kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 1 Desember 2005

 Mancanegara


Robin Lovitt Eksekusi Mati Ke-1.000

Pilih Suntik Racun daripada Kursi Listrik ---

Virginia -
Dalam keadaan terikat, dengan jarum-jarum disuntikkan pada kedua lengan, itu gambaran tahanan dengan wajah sendu menunggu eksekusi. Menatap dari balik penutup kulit tebal, kemudian disalurkannya racun mematikan.

Dalam lima atau enam menit, tahanan dengan dakwaan hukuman mati tewas dan dinyatakan meninggal akibat suntikan mematikan (lethal injection).

Penonton lewat jendela kaca dari ruangan sebelah yang berjarak beberapa meter adalah para keluarga dari para korban. Mereka bisa melihat tubuh terdakwa meregang maut, tangannya yang terikat nampak lemas pada papan cotton-padded.

Di belakang sebuah panel Plexiglass, lusinan wartawan dan orang-orang yang sukarela menjadi "saksi negara" dengan seksama memperhatikan. Sedangkan keluarga terdakwa, di Virginia, tidak diizinkan menyaksikan momen tersebut.

Ini adalah nasib yang sudah menunggu Robin Lovitt, terdakwa pembunuh yang akan menjadi orang ke-1.000 yang dieksekusi mati di Amerika Serikat. Ia direncanakan mati pada Rabu malam waktu setempat di penjara Greensville-Jarratt, Virginia.

Seorang lelaki yang dieksekusi Selasa di Ohio menjadi orang ke-999. John Hicks (49) dijatuhi hukuman mati terhadap peristiwa pembunuhan ibu mertuanya dan anak tiri perempuan berusia lima tahun.

Penjara khusus lelaki Greenville, dengan populasi sekitar 3.300, melaksanakan tindak eksekusi di gedung L.

Virginia, negara bagian AS yang menjadi lokasi dengan angka eksekusi tertinggi setelah Texas, terdakwa mati dapat memilih jalannya menuju alam baka. Apakah itu melalui kursi listrik atau suntikan mematikan. Namun dari keseluruhan eksekusi mayoritas terdakwa memilih jarum maut daripada kejutan listrik.

Administrator penjara Clyde Aderman mengatakan ia pernah menyaksikan terdakwa mati yang memilih kursi listrik. "Saat itu adalah pemandangan yang memilukan," kata Alderman kepada wartawan yang berkunjung. "Salah satu dari mereka merasa ia tidak selayaknya mati, seperti Yesus disalib. Seorang lainnya mengklaim ia tidak bersalah dan hanya ingin mencari perhatian.

Sebelum memasuki ruangan mematikan, terdakwa melakukan ritual yang dibuat untuk mencegah tindakan emosional.

Terdakwa dapat berbicara dengan pengacaranya dari sel. Pada hari terakhir, terdakwa memiliki hak untuk bertemu dengan keluarganya di dalam sebuah ruangan kecil selama dua jam. Ia dapat memilih menu makanan terakhir yang disuguhkan di penjara.

Tujuh hingga sepuluh menit sebelum eksekusi, yang biasanya dilakukan pukul 09.00 malam di Virginia, terdakwa diantar menuju ruang mematikan. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)