka ini, juga menyebabkan pelayanan administrasi di Kantor Lurah Kapal terhenti karena sejumlah perangkat komputer terendam air dan rusaknya perlengkapan administrasi lainnya. Lurah Kapal Nyoman Suhartana mengatakan kantor tersebut terendam air sekitar 1,5 meter dan merusak sejumlah alat kantor. Akibat kerusakan itu, selain pelayanan terhambat pihaknya juga kehilangan sejumlah data. (dir/lit)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)