kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Bali


Nama Kapolda Baru Dicatut
 

Denpasar (Bali Post) -
Belum dilantik, nama Brigjen Pol. Soenarko DA sudah dicatut. Ada yang mengaku-ngaku Soenarko dan minta dikirimi uang untuk biaya sertijab di Jakarta. Ketua KBPPP (Keluarga Besar Putra Putri Polri) Bali Made Sudharma, S.Sos. bahkan sudah menyerahkan nomor rekening BNI.

Made Sudharma mengaku ditelepon Koorspri Kapolda Bali AKBP Gede Hartawan, Selasa (13/12) kemarin pagi. Saat itu, Hartawan menjelaskan perintah Brigjen Soenarko palsu minta nomor rekening BNI dengan saldo di atas Rp 5 juta. Alasannya, jenderal gadungan itu akan mengirim uang Rp 20 juta untuk biaya perpisahan dengan Irjen Pol. Made Mangku Pastika. ''Kebetulan saya sedang rapat. Pak Gede minta nomor rekening, saya langsung beri,'' katanya Selasa (13/12) kemarin.

Nomor rekening yang diberikan Made Sudharma masih berisi saldo ratusan juta rupiah. Entah karena apa, tiba-tiba dia merasa ada yang ganjil. Sudharma dengan perasaan gelisah menghubungi Brigjen Soenarko. ''Saya telepon beliau, apa benar seperti yang diberi tahu Gede Hartawan,'' tambahnya.

Rekening Koordinator Pengawas BNI Badung itu nyaris dikuras. Brigjen Soenarko yang dikontak lewat HP, kontan terkejut dan menyatakan tidak pernah minta sesuatu atau nomor rekening. Made Sudharma langsung memblokir nomor rekening BNI yang diberikan pada AKBP Hartawan untuk diteruskan pada penipu. ''Kalau saja terlambat lagi 10 menit, mungkin rekening saya sudah dibobol. Saya kenal betul Pak Soenarko, tak mungkin melakukan hal-hal negatif,'' ucap Sudharma. 

Petinggi Polda
Brigjen Soenarko usai dihubungi Made Sudharma, juga langsung menelepon Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS Reniban. Jenderal yang akan menggantikan Mangku Pastika itu minta seluruh masyarakat Bali tidak percaya pada penjahat yang mengaku calon Kapolda Bali.

Soenarko palsu ternyata tak hanya minta nomor rekening BNI. Wakapolda Bali Brigjen Pol. Teguh Soedarsono juga mendapat telepon dari seseorang yang mengaku pengganti Irjen Pastika. Isinya, Brigjen Teguh diminta mengirim uang untuk biaya sertijab Kapolda Bali di Jakarta, Selasa (20/12) mendatang. ''Saya hapal suara Pak Soenarko, yang itu jelas penjahat mencoba menipu,'' katanya pada AS Reniban.

Petinggi Polda yang hampir saja kena tipu bukan hanya Brigjen Teguh. Karo Pers Kombes Pol. Sudarto, Kabag Binkum Kombes Pol. Citro, dan juru bayar Polda Bali juga dihubungi pria misterius. Teknik penipuan yang dilakukan sama, mengaku Brigjen Soenarko dan minta nomor rekening BNI. (kmb10)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)