Nama Kapolda Baru Dicatut
Denpasar (Bali Post) -
Belum dilantik, nama Brigjen Pol. Soenarko DA sudah
dicatut. Ada yang mengaku-ngaku Soenarko dan minta
dikirimi uang untuk biaya sertijab di Jakarta. Ketua
KBPPP (Keluarga Besar Putra Putri Polri) Bali Made
Sudharma, S.Sos. bahkan sudah menyerahkan nomor rekening
BNI.
Made Sudharma mengaku ditelepon Koorspri Kapolda Bali
AKBP Gede Hartawan, Selasa (13/12) kemarin pagi. Saat
itu, Hartawan menjelaskan perintah Brigjen Soenarko
palsu minta nomor rekening BNI dengan saldo di atas Rp 5
juta. Alasannya, jenderal gadungan itu akan mengirim
uang Rp 20 juta untuk biaya perpisahan dengan Irjen Pol.
Made Mangku Pastika. ''Kebetulan saya sedang rapat. Pak
Gede minta nomor rekening, saya langsung beri,'' katanya
Selasa (13/12) kemarin.
Nomor rekening yang diberikan Made Sudharma masih berisi
saldo ratusan juta rupiah. Entah karena apa, tiba-tiba
dia merasa ada yang ganjil. Sudharma dengan perasaan
gelisah menghubungi Brigjen Soenarko. ''Saya telepon
beliau, apa benar seperti yang diberi tahu Gede Hartawan,''
tambahnya.
Rekening Koordinator Pengawas BNI Badung itu nyaris
dikuras. Brigjen Soenarko yang dikontak lewat HP, kontan
terkejut dan menyatakan tidak pernah minta sesuatu atau
nomor rekening. Made Sudharma langsung memblokir nomor
rekening BNI yang diberikan pada AKBP Hartawan untuk
diteruskan pada penipu. ''Kalau saja terlambat lagi 10
menit, mungkin rekening saya sudah dibobol. Saya kenal
betul Pak Soenarko, tak mungkin melakukan hal-hal
negatif,'' ucap Sudharma.
Petinggi Polda
Brigjen Soenarko usai dihubungi Made Sudharma, juga
langsung menelepon Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS
Reniban. Jenderal yang akan menggantikan Mangku Pastika
itu minta seluruh masyarakat Bali tidak percaya pada
penjahat yang mengaku calon Kapolda Bali.
Soenarko palsu ternyata tak hanya minta nomor rekening
BNI. Wakapolda Bali Brigjen Pol. Teguh Soedarsono juga
mendapat telepon dari seseorang yang mengaku pengganti
Irjen Pastika. Isinya, Brigjen Teguh diminta mengirim
uang untuk biaya sertijab Kapolda Bali di Jakarta,
Selasa (20/12) mendatang. ''Saya hapal suara Pak
Soenarko, yang itu jelas penjahat mencoba menipu,''
katanya pada AS Reniban.
Petinggi Polda yang hampir saja kena tipu bukan hanya
Brigjen Teguh. Karo Pers Kombes Pol. Sudarto, Kabag
Binkum Kombes Pol. Citro, dan juru bayar Polda Bali juga
dihubungi pria misterius. Teknik penipuan yang dilakukan
sama, mengaku Brigjen Soenarko dan minta nomor rekening
BNI. (kmb10)