kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 30 Nopember 2005

 Ekonomi


Retribusi Objek Wisata Naik 100 Persen Lebih
 

Tabanan (Bali Post) -
Sesuai dengan Peraturan Bupati Tabanan Nomor 31 tahun 2005 tentang struktur dan besarnya tarif tempat rekreasi dan olah raga, tarif dinaikkan cukup tinggi dari sebelumnya. Sesuai dengan peraturan tersebut, tarif masuk ke objek wisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) Rp 10.000, untuk wisatawan domestik (wisdom) Rp 7.500, dan anak-anak Rp 5.000. Sebelumnya tarif masuk hanya Rp 3.000 untuk dewasa, dan tarif itu sama antara wisman dan wisdom serta anak-anak hanya Rp 1.500. Dalam aturan tersebut kamera dikenakan tarif Rp 1.000 dan kamera video Rp 5.000.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tabanan I Wayan Diasa, Selasa (29/11) kemarin menyatakan, kenaikan tersebut merupakan penyesuaian terhadap kenaikan biaya operasional serta biaya pemeliharaan yang akan mulai berlaku 1 Desember mendatang.

Menurutnya, kenaikan tarif dinilai tidak akan berpengaruh terhadap jumlah pengunjung, sebab beberapa objek wisata di Tabanan seperti Tanah Lot, Alas Kedaton dan Bedugul merupakan objek  yang sudah dikenal dalam dunia pariwisata. Selain itu, tarif ini dinilai sejajar dengan tarif objek wisata lainnya di Bali maupun di luar Bali.

Dengan kenaikan tarif, menurutnya, akan lebih menggairahkan pengelolaan pariwisata. ''Kami sedang menata agar lebih nyaman bagi pengunjung dan mereka puas. Dan, kebersihan adalah hal mutlak yang harus dipenuhi,'' ujarnya. 

Anggota Komisi B DPRD Tabanan Dewa Alit menyatakan, kenaikan tarif tersebut telah melalui pembahasan pihak eksekutif-legislatif. Menurutnya, tujuan utama dari kenaikan tarif untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah). Ia menilai tarif sebelummnya terlalu rendah sehingga sumbangannya bagi PAD sangat kecil. Ia juga optimis kenaikan tarif tidak akan mengurangi minat pengunjung untuk menikmati panorama yang ditawarkan. ''Kami telah melakukan studi banding ke berbagai tempat, memang tarif di Tabanan tergolong sangat rendah,'' tuturnya.

Diasa menyatakan dari 24 objek wisata yang ada di Tabanan, beberapa di antaranya sedang dalam pengembangan. Museum Subak yang merupakan satu-satunya warisan kini sedang ditata dengan berbagai peralatan dan perlengkapan yang disumbangkan oleh masyarakat. Selain itu, juga sedang dikembangkan tempat wisata spiritual yang ada di Desa Pujungan, Pupuan. Menurutnya, di air terjun Yoga akan dibangun sebagai tempat meditasi dan aktivitas spiritual lainnya seperti melukat. (upi)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)