kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Bali


Diduga
, Herman tidak Dimutilasi 

Denpasar (Bali Post) -
Herman Tanajan Tan, bos perusahaan furniture CV Laras Bali di Jalan Teuku Umar No. 20 Denpasar yang menghilang secara misterius sampai saat ini belum diketahui rimbanya. Dia diketahui membawa uang Rp 300 juta di Jalan Keramik menuju Pura Narmada, Suwung, Denpasar Selatan.

Untuk mengungkap kasus ini, Tim Elang Poltabes Denpasar melakukan reka ulang penemuan mobil dan sepatu di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Keramik, Suwung, Denpasar Selatan, Selasa (13/12) kemarin.

Dengan membawa mobil Mitsubishi Kuda yang ditinggalkan Herman dengan nopol DK 1428 DJ sekitar pukul 16.00 wita, delapan personel Tim Elang dipimpin Kompol Herlan Susilo, meluncur ke TKP. ''Setelah melakukan reka ulang, untuk sementara Herman diduga melarikan diri karena ada masalah dalam keluarganya. Untuk kejadian ini, tidak ada unsur perampokan,'' tegas Herlan.

Usai reka ulang, ada dua orang laki-laki datang, Victor Rudi (41) dan Suandi. Mereka mengaku pernah melihat Herman. Sebelumnya, pada Rabu (7/12) lalu, sekitar pukul 03.00 dini hari, anjing miliknya menggonggong. ''Mungkin saat itu dia (Herman) menaruh mobilnya di sana dan langsung meninggalkan mobil tersebut,'' ujar Victor.

Ditambahkan, sekitar pukul 10.00 wita, Victor mengaku melihat Herman ketika berpapasan dengannya. Saat itu, Herman berjalan kaki dari arah timur. ''Saat berpapasan dengannya, dia melirik saya. Tetapi saya tidak curiga apa-apa. Ketika itu, dia memakai baju berwarna putih yang di sebelah kiri dadanya dalam keadaan kotor. Dia tidak memakai sepatu,'' terang Victor yang mengaku seorang supranatural ini.

 

Utang-piutang

 

Pihak Poltabes memiliki dugaan kuat Herman Tanaya Tan yang dilaporkan hilang oleh iparnya Dicky sejak Kamis (8/12) lalu tidak mengalami nasib buruk pembunuhan apalagi menjadi korban mutilasi.

Diduga dia sengaja menghilangkan jejak demi keluar dari masalah pribadi. Ada dugaan kuat Herman menghilang karena tersangkut utang-piutang. Perwira Humas Poltabes Kompol I Gusti Gede Suryasa bersama Waka Reskrim AKP Dewa Putra ketika dimintai konfirmasi, Selasa (13/12) kemarin, membenarkan dugaan tersebut.

Menurut Suryasa, beberapa bukti dan fakta yang dihimpun Kanit Resum Poltabes Kompol Herlan Susilo bersama anak buahnya, telah mengarah pada dugaan tersebut. Dengan asumsi awal itu, Herman yang selama ini disebut-sebut dibunuh bahkan menjadi korban mutilasi kurang beralasan.

Ditambahkan, bahkan pada hari H, Herman dilaporkan hilang oleh Dicky, iparnya. Ada anggota Sat Reskrim Poltabes menyaksikan seorang warga keturunan sedang melintas buru-buru di Pantai Ketewel, Sukawati Gianyar. Saat itu, dia hanya menggunakan sepatu sebelah saja, memakai baju kaos biru. (jay/kmb11)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)