kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 1 Desember 2005

 Ekonomi


Perdagangan RI-Turki Satu Milyar Dolar AS
 

Jakarta (Bali Post) -
Volume perdagangan dengan Indonesia-Turki ditaksir akan  mencapai 1 milyar dolar AS dalam tiga tahun ke depan. Transaksi kedua negara diperkirakan terus meningkat seiring dengan bertambahnya item ekspor impor kedua negara. Demikian diungkapkan Deputi Menteri Perdagangan Luar Negeri Turki Tuncer Kayalar yang memimpin delegasi dagang Turki ke Indonesia di Jakarta, Rabu (30/11) kemarin.

Menurut Kayalar, volume perdagangan Indonesia-Turki selalu naik dari tahun ke tahun, seperti tahun 2003 sebesar  497 juta dolar AS, dan tahun 2004 sebesar  677 juta dolar AS. Sedangkan untuk periode Januari-September 2005 nilainya telah mencapai 594 juta dolar AS atau naik 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Ekspor Turki ke Indonesia dalam bentuk tembakau, tepung terigu, bahan kimia, tekstil, katun dan marmer. Indonesia, ungkap Kalayar, merupakan peringkat ketujuh tujuan ekspor Turki di antara negara-negara Asia Pasifik setelah Cina, Jepang, Korea, Taiwan, India dan Malaysia. "Turki saat ini menjadi tempat yang diminati untuk investasi langsung (foreign direct investment/FDI) karena program privatisasi yang agresif.

FDI Turki dalam sembilan bulan tahun 2005 ini mencapai 16 milyar dolar AS," papar Kayalar.Tahun 2004, ekspor Turki ke Indonesia sebesar  54 juta dolar AS, sebaliknya ekspor Indonesia ke Turki mencapai 623 juta dolar AS. Sedangkan periode Januari-September, ekspor Turki ke Indonesia telah mencapai 58 juta dolar AS, dan impor dari Indonesia 536 juta dolar AS.

"Ini membuktikan ekspor Turki ke Indonesia hanya 0,1 persen dari total impor Indonesia ke Turki," ujar Kayalar.Rombongan misi dagang Turki, lanjut Kayalar, tertarik untuk berinvestasi pembangunan pabrik terigu seperti yang ditawarkan pemerintah Indonesia. Selain populasi yang besar, Indonesia dianggap bisa dijadikan pusat strategis untuk ekspor terigu ke negara Asia. "Kita akan follow up ini di tahun 2006," janji Kayalar

.Nilai ekspor terigu ke Indonesia mencapai 8 juta dolar AS dan tahun 2006 diperkirakan mencapai 40 juta dolar AS. Sedangkan untuk seluruh dunia, nilai ekspor terigu tahun 2004 mencapai 200 juta dolar AS, dan tahun ini ditargetkan mencapai 330 juta dolar AS.Misi dagang Turki juga berminat untuk masuk ke sektor konstruksi.

Melalui consultant service, Turki telah memegang lebih dari 2.500 proyek yang tersebar di 63 negara dengan nilai 64 milyar dolar AS."Untuk itu kami akan mengorganisasi investor Turki untuk mengikuti tender infrastruktur di Indonesia," katanya. (kmb1)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)