Perdagangan RI-Turki Satu Milyar Dolar AS
Jakarta (Bali Post) -
Volume perdagangan dengan Indonesia-Turki ditaksir akan
mencapai 1 milyar dolar AS dalam tiga tahun ke depan.
Transaksi kedua negara diperkirakan terus meningkat
seiring dengan bertambahnya item ekspor impor kedua
negara. Demikian diungkapkan Deputi Menteri Perdagangan
Luar Negeri Turki Tuncer Kayalar yang memimpin delegasi
dagang Turki ke Indonesia di Jakarta, Rabu (30/11)
kemarin.
Menurut Kayalar, volume perdagangan Indonesia-Turki
selalu naik dari tahun ke tahun, seperti tahun 2003
sebesar 497 juta dolar AS, dan tahun 2004 sebesar
677 juta dolar AS. Sedangkan untuk periode Januari-September
2005 nilainya telah mencapai 594 juta dolar AS atau naik
20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Ekspor Turki ke Indonesia dalam bentuk tembakau, tepung
terigu, bahan kimia, tekstil, katun dan marmer.
Indonesia, ungkap Kalayar, merupakan peringkat ketujuh
tujuan ekspor Turki di antara negara-negara Asia Pasifik
setelah Cina, Jepang, Korea, Taiwan, India dan Malaysia.
"Turki saat ini menjadi tempat yang diminati untuk
investasi langsung (foreign direct investment/FDI)
karena program privatisasi yang agresif.
FDI Turki dalam sembilan bulan tahun 2005 ini mencapai
16 milyar dolar AS," papar Kayalar.Tahun 2004, ekspor
Turki ke Indonesia sebesar 54 juta dolar AS,
sebaliknya ekspor Indonesia ke Turki mencapai 623 juta
dolar AS. Sedangkan periode Januari-September, ekspor
Turki ke Indonesia telah mencapai 58 juta dolar AS, dan
impor dari Indonesia 536 juta dolar AS.
"Ini
membuktikan ekspor Turki ke Indonesia hanya 0,1 persen
dari total impor Indonesia ke Turki," ujar
Kayalar.Rombongan misi dagang Turki, lanjut Kayalar,
tertarik untuk berinvestasi pembangunan pabrik terigu
seperti yang ditawarkan pemerintah Indonesia. Selain
populasi yang besar, Indonesia dianggap bisa dijadikan
pusat strategis untuk ekspor terigu ke negara Asia.
"Kita akan follow up ini di tahun 2006," janji Kayalar
.Nilai
ekspor terigu ke Indonesia mencapai 8 juta dolar AS dan
tahun 2006 diperkirakan mencapai 40 juta dolar AS.
Sedangkan untuk seluruh dunia, nilai ekspor terigu tahun
2004 mencapai 200 juta dolar AS, dan tahun ini
ditargetkan mencapai 330 juta dolar AS.Misi dagang Turki
juga berminat untuk masuk ke sektor konstruksi.
Melalui consultant service, Turki telah memegang lebih
dari 2.500 proyek yang tersebar di 63 negara dengan
nilai 64 milyar dolar AS."Untuk itu kami akan
mengorganisasi investor Turki untuk mengikuti tender
infrastruktur di Indonesia," katanya.
(kmb1)