kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Bali


Ariani yang Dibonceng Sri Wahyuni--

Mimpi Rambut Rontok

KOMANG ARIANI memang selamat dari gerusan air di Jalan Astasura, Peguyangan, Denpasar. Namun, ia belum mampu melupakan peristiwa tersebut. Apalagi temannya, Sri Wahynui, tewas terseret arus.

''Awalnya, ketika melewati arus tersebut, airnya tidak begitu besar dan dalam keadaan tenang. Begitu posisi sepeda motor berada di tengah, tiba-tiba arus deras datang dari arah utara dan Sri Wahyuni tidak dapat mengendalikan sepeda motornya, sehingga kami terseret arus,'' ujarnya mengawali ceritanya, Selasa (13/12) kemarin.

Dikatakannya, datangnya air yang begitu besar, mereka terpental dan terseret arus. Namun, Ariani sempat menolong Sri Wahyuni. Melihat temannya terseret arus, Ariani mencoba manarik tangan korban, tetapi usahanya gagal karena kuatnya arus tersebut. ''Saya selamat dari maut karena ada warga yang menarik saya saat saya hampir terseret,'' paparnya.

Komang Ariani (20) berasal dari Banjar Kalanganyar, Desa Gegelan, Karangasem. Sama dengan Sri Wahyuni, Ariani juga pekerja di pabrik roti.

Ia mengungkapkan, lima hari sebelum kejadian sempat bermimpi bahwa rambutnya rontok semua. ''Setelah itu saya terus gelisah, sampai hari kejadian,'' ujarnya.

Ariani dan Sri Wahyuni seperti biasanya berangkat kerja pukul 07.00 dan pulang pukul 18.00.  Menurut Ariani, mereka biasanya berangkat kerja menggunakan sepeda motor masing-masing dan melewati Jalan Gatot Subroto dan A Yani, Lumintang, Denpasar Barat. ''Entah karena apa hari itu Sri Wahyuni membonceng saya dan mengajak berangkat bersama, serta pulang lewat Jalan Astasura,'' jelasnya sedih.

Sekitar pukul 18.00 wita, mereka pulang bersama dan ketika itu hujannya mulai mereda. Dengan melewati Jalan Astasura, mereka melaju dari arah barat. Di tengah perjalanan, terdapat arus air yang memotong jalan. Karena berbahaya untuk dilewati,  warga menutup jalan itu. Bahkan, beberapa warga setempat melarang korban melewati jalan tersebut. ''Tetapi larangan itu tidak dihiraukan dan Sri Wahyuni tetap nekat dan akhirnya terjadilah peristiwa itu,'' katanya sambil menutup mukanya.

Kapolsek Denbar AKP Roby Karya Adi, S.IK. seizin Kapoltabes Denpasar ketika dimintai konfirmasinya kemarin mengatakan sepeda motor Supra X yang digunakan korban yang juga ikut terhanyut sudah ditemukan. Sepeda motor itu ditemukan petugas nyangkut di pohon pisang, pada pagi hari kemarin. Kini sepeda motor tersebut diamankan di Mapolsek Denbar. (oka/jay)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)