kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 14 Desember 2005

 Bali


Di Hadapan Komisi IX DPR-RI --
Klungkung
Minta BLK dan Magang ke LN 

Semarapura (Bali Post) -
Kebijakan
pemerintah pada 2006 yang terfokus pada penciptaan lapangan kerja, selain pengentasan kemiskinan, sangat sulit diwujudkan di Kabupaten Klungkung. Jika Klungkung ikut-ikutan menciptakan lapangan pekerjaan dari sektor pariwisata, secara SDM diyakini akan kalah bersaing dengan SDM dari negara lain.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Catatan Sipil, IB Sudarsana, di hadapan Komisi IX DPR-RI yang mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Klungkung Selasa (13/12) kemarin.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata ini mengharapkan adanya bantuan pusat (Depnaker) dalam hal penyediaan kesempatan magang ke luar negeri bagi tenaga kerja asal Klungkung serta meminta bantuan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk kawasan Bali Timur. Menurutnya, kalau Klungkung hanya mengandalkan daerah dalam hal kesempatan magang ke luar negeri, jelas sangat sulit. ''Oleh karena itu, kami sangat berharap kesediaan pusat membantu tenaga kerja di Klungkung untuk berkesempatan magang ke luar negeri,'' pintanya. Terkait bantuan pembangunan BLK, dikatakan hal itu tentu sangat berguna bagi angkatan pencari kerja yang ada di wilayah Klungkung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem.

Masalah angkatan kerja di Kabupaten Klungkung, IB Sudarsana menyebutkan saat ini jumlahnya mencapai 105.265 orang. Bekerja sebanyak 93.211 orang dan pencari kerja (pengangguran) 12.084 orang. Dari Jumlah penduduk Kabupaten Klungkung secara keseluruhan mencapai 170.092 jiwa.

Sementara itu, saat menyambut kedatangan rombongan, Bupati Klungkung, Wayan Candra, dengan semangat memperkenalkan potensi yang dimiliki salah satu kecamatan di wilayahnya, yakni Kecamatan Nusa Penida. Bupati yang asal Desa Pikat Dawan itu dengan penuh percaya diri mengungkapkan kelebihan Nusa Penida sebagai telur emasnya Bali. Telur emas itu sewaktu-waktu bisa menetas yang kemungkinan akan menggemparkan dunia. Dengan potensi yang ada itu, sedikitnya 50 investor yang melirik keberadaan kawasan kepulauan yang terdiri dari tiga bagian pulau kecil yakni Nusa Penida Besar, Lembongan Jungut Batu, dan Ceningan. Namun sayang, potensi itu belum sepenuhnya tergali.

Sementara itu, Ketua rombongan yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Max Sopacoa, mengaku datang ke Klungkung bukan untuk mendengar hal yang baik-baik saja tentang Klungkung. Tetapi mencari apa saja persoalan, khususnya tentang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang dihadapi. Menjawab permintaan Dinas Tenaga Kerja dan Catatan Sipil, terkait penyediaan bantuan kesempatan magang ke luar negeri salah satu anggota Komisi IX asal daerah pemilihan Bali, Tisnawati Karna, menyebutkan bahwa pusat tidak mungkin akan menyediakan bantuan seperti itu. Dia kemudian menyarankan agar Pemkab Klungkung menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan penyalur tenaga kerja yang nantinya bisa membuka kesempatan bagi pencari kerja bumi serombotan. Sedangkan masalah bantuan pembangunan BLK, itu perlu dipelajari. Seberapa urgen keberadaan BLK itu nantinya bagi angkatan kerja di Bali Timur, Gianyar, Karangasem, Bangli, dan Klungkung, katanya.

Setelah tanya jawab yang berlangsung di aula RSUD Klungkung, sekitar pukul 17.30 wita, rombongan Komisi IX bersama rombongan Pemkab Klungkung melanjutkan kunjungan ke sentra-sentra industri kecil, seperti industri pis bolong di Kamasan, industri kupas (pelepah pisang), puskesmas, dan sarana prasarana RSUD Klungkung serta lainnya. (kmb20)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)