Catatan
Pariwisata
Sepekan
..
Waspadai
Pandemik Flu
Burung
DI
tengah
upaya Bali memulihkan
citranya
pascabom
Jimbaran-Kuta
belakangan
ini,
kita disadarkan
akan
bahaya lain yang
diam-diam
menghantui.
Apa
itu?
Tidak lain
adalah
pandemik atau
penyebaran virus flu
burung
dalam wilayah
luas.
Memang
di Bali
belum ditemukan
kasus
kematian manusia
akibat flu
burung,
namun tidak
berarti
ancaman flu burung
kita
remehkan.
Bagaimana
pun, masalah flu
burung
ini harus
tetap
menjadi perhatian.
Kalau
sampai
ada saja
kasus flu
burung
di Bali terungkap,
dampaknya
bisa
sedahsyat bom.
Para
wisatawan
bisa
saja membatalkan
kunjungannya
ke
Pulau Dewata,
karena
khawatir
akan
ketularan virus flu
burung.
Ancaman
bom
mungkin jauh
lebih
mudah diatasi
dibanding
pendemik flu
burung.
Apalagi
kalau
fasilitas kesehatan
di sini
belum
memadai, dan
menjamin
menangani
kasus flu
burung
dengan baik.
Bukannya
mau
menakut-nakuti, sebaiknya
kita
lebih awas
dan
waspada.
Departemen
Kesehatan
sudah
mengisyaratkan adanya
peningkatan
aktivitas virus influenza
pada November-Desember
2005.
Antara
lain dipicu
oleh
maraknya vaksinasi
flu burung
pada
hewan.
Sebagaimana
terungkap
dalam
sejumlah penelitian,
vaksinasi flu
burung
pada hewan
dikhawatirkan
menyebabkan
mutasi virus H5N1
hingga
mampu meloncat
dari
hewan kepada
manusia.
Simak
hasil
penelitian dari
sejumlah
ahli
patologi dari
Fakultas
Kedokteran
Hewan UGM.
Mereka
menengarai
ancaman
pandemik flu burung
disebabkan virus H5N1
sudah
melakukan mutasi
genetik
hingga mampu
menjangkiti
manusia.
Risiko
mutasi
meningkat bersamaan
dengan
penyuntikan vaksin
flu burung
pada
unggas secara
massal
oleh Depertemen
Pertanian.
Virus Avian Influenza (AI)
kini
tak hanya
menjangkiti
hewan
di peternakan
besar,
juga unggas
koleksi
rumah tangga.
Amit-amit!
Ancaman
pandemik flu
burung
memang tak
bisa
dihadapi dengan
kepanikan.
Akal
sehat
harus tetap
terjaga.
Karena
itu,
perlu juga
menyimak
iklan
layanan masyarakat
dari
Depertemen Pertanian
yang kini
ditayangkan
di
sejumlah stasiun TV.
Di
sana,
Menteri
Pertanian Anton Suprianto
mengingatkan
masyarakat agar
tidak
khawatir terhadap
bahaya flu
burung.
Asalkan
menaati
berbagai tahapan yang
dianjurkan
secara
medis.
Setali
tiga
uang, pemerintah
juga
telah menyatakan
kesiapannya
dalam
menghadapi pandemik
flu burung.
Belum lama
ini
Menteri Kesehatan
Siti
Fadilah Supari
menyampaikan
keyakinannya
itu
setelah mendapat
kepastian
mendapat
asistensi
dan
bantuan
dana dari
sejumlah
negara,
misalnya
Amerika
Serikat, Australia,
Kanada,
Jepang dan Korea
Selatan.
Perhatian
sejumlah
negara
itu juga
menyiratkan
bahwa flu
burung
bukanlah ancaman
main-main.
Mereka
ingin
mengantisipasi agar flu
burung jangan
sampai
menyerang negara
mereka.
Kembali
pada
masalah kesiapan
kita
menghadapi flu burung,
ada
baiknya aparat
terkait
saat ini
lebih
sigap.
Pasien-pasien yang
menunjukkan
gejala
awal menyerupai
pengidap flu
berung
sebaiknya segera
diisolasi,
dan
pastikan bahwa
kondisinya
tak
akan
menular
pada yang lain.
Demikian
pula sanitasi
di
keluarga maupun
tempat
umum harus
terus
dikampanyekan.
Bagaimanapun, kalau
sudah
pandemik, flu burung
tak
akan
pilih-pilih
korban
dan brutal seperti
aksi
para teroris.
*
gregorius