kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 22 Oktober 2005

 Pariwisata


Catatan Pariwisata Sepekan ..
Waspadai
Pandemik Flu Burung 

DI tengah upaya Bali memulihkan citranya pascabom Jimbaran-Kuta belakangan ini, kita disadarkan akan bahaya lain yang diam-diam menghantui. Apa itu? Tidak lain adalah pandemik atau penyebaran virus flu burung dalam wilayah luas. Memang di Bali belum ditemukan kasus kematian manusia akibat flu burung, namun tidak berarti ancaman flu burung kita remehkan. Bagaimana pun, masalah flu burung ini harus tetap menjadi perhatian.

Kalau sampai ada saja kasus flu burung di Bali terungkap, dampaknya bisa sedahsyat bom. Para wisatawan bisa saja membatalkan kunjungannya ke Pulau Dewata, karena khawatir akan ketularan virus flu burung. Ancaman bom mungkin jauh lebih mudah diatasi dibanding pendemik flu burung. Apalagi kalau fasilitas kesehatan di sini belum memadai, dan menjamin menangani kasus flu burung dengan baik. Bukannya mau menakut-nakuti, sebaiknya kita lebih awas dan waspada.

Departemen Kesehatan sudah mengisyaratkan adanya peningkatan aktivitas virus influenza pada November-Desember 2005. Antara lain dipicu oleh maraknya vaksinasi flu burung pada hewan. Sebagaimana terungkap dalam sejumlah penelitian, vaksinasi flu burung pada hewan dikhawatirkan menyebabkan mutasi virus H5N1 hingga mampu meloncat dari hewan kepada manusia.

Simak hasil penelitian dari sejumlah ahli patologi dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Mereka menengarai ancaman pandemik flu burung disebabkan virus H5N1 sudah melakukan mutasi genetik hingga mampu menjangkiti manusia. Risiko mutasi meningkat bersamaan dengan penyuntikan vaksin flu burung pada unggas secara massal oleh Depertemen Pertanian. Virus Avian Influenza (AI) kini tak hanya menjangkiti hewan di peternakan besar, juga unggas koleksi rumah tangga. Amit-amit!

Ancaman pandemik flu burung memang tak bisa dihadapi dengan kepanikan. Akal sehat harus tetap terjaga. Karena itu, perlu juga menyimak iklan layanan masyarakat dari Depertemen Pertanian yang kini ditayangkan di sejumlah stasiun TV. Di sana, Menteri Pertanian Anton Suprianto mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir terhadap bahaya flu burung. Asalkan menaati berbagai tahapan yang dianjurkan secara medis.

Setali tiga uang, pemerintah juga telah menyatakan kesiapannya dalam menghadapi pandemik flu burung. Belum lama ini Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyampaikan keyakinannya itu setelah mendapat kepastian mendapat asistensi dan bantuan dana dari sejumlah negara, misalnya Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jepang dan Korea Selatan. Perhatian sejumlah negara itu juga menyiratkan bahwa flu burung bukanlah ancaman main-main. Mereka ingin mengantisipasi agar flu burung jangan sampai menyerang negara mereka.

Kembali pada masalah kesiapan kita menghadapi flu burung, ada baiknya aparat terkait saat ini lebih sigap. Pasien-pasien yang menunjukkan gejala awal menyerupai pengidap flu berung sebaiknya segera diisolasi, dan pastikan bahwa kondisinya tak akan menular pada yang lain. Demikian pula sanitasi di keluarga maupun tempat umum harus terus dikampanyekan. Bagaimanapun, kalau sudah pandemik, flu burung tak akan pilih-pilih korban dan brutal seperti aksi para teroris. * gregorius

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)