Kadek Sri Berencana Menikah Tahun Depan
Denpasar (Bali Post) -
Duka mendalam tampak menyelimuti rumah di Jalan Banteng
Gang VI No. 7 Denpasar. Rumah ini milik pasangan
suami-istri Wayan Dauh dan Ni Nengah Siti yang
dikaruniai lima anak. Anak kedua yang bernama Ni Kadek
Sri Wahyuni (21) meninggal dunia terseret air Senin
(12/12) lalu.
Orangtua korban, I Wayan Dauh, mengatakan tidak memiliki
firasat apa pun. ''Mungkin sudah takdir, saya ikhlas dan
pasrah meski berat buat saya,'' ucap pria yang
berprofesi sebagai penjual bubur kacang hijau ini. Ibu
korban, Ni Nengah Siti, tampak sangat terpukul melihat
kenyataan ini. ''Saya seakan tidak percaya melihat Sri
terbaring di pangkuan saya,'' ujar Siti bersandaran di
samping pintu dengan mata berkaca-kaca.
Jenazah Kadek Sri, Selasa (13/12) kemarin dibawa
keluarganya untuk dikuburkan di Banjar Telengan, Desa
Gelgelan, Kecamatan Manggis, Karangasem. ''Jenazah akan
langsung dibawa ke kuburan,'' jelas Putu Ardana, paman
Sri.
Sebelum kematian Sri, Ardana mengaku punya firasat aneh.
''Perasaan saya tidak enak terus. Maunya menutup
dagangan lalu saya buka lagi,'' ujar Ardana yang
berjualan sepatu di Pasar Senggol Kreneng ini.
Ardana mengatakan, Koming -- adiknya Sri Wahyuni --
sempat memperingatkan kakaknya agar tidak melalui jalur
utara. ''Sri sempat ditelepon adiknya agar tidak
melewati jalur utara karena banjir. Biasanya juga dia
lewat selatan, tetapi tidak tahu hari itu tiba-tiba dia
lewat jalan utara. Mungkin memang sudah takdirnya harus
begini,'' ujar Ardana.
Sri yang saat itu memakai celana setengah lutut warna
hitam dan T-shirt coklat hendak pulang selepas bekerja.
''Dia bekerja di Toko Mendut Bakery di Jalan Ahmad Yani,''
ujar Ardana.
Kondisi mayat Sri saat ditemukan tidak ditemukan
luka-luka yang parah. ''Hanya lecet sedikit di kakinya.
Selain itu, dari bibir keluar buih dan hidungnya
mengeluarkan darah,'' tambahnya.
Suasana duka juga menyelimuti keluarga Kadek Sri di
kampungnya. Keluarga korban mengatakan, gadis yang
dikenal pendiam itu sudah merencanakan menikah tahun
depan dengan pacarnya.
Pacar korban, I Made Sudana, asal Perangsari, Duda Utara,
Selat, Karangasem, tak bisa menyembunyikan kesedihan
ditinggal kekasihnya. Ayah Sudana, I Ketut Laba (42),
juga datang melayat ke rumah keluarga korban di Telengan
kemarin. Laba mengatakan sudah lama anaknya berteman (pacaran-red)
dengan korban. Saat datang ke rumahnya di Perangsari,
keduanya pun dipesan akan bekerja giat - -sebagai orang
yang tak berpunya -- sesama di perantauan dan jangan
berbuat melampaui batas. ''Barangkali, setahun lagi anak
saya sudah mempunyai rencana menikah. Namun, jalan hidup
ternyata menentukan lain,'' ujar Laba sedih.
(tim bp)