kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 30 Nopember 2005

 Olahraga


Tongkat
Jatuh, Emas pun Melayang

Manila (Bali Post) -
Cabang
atletik tampaknya belum dipayungi keberuntungan. Pada hari ketiga SEA Games 2005 Manila, tim atletik Indonesia belum berhasil memperoleh medali emas. Sebetulnya di nomor lari estafet 4 x 100 meter putra, atletik berpeluang mendapatkan medali emas. Sayang emas di depan mata itu lenyap seketika hanya karena kecerobohan John Murai dalam menyerahkan tongkat kepada rekannya, Ahmad Sakeh.

Penyerahan tongkat yang tidak mulus itu mengakibatkan emas dari nomor ini melayang. Padahal emas itu sangat diharapkan menyusul kegagalan sehari sebelumnya di nomor lari 100 meter putra.

Tongkat dalam genggaman John Murai terjatuh di lintasan Rizal Memoriam Track and Field Stadium, Manila, tempatnya berlangsungnya lomba atletik.

Wartawan Bali Post Suharto Olii dari Manila melaporkan, posisi kontingen Indonesia belum beranjak dan masih tetap bertengger di posisi kelima.

Dari 10 nomor final yang dipertandingkan di cabang atletik ini, Indonesia hanya membawa dua perunggu. Dua medali perunggu tersebut dari nomor 400 m gawang putra, atas nama Zulkarnaen Purba, tim estafet putri, 4 x 100 meter dan pada nomor 1.500 meter putri atas nama Olivia Sadi.

Hingga pukul 22.00 waktu Manila (sama dengan waktu di Bali-red) atau saat berita ini sedang dibuat, kontingen Merah Putih hanya mampu menambah 4 emas, 8 perak dan 13 perunggu.

Cabang karate  kembali menyumbangkan medali emas atas nama Umar Syarif di kelas bebas, setelah di final yang berlangsung di Mandue Colliseum, Cebu mengalahkan karateka Vietnam Nguyen Ngoc Thanh. Dua karateka lainnya, Telly Malinda (-48kg) dan Donny Dharmawan (-60kg), hanya memperoleh medali perak. Satu perunggu diraih Bambang Mauludin di kelas -55 kg. Meski demikian, cabang karate secara keseluruhan tampil sebagai peraih medali emas terbanyak, dengan 5 emas.

Cabang balap sepeda juga menyumbang medali emas. Dadi Nurcahyadi  yang tampil di nomor Cross Country putra, mengungguli dua pembalap tuan rumah Filipina, Felciano Fredick Reyes dan Quinones Suserio Zaldua, yang kebagian medali perak dan perunggu.

Dua medali emas lainnya melalui peboling putra Ryan Leonard Lalisang di nomor perseorangan dan taekwondoin putra Basuki Nugroho  di kelas 72-78 kg yang mengalahkan atlet Thailand. 

Medali perak lainnya dari anggar floret putra atas nama Elfizar, cabang gulat atas nama Rudy Septiadji kelas 84 kg. Loncat Indah, Sheny Ratna Amelia (papan 10 m flatform). Taekwondo atas nama Taufik Krisna (kelas 67 kg). Cabang renang atas nama M. Akbar Nasution (400 m gaya ganti perorangan).

Meski hingga kini posisi Indonesia belum juga beranjak ke posisi tiga besar, Chef de Mission Kontingen Indonesia Djoko Pramono mengkaui kondisi ini sudah diperhitungkan sebelum berangkat ke Manila. (*)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)