Tentang
Bentrokan
Warga
Tatiapi
Kelod
dan Kaja
Sebagai
warga
masyarakat yang melihat
langsung
tentang
tempat kejadian
bentrokan
antar
warga Tatiapi
Kaja
dengan Tatiapi
Kelod,
sebagaimana diberitakan
Bali Post, Kamis
(20/10-2005), saya
ingin
memberikan gambaran
fakta
kejadian dan
peristiwa
tersebut.
Anak
Agung Ting
datang
ke rumahnya
dibonceng
Gusti
Putu Anom
dengan
mengendarai sepeda
motor dengan gas yang
terlalu
keras di
hadapan
warga masyarakat yang
duduk
di depan
warung
Gusti Ketut
Arsa.
Pada
saat Gung Ting
mau
balik ke
Banjar
Tatiapi Kelod
dicegat
dan ditanyai
oleh
Agung Rai
Prasa
dengan nada agak
keras.
Akhirnya
terjadilah
kesalahpahaman.
Lalu
Gung Ting lari
ke
Tatiapi Kelod
mengatakan
bahwa
dirinya mau
dikeroyok
oleh
Banjar Tatiapi
Kaja.
Merasa
tak terima
karena Gung Ting
akan
mau
dikeroyok maka
saat
itu sekelompok
warga
Tatiapi Kelod
mulai
keluar rumah
dan
berencana menyerang
ke
Tatiapi Kaja.
Berkat
kesiapan petugas
akhirnya
masalah
tersebut dapat
diatasi
dengan rencana
akan
mengadakan
musyawarah
di
kantor desa yang
dihadiri
oleh
kedua belah
pihak
serta difasilitasi
oleh
pihak kepolisian.
Menunggu
kedatangan
Klian
Tatiapi Kaja yang
dijemput
Bimas
dan dalam
situasi
di bawah
kendali
aparat, tiba-tiba A.A.
Mayun
datang ke
Banjar
Tatiapi Kaja,
menuju
ke timur
di
sebelah selatan
balai
banjar dengan
mengendarai
sepeda motor,
berhenti
di
depan rumah
Anak
Agung Rai
Prasa,
lalu turun
dan
menantang dengan
kata-kata
kasar.
Merasa
tak
terima dengan
sikap
itu warga
masyarakat
keluar
dan terjadilah
perkelahian yang
diawali
oleh pemukulan
Anak
Agung Mayun
terhadap
Rai
Prasa dan
langsung
diikuti
secara serentak
penyerangan
warga
Tatiapi Kaja
terhadap
Anak
Agung Mayun.
Kejadian
ini
berada di
sekitar
balai banjar
dan
dilihat langsung
oleh
Bimas dan
petugas
lainnya yang berada
di
sekitar lokasi
kejadian.
Berkat
kesiapan
petugas
dan masih
adanya
rasa menyama
sehingga
Anak
Agung Mayun
dilarikan
ke
Banjar Tatiapi
Kelod.
Sehabis
peristiwa
inilah
sekitar pukul 19.30
wita
kedua belah
pihak yang
bertikai
didampingi
oleh
kelian banjar
masing-masing
serta
tokoh masyarakat
diangkut
ke
Polsek Tampaksiring
untuk
mengawasan langkah
pemecahan
masalah.
Situasi
masyarakat
dalam
kendali pengawasan
kepolisian
sampai
pagi.
Drs. AA Gde
Rai
Budiasa
Dsn.
Br. Tatiapi,
Desa
Pejeng
Kec.
Tampaksiring,
Gianyar
Catatan
Berita
tersebut
berdasarkan
penjelasan
dari
Kabag Bina
Mitra
Polres Gianyar AKP AA
Anom
Putra, didampingi
Kapolsek
Tampaksiring
Iptu.
Wayan
Latra,
seizin Kapolres
Gianyar AKBP
Dewa
Putu Anom, S.H.,
kepada Bali Post,
Rabu (19/10).