Tongkat
Jatuh,
Emas
pun Melayang
Manila (Bali Post) -
Cabang
atletik
tampaknya belum
dipayungi
keberuntungan.
Pada
hari ketiga SEA Games
2005 Manila,
tim atletik
Indonesia belum
berhasil
memperoleh
medali
emas.
Sebetulnya
di
nomor lari
estafet 4 x 100 meter
putra,
atletik berpeluang
mendapatkan
medali
emas. Sayang
emas di
depan
mata itu
lenyap
seketika hanya
karena
kecerobohan John Murai
dalam
menyerahkan tongkat
kepada
rekannya, Ahmad Sakeh.
Penyerahan
tongkat yang
tidak
mulus itu
mengakibatkan
emas
dari nomor
ini
melayang.
Padahal
emas
itu sangat
diharapkan
menyusul
kegagalan
sehari
sebelumnya di
nomor
lari 100 meter putra.
Tongkat
dalam
genggaman John Murai
terjatuh
di
lintasan Rizal
Memoriam Track and Field Stadium, Manila,
tempatnya
berlangsungnya
lomba
atletik.
Wartawan
Bali Post Suharto
Olii
dari Manila melaporkan,
posisi
kontingen Indonesia belum
beranjak
dan
masih tetap
bertengger
di
posisi kelima.
Dari 10 nomor final yang
dipertandingkan
di
cabang atletik
ini, Indonesia
hanya
membawa dua
perunggu.
Dua
medali perunggu
tersebut
dari
nomor 400 m gawang
putra,
atas nama
Zulkarnaen
Purba,
tim estafet
putri, 4 x 100 meter
dan
pada nomor 1.500
meter putri
atas
nama Olivia Sadi.
Hingga
pukul 22.00
waktu
Manila
(sama
dengan
waktu di Bali-red)
atau
saat berita
ini
sedang dibuat,
kontingen
Merah
Putih hanya
mampu
menambah 4 emas, 8
perak
dan 13 perunggu.
Cabang
karate
kembali menyumbangkan
medali
emas atas
nama
Umar Syarif
di
kelas bebas,
setelah
di final yang berlangsung
di
Mandue Colliseum,
Cebu
mengalahkan
karateka Vietnam Nguyen Ngoc
Thanh.
Dua karateka
lainnya,
Telly
Malinda (-48kg) dan
Donny Dharmawan (-60kg),
hanya
memperoleh medali
perak.
Satu
perunggu
diraih
Bambang Mauludin
di
kelas -55 kg.
Meski
demikian,
cabang karate
secara
keseluruhan tampil
sebagai
peraih medali
emas
terbanyak, dengan 5
emas.
Cabang
balap
sepeda juga
menyumbang
medali
emas.
Dadi
Nurcahyadi yang tampil
di
nomor Cross Country putra,
mengungguli
dua
pembalap tuan
rumah Filipina,
Felciano
Fredick Reyes
dan Quinones
Suserio
Zaldua, yang kebagian
medali
perak dan
perunggu.
Dua
medali
emas lainnya
melalui
peboling putra Ryan
Leonard Lalisang
di
nomor perseorangan
dan
taekwondoin putra
Basuki
Nugroho
di
kelas 72-78 kg yang
mengalahkan
atlet Thailand.
Medali
perak
lainnya dari
anggar floret
putra
atas
nama Elfizar,
cabang
gulat atas
nama Rudy
Septiadji
kelas 84 kg.
Loncat
Indah, Sheny
Ratna Amelia (papan
10 m flatform).
Taekwondo
atas
nama
Taufik
Krisna (kelas 67 kg).
Cabang
renang atas
nama
M. Akbar
Nasution (400 m
gaya
ganti
perorangan).
Meski
hingga
kini posisi Indonesia
belum
juga beranjak
ke
posisi tiga
besar, Chef de Mission
Kontingen Indonesia
Djoko
Pramono mengkaui
kondisi
ini sudah
diperhitungkan
sebelum
berangkat ke Manila.
(*)