kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 8 Nopember 2005

 Bali


Pengalokasian
BOS jangan Direkayasa
  * Purnawan: SPP Disetujui Komite Sekolah..

Denpasar (Bali Post) -
Sekolah
mesti mampu menerjemahkan sebelas item penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Namun, alokasi penggunaan dana tersebut mesti real, tidak fiktif alias direkayasa. Dengan demikian dana itu betul-betul mencapai sasaran.

Kasubdin Dikmenum dan Dikmenjur Dinas Pendidikan Propinsi Bali Ketut Wija didampingi Kasubag Humas Dewa Made Nurjana Putra mengatakan hal itu Senin (7/11) kemarin. Untuk membantu sekolah agar tidak ragu-ragu dalam mengambil langkah, Dinas Pendidikan Propinsi Bali saat ini sedang menyusun penerjemahan sebelas item penggunaan dana BOS.

Sesuai ketentuan, sekolah yang memungut dana penerimaan siswa baru dan iuran bulanan yang tertuang dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) lebih kecil daripada dana BOS, harus membebaskan semua bentuk pungutan.

Dana BOS itu digunakan untuk membiayai beberapa komponen pembiayaan sekolah yang meliputi uang formulir pendaftaran, buku pelajaran pokok dan buku penunjang untuk perpustakaan, biaya peningkatan mutu guru (MGP, MKS, pelatihan dll), biaya pemeliharaan, ujian sekolah, ulangan umum bersama dan ulangan umum harian, honor guru dan tenaga kependidikan honorer dan kegiatan kesiswaan (remidial, pengayaan dan ekstrakurikuler).

Apabila sekolah memiliki jumlah penerimaan dari peserta didik yang tertuang dalam RAPBS lebih besar daripada BOS, maka sekolah dapat memungut tambahan biaya.

Pungut Uang SPP

Sementara itu Kepala SD No. 18 Dangin Puri Denpasar Drs. I Ketut Purnawan mengatakan sekolahnya saat ini memang masih memungut uang SPP seperti halnya sebelum ada BOS. Jika sebelumnya setiap siswa dikenai uang SPP Rp 15.000, sekarang hanya dikenai Rp 7.000. Jadi, dengan adanya dana BOS anak-anak diringankan uang SPP Rp 8.000. Pemungutan uang SPP sebanyak itu sudah berdasarkan persetujuan komite sekolah, sesuai rapat tertanggal 27 September 2005.

Dikatakannya, sekolahnya per tahun mendapat dana BOS Rp 107.395.000 dengan jumlah siswa saat ini 471 orang. Sementara rencana anggaran pendapatan belanja sekolah (RAPBS) mencapai Rp 162.949.000. Anggaran itu digunakan untuk pengadaan perpustakaan, pengadaan bangku sekolah, mengkramik lantai, membeli almari, komputer, papan catur, meja pingpong, biaya upacara keagamaan dan lain sebagainya. Sebanyak Rp 39.564.000 anggaran RAPBS itu bersumber dari dana komite sekolah. (08)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)