kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Bali


Kadek Sri Berencana Menikah Tahun Depan

Denpasar (Bali Post) -
Duka mendalam tampak menyelimuti rumah di Jalan Banteng Gang VI No. 7 Denpasar. Rumah ini milik pasangan suami-istri Wayan Dauh dan Ni Nengah Siti yang dikaruniai lima anak. Anak kedua yang bernama Ni Kadek Sri Wahyuni (21) meninggal dunia terseret air Senin (12/12) lalu.

Orangtua korban, I Wayan Dauh, mengatakan tidak memiliki firasat apa pun. ''Mungkin sudah takdir, saya ikhlas dan pasrah meski berat buat saya,'' ucap pria yang berprofesi sebagai penjual bubur kacang hijau ini. Ibu korban, Ni Nengah Siti, tampak sangat terpukul melihat kenyataan ini. ''Saya seakan tidak percaya melihat Sri terbaring di pangkuan saya,'' ujar Siti bersandaran di samping pintu dengan mata berkaca-kaca.

Jenazah Kadek Sri, Selasa (13/12) kemarin dibawa keluarganya untuk dikuburkan di Banjar Telengan, Desa Gelgelan, Kecamatan Manggis, Karangasem. ''Jenazah akan langsung dibawa ke kuburan,'' jelas Putu Ardana, paman Sri.

Sebelum kematian Sri, Ardana mengaku punya firasat aneh. ''Perasaan saya tidak enak terus. Maunya menutup dagangan lalu saya buka lagi,'' ujar Ardana yang berjualan sepatu di Pasar Senggol Kreneng ini.

Ardana mengatakan, Koming -- adiknya Sri Wahyuni -- sempat memperingatkan kakaknya agar tidak melalui jalur utara. ''Sri sempat ditelepon adiknya agar tidak melewati jalur utara karena banjir. Biasanya juga dia lewat selatan, tetapi tidak tahu hari itu tiba-tiba dia lewat jalan utara. Mungkin memang sudah takdirnya harus begini,'' ujar Ardana.

Sri yang saat itu memakai celana setengah lutut warna hitam dan T-shirt coklat hendak pulang selepas bekerja. ''Dia bekerja di Toko Mendut Bakery di Jalan Ahmad Yani,'' ujar Ardana.

Kondisi mayat Sri saat ditemukan tidak ditemukan luka-luka yang parah. ''Hanya lecet sedikit di kakinya. Selain itu, dari bibir keluar buih dan hidungnya mengeluarkan darah,'' tambahnya.

Suasana duka juga menyelimuti keluarga Kadek Sri di kampungnya. Keluarga korban mengatakan, gadis yang dikenal pendiam itu sudah merencanakan menikah tahun depan dengan pacarnya.

Pacar korban, I Made Sudana, asal Perangsari, Duda Utara, Selat, Karangasem, tak bisa menyembunyikan kesedihan ditinggal kekasihnya. Ayah Sudana, I Ketut Laba (42), juga datang melayat ke rumah keluarga korban di Telengan kemarin. Laba mengatakan sudah lama anaknya berteman (pacaran-red) dengan korban. Saat datang ke rumahnya di Perangsari, keduanya pun dipesan akan bekerja giat - -sebagai orang yang tak berpunya -- sesama di perantauan dan jangan berbuat melampaui batas. ''Barangkali, setahun lagi anak saya sudah mempunyai rencana menikah. Namun, jalan hidup ternyata menentukan lain,'' ujar Laba sedih. (tim bp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)