Di
Hadapan
Komisi IX DPR-RI --
Klungkung
Minta BLK
dan
Magang ke LN
Semarapura
(Bali Post) -
Kebijakan
pemerintah
pada 2006 yang
terfokus
pada
penciptaan lapangan
kerja,
selain pengentasan
kemiskinan,
sangat
sulit diwujudkan
di
Kabupaten Klungkung.
Jika
Klungkung ikut-ikutan
menciptakan
lapangan
pekerjaan
dari
sektor pariwisata,
secara SDM
diyakini
akan
kalah bersaing
dengan SDM
dari
negara lain.
Hal itu
dikemukakan Kepala
Dinas
Tenaga Kerja
dan
Catatan Sipil, IB
Sudarsana,
di
hadapan Komisi IX DPR-RI
yang mengadakan
kunjungan
kerja
ke Kabupaten
Klungkung
Selasa (13/12)
kemarin.
Mantan
Kepala
Dinas Pariwisata
ini
mengharapkan adanya
bantuan
pusat (Depnaker)
dalam
hal penyediaan
kesempatan
magang
ke luar
negeri
bagi tenaga
kerja
asal Klungkung
serta
meminta bantuan
pembangunan
Balai
Latihan Kerja (BLK)
untuk
kawasan Bali Timur.
Menurutnya,
kalau
Klungkung hanya
mengandalkan
daerah
dalam hal
kesempatan
magang
ke luar
negeri,
jelas sangat
sulit. ''Oleh
karena
itu, kami
sangat
berharap kesediaan
pusat
membantu tenaga
kerja
di Klungkung
untuk
berkesempatan magang
ke luar
negeri,''
pintanya.
Terkait
bantuan pembangunan
BLK, dikatakan
hal itu
tentu
sangat berguna
bagi
angkatan pencari
kerja yang
ada di
wilayah
Klungkung, Gianyar,
Bangli,
dan Karangasem.
Masalah
angkatan
kerja
di Kabupaten
Klungkung, IB
Sudarsana
menyebutkan
saat
ini jumlahnya
mencapai 105.265
orang.
Bekerja sebanyak
93.211 orang
dan
pencari kerja (pengangguran)
12.084 orang. Dari
Jumlah
penduduk Kabupaten
Klungkung
secara
keseluruhan mencapai
170.092 jiwa.
Sementara
itu,
saat menyambut
kedatangan
rombongan,
Bupati
Klungkung, Wayan
Candra,
dengan semangat
memperkenalkan
potensi yang
dimiliki
salah
satu kecamatan
di
wilayahnya, yakni
Kecamatan
Nusa
Penida. Bupati yang
asal
Desa Pikat
Dawan
itu dengan
penuh
percaya diri
mengungkapkan
kelebihan
Nusa
Penida sebagai
telur
emasnya Bali. Telur
emas
itu sewaktu-waktu
bisa
menetas yang kemungkinan
akan
menggemparkan dunia.
Dengan
potensi yang ada
itu,
sedikitnya 50 investor yang
melirik keberadaan
kawasan
kepulauan yang terdiri
dari
tiga bagian
pulau
kecil yakni
Nusa
Penida Besar,
Lembongan
Jungut
Batu, dan
Ceningan.
Namun
sayang, potensi
itu
belum sepenuhnya
tergali.
Sementara
itu,
Ketua rombongan yang
juga
Wakil Ketua
Komisi IX DPR-RI, Max
Sopacoa,
mengaku
datang ke
Klungkung
bukan
untuk mendengar
hal yang
baik-baik
saja
tentang Klungkung.
Tetapi
mencari apa
saja
persoalan, khususnya
tentang
kesehatan dan
kesejahteraan
masyarakat yang
dihadapi.
Menjawab
permintaan
Dinas
Tenaga Kerja
dan
Catatan Sipil,
terkait
penyediaan bantuan
kesempatan
magang
ke luar
negeri
salah satu
anggota
Komisi IX asal
daerah
pemilihan Bali, Tisnawati
Karna,
menyebutkan bahwa
pusat
tidak mungkin
akan
menyediakan bantuan
seperti
itu. Dia
kemudian
menyarankan agar
Pemkab
Klungkung menjalin
kerja
sama dengan
perusahaan-perusahaan
penyalur
tenaga
kerja yang nantinya
bisa
membuka kesempatan
bagi
pencari kerja
bumi
serombotan. Sedangkan
masalah
bantuan pembangunan
BLK, itu
perlu
dipelajari. Seberapa
urgen
keberadaan BLK itu
nantinya
bagi
angkatan kerja
di Bali
Timur, Gianyar,
Karangasem,
Bangli,
dan Klungkung,
katanya.
Setelah
tanya
jawab yang berlangsung
di aula RSUD
Klungkung,
sekitar
pukul 17.30 wita,
rombongan
Komisi IX
bersama
rombongan Pemkab
Klungkung
melanjutkan
kunjungan
ke
sentra-sentra industri
kecil,
seperti industri
pis
bolong di
Kamasan,
industri
kupas (pelepah
pisang),
puskesmas,
dan
sarana prasarana RSUD
Klungkung
serta
lainnya. (kmb20)