kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 22 Oktober 2005

 Surat Pembaca


Tentang
Bentrokan Warga Tatiapi Kelod dan Kaja 

Sebagai warga masyarakat yang melihat langsung tentang tempat kejadian bentrokan antar warga Tatiapi Kaja dengan Tatiapi Kelod, sebagaimana diberitakan Bali Post, Kamis (20/10-2005), saya ingin memberikan gambaran fakta kejadian dan peristiwa tersebut.

Anak Agung Ting datang ke rumahnya dibonceng Gusti Putu Anom dengan mengendarai sepeda motor dengan gas yang terlalu keras di hadapan warga masyarakat yang duduk di depan warung Gusti Ketut Arsa. Pada saat Gung Ting mau balik ke Banjar Tatiapi Kelod dicegat dan ditanyai oleh Agung Rai Prasa dengan nada agak keras. Akhirnya terjadilah kesalahpahaman.

Lalu Gung Ting lari ke Tatiapi Kelod mengatakan bahwa dirinya mau dikeroyok oleh Banjar Tatiapi Kaja. Merasa tak terima karena Gung Ting akan mau dikeroyok maka saat itu sekelompok warga Tatiapi Kelod mulai keluar rumah dan berencana menyerang ke Tatiapi Kaja. Berkat kesiapan petugas akhirnya masalah tersebut dapat diatasi dengan rencana akan mengadakan musyawarah di kantor desa yang dihadiri oleh kedua belah pihak serta difasilitasi oleh pihak kepolisian.

Menunggu kedatangan Klian Tatiapi Kaja yang dijemput Bimas dan dalam situasi di bawah kendali aparat, tiba-tiba A.A. Mayun datang ke Banjar Tatiapi Kaja, menuju ke timur di sebelah selatan balai banjar dengan mengendarai sepeda motor, berhenti di depan rumah Anak Agung Rai Prasa, lalu turun dan menantang dengan kata-kata kasar. Merasa tak terima dengan sikap itu warga masyarakat keluar dan terjadilah perkelahian yang diawali oleh pemukulan Anak Agung Mayun terhadap Rai Prasa dan langsung diikuti secara serentak penyerangan warga Tatiapi Kaja terhadap Anak Agung Mayun. Kejadian ini berada di sekitar balai banjar dan dilihat langsung oleh Bimas dan petugas lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berkat kesiapan petugas dan masih adanya rasa menyama sehingga Anak Agung Mayun dilarikan ke Banjar Tatiapi Kelod. Sehabis peristiwa inilah sekitar pukul 19.30 wita kedua belah pihak yang bertikai didampingi oleh kelian banjar masing-masing serta tokoh masyarakat diangkut ke Polsek Tampaksiring untuk mengawasan langkah pemecahan masalah. Situasi masyarakat dalam kendali pengawasan kepolisian sampai pagi. 

Drs. AA Gde Rai Budiasa
Dsn
. Br. Tatiapi, Desa Pejeng
Kec
. Tampaksiring, Gianyar

 

Catatan

Berita tersebut berdasarkan penjelasan dari Kabag Bina Mitra Polres Gianyar AKP AA Anom Putra, didampingi Kapolsek Tampaksiring Iptu. Wayan Latra, seizin Kapolres Gianyar AKBP Dewa Putu Anom, S.H., kepada Bali Post, Rabu (19/10).

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)