Diduga,
Herman tidak
Dimutilasi
Denpasar
(Bali Post) -
Herman Tanajan Tan,
bos
perusahaan furniture CV
Laras Bali di
Jalan
Teuku Umar No. 20
Denpasar yang
menghilang
secara
misterius sampai
saat
ini belum
diketahui
rimbanya.
Dia
diketahui
membawa
uang Rp 300
juta di
Jalan
Keramik menuju
Pura
Narmada, Suwung,
Denpasar
Selatan.
Untuk
mengungkap
kasus
ini, Tim Elang
Poltabes
Denpasar
melakukan
reka
ulang penemuan
mobil
dan sepatu
di
tempat kejadian
perkara (TKP)
di
Jalan Keramik,
Suwung,
Denpasar Selatan,
Selasa (13/12)
kemarin.
Dengan
membawa
mobil Mitsubishi Kuda
yang ditinggalkan Herman
dengan
nopol DK 1428 DJ sekitar
pukul 16.00
wita,
delapan personel Tim
Elang
dipimpin Kompol
Herlan
Susilo, meluncur
ke TKP.
''Setelah
melakukan
reka
ulang, untuk
sementara Herman
diduga
melarikan diri
karena
ada masalah
dalam
keluarganya.
Untuk
kejadian
ini,
tidak ada
unsur
perampokan,'' tegas
Herlan.
Usai
reka
ulang, ada
dua
orang laki-laki
datang, Victor Rudi (41)
dan
Suandi.
Mereka
mengaku
pernah melihat
Herman.
Sebelumnya,
pada
Rabu (7/12) lalu,
sekitar
pukul 03.00 dini
hari,
anjing miliknya
menggonggong.
''Mungkin
saat
itu dia (Herman)
menaruh
mobilnya di
sana
dan
langsung meninggalkan
mobil
tersebut,'' ujar
Victor.
Ditambahkan,
sekitar
pukul 10.00 wita,
Victor mengaku
melihat Herman
ketika
berpapasan dengannya.
Saat
itu, Herman
berjalan kaki
dari
arah timur.
''Saat
berpapasan
dengannya,
dia
melirik saya.
Tetapi
saya
tidak curiga
apa-apa.
Ketika
itu,
dia memakai
baju
berwarna putih yang
di
sebelah kiri
dadanya
dalam keadaan
kotor.
Dia
tidak
memakai sepatu,''
terang Victor yang
mengaku
seorang supranatural
ini.
Utang-piutang
Pihak
Poltabes
memiliki
dugaan
kuat Herman Tanaya
Tan yang dilaporkan
hilang
oleh iparnya
Dicky
sejak Kamis (8/12)
lalu
tidak mengalami
nasib
buruk pembunuhan
apalagi
menjadi korban
mutilasi.
Diduga
dia
sengaja menghilangkan
jejak
demi keluar
dari
masalah pribadi.
Ada
dugaan
kuat Herman menghilang
karena
tersangkut utang-piutang.
Perwira
Humas
Poltabes Kompol I
Gusti
Gede Suryasa
bersama
Waka Reskrim AKP
Dewa
Putra ketika
dimintai
konfirmasi,
Selasa (13/12)
kemarin,
membenarkan
dugaan
tersebut.
Menurut
Suryasa,
beberapa
bukti
dan fakta yang
dihimpun
Kanit
Resum Poltabes
Kompol
Herlan Susilo
bersama
anak buahnya,
telah
mengarah pada
dugaan
tersebut.
Dengan
asumsi
awal itu, Herman yang
selama
ini disebut-sebut
dibunuh
bahkan menjadi
korban
mutilasi kurang
beralasan.
Ditambahkan,
bahkan
pada hari H, Herman
dilaporkan
hilang
oleh Dicky,
iparnya.
Ada
anggota Sat
Reskrim
Poltabes menyaksikan
seorang
warga keturunan
sedang
melintas buru-buru
di
Pantai Ketewel,
Sukawati
Gianyar.
Saat
itu,
dia hanya
menggunakan
sepatu
sebelah saja,
memakai
baju kaos
biru.
(jay/kmb11)