Robin Lovitt Eksekusi Mati Ke-1.000
Pilih Suntik Racun daripada Kursi Listrik ---
Virginia
-
Dalam keadaan terikat, dengan jarum-jarum disuntikkan
pada kedua lengan, itu gambaran tahanan dengan wajah
sendu menunggu eksekusi. Menatap dari balik penutup
kulit tebal, kemudian disalurkannya racun mematikan.
Dalam lima atau enam menit, tahanan dengan dakwaan
hukuman mati tewas dan dinyatakan meninggal akibat
suntikan mematikan (lethal injection).
Penonton lewat jendela kaca dari ruangan sebelah yang
berjarak beberapa meter adalah para keluarga dari para
korban. Mereka bisa melihat tubuh terdakwa meregang maut,
tangannya yang terikat nampak lemas pada papan
cotton-padded.
Di belakang sebuah panel Plexiglass, lusinan wartawan
dan orang-orang yang sukarela menjadi "saksi negara"
dengan seksama memperhatikan. Sedangkan keluarga
terdakwa, di Virginia, tidak diizinkan menyaksikan momen
tersebut.
Ini adalah nasib yang sudah menunggu Robin Lovitt,
terdakwa pembunuh yang akan menjadi orang ke-1.000 yang
dieksekusi mati di Amerika Serikat. Ia direncanakan mati
pada Rabu malam waktu setempat di penjara Greensville-Jarratt,
Virginia.
Seorang lelaki yang dieksekusi Selasa di Ohio menjadi
orang ke-999. John Hicks (49) dijatuhi hukuman mati
terhadap peristiwa pembunuhan ibu mertuanya dan anak
tiri perempuan berusia lima tahun.
Penjara khusus lelaki Greenville, dengan populasi
sekitar 3.300, melaksanakan tindak eksekusi di gedung L.
Virginia, negara bagian AS yang menjadi lokasi dengan
angka eksekusi tertinggi setelah Texas, terdakwa mati
dapat memilih jalannya menuju alam baka. Apakah itu
melalui kursi listrik atau suntikan mematikan. Namun
dari keseluruhan eksekusi mayoritas terdakwa memilih
jarum maut daripada kejutan listrik.
Administrator penjara Clyde Aderman mengatakan ia pernah
menyaksikan terdakwa mati yang memilih kursi listrik. "Saat
itu adalah pemandangan yang memilukan," kata Alderman
kepada wartawan yang berkunjung. "Salah satu dari mereka
merasa ia tidak selayaknya mati, seperti Yesus disalib.
Seorang lainnya mengklaim ia tidak bersalah dan hanya
ingin mencari perhatian.
Sebelum memasuki ruangan mematikan, terdakwa melakukan
ritual yang dibuat untuk mencegah tindakan emosional.
Terdakwa dapat berbicara dengan pengacaranya dari sel.
Pada hari terakhir, terdakwa memiliki hak untuk bertemu
dengan keluarganya di dalam sebuah ruangan kecil selama
dua jam. Ia dapat memilih menu makanan terakhir yang
disuguhkan di penjara.
Tujuh hingga sepuluh menit sebelum eksekusi, yang
biasanya dilakukan pukul 09.00 malam di Virginia,
terdakwa diantar menuju ruang mematikan.
(ton/afp)