Retribusi Objek Wisata Naik 100 Persen Lebih
Tabanan (Bali Post) -
Sesuai dengan Peraturan Bupati Tabanan Nomor 31 tahun
2005 tentang struktur dan besarnya tarif tempat rekreasi
dan olah raga, tarif dinaikkan cukup tinggi dari
sebelumnya. Sesuai dengan peraturan tersebut, tarif
masuk ke objek wisata untuk wisatawan mancanegara (wisman)
Rp 10.000, untuk wisatawan domestik (wisdom) Rp 7.500,
dan anak-anak Rp 5.000. Sebelumnya tarif masuk hanya Rp
3.000 untuk dewasa, dan tarif itu sama antara wisman dan
wisdom serta anak-anak hanya Rp 1.500. Dalam aturan
tersebut kamera dikenakan tarif Rp 1.000 dan kamera
video Rp 5.000.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tabanan I Wayan
Diasa, Selasa (29/11) kemarin menyatakan, kenaikan
tersebut merupakan penyesuaian terhadap kenaikan biaya
operasional serta biaya pemeliharaan yang akan mulai
berlaku 1 Desember mendatang.
Menurutnya, kenaikan tarif dinilai tidak akan
berpengaruh terhadap jumlah pengunjung, sebab beberapa
objek wisata di Tabanan seperti Tanah Lot, Alas Kedaton
dan Bedugul merupakan objek yang sudah dikenal
dalam dunia pariwisata. Selain itu, tarif ini dinilai
sejajar dengan tarif objek wisata lainnya di Bali maupun
di luar Bali.
Dengan kenaikan tarif, menurutnya, akan lebih
menggairahkan pengelolaan pariwisata. ''Kami sedang
menata agar lebih nyaman bagi pengunjung dan mereka puas.
Dan, kebersihan adalah hal mutlak yang harus dipenuhi,''
ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD Tabanan Dewa Alit menyatakan,
kenaikan tarif tersebut telah melalui pembahasan pihak
eksekutif-legislatif. Menurutnya, tujuan utama dari
kenaikan tarif untuk menambah PAD (pendapatan asli
daerah). Ia menilai tarif sebelummnya terlalu rendah
sehingga sumbangannya bagi PAD sangat kecil. Ia juga
optimis kenaikan tarif tidak akan mengurangi minat
pengunjung untuk menikmati panorama yang ditawarkan. ''Kami
telah melakukan studi banding ke berbagai tempat, memang
tarif di Tabanan tergolong sangat rendah,'' tuturnya.
Diasa menyatakan dari 24 objek wisata yang ada di
Tabanan, beberapa di antaranya sedang dalam pengembangan.
Museum Subak yang merupakan satu-satunya warisan kini
sedang ditata dengan berbagai peralatan dan perlengkapan
yang disumbangkan oleh masyarakat. Selain itu, juga
sedang dikembangkan tempat wisata spiritual yang ada di
Desa Pujungan, Pupuan. Menurutnya, di air terjun Yoga
akan dibangun sebagai tempat meditasi dan aktivitas
spiritual lainnya seperti melukat. (upi)