Pemukiman Bumi Ketapang Asri Dijaga Ketat
* Buntut Perusakan Rumah Warga Ahmadiyah
Mataram (Suara NTB) -
Eskalasi keamanan di Dusun Ketapang Orong, Desa Gegerung,
Lingsar, Lombok Barat, pascaperusakan rumah warga
Ahmadiyah, Rabu (19/10) malam lalu, hingga kemarin terus
meningkat. Sekelompok warga kembali mendatangi pemukiman
Bumi Ketapang Asri dan mengusir warga setempat. Untuk
mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kompleks
pemukinan warga Ahmadiyah itu kemarin dijaga ketat
personel Polres Mataram.
Menyusul reaksi keras sekelompok warga yang terhasut
kemudian melakukan perusakan rumah warga Ahmadiyah,
Jumat (21/10) usai sholat Jumat, Muspika Lingsar terdiri
dari Camat, Polsek dan Koramil, kemudian pengurus desa,
tokoh agama dan masyarakat setempat bertemu dengan warga
di Masjid Dusun Ketapang. Pertemuan tersebut bertujuan
mencari jalan penyelesaian terbaik terkait adanya
desakan dari sekelompok warga di Dusun Ketapang, agar
jemaah Ahmadiyah yang bermukim di perumahan Bumi
Ketapang Asri sejak setahun terakhir segera meninggalkan
tempat tersebut.
Dalam pertemuan yang berlangsung panas itu, warga yang
keberatan dengan keberadaan jemaah Ahmadiyah di kampung
tersebut, tetap pada kesimpulannya agar mereka segera
meninggalkan Dusun Ketapang. Salah seorang warga bahkan
tidak bisa menjamin keamanan warga jemaah Ahmadiyah ini,
jika mereka tidak segera angkat kaki dari Dusun Ketapang.
Persoalannya, selain warga Ketapang yang keberatan,
warga lain di luar dusun itu juga mempersoalkan
keberadaan warga Ahmadiyah di wilayah Lingsar. Warga
memberi batas waktu sebelum Hari Raya Idul Fitri, jemaah
yang merupakan eksodan dari Lombok Timur dan Lombok
Utara itu, harus meninggalkan Dusun Ketapang.
Mencekam
Setelah pertemuan berakhir, sekitar pukul 15.30 wita,
sekelompok warga mengendarai sepeda motor kembali
mendatangi pemukiman Bumi Ketapang Asri. Salah seorang
pengendara sepeda motor bahkan berteriak ''segera
tinggalkan tempat ini'', membuat suasana kompleks
pemukiman yang dihuni 25 KK atau sekitar 80 jiwa warga
Ahmadiyah itu mencekam.
Untung saja tiga mobil patroli dan dua truk polisi penuh
personel tiba di TKP melakukan pengamanan. Kedatangan
dua peleton anggota Polres Mataram itu, langsung
membubarkan sekelompok warga yang mengendarai sepeda
motor. Hingga berita ini ditulis, personel Polres
Mataram masih terus disiagakan di perbatasan kompleks
pemukinan Bumi Ketapang Asri.
Kapolres Mataram AKBP. Drs. Ismail Bafadal yang
dikonfirmasi di Dusun Ketapang, menyebutkan jumlah
personel yang diturunkan melakukan pengamanan sebanyak
dua peleton. Pengamanan akan dilakukan hingga situasi
keamanan di wilayah tersebut benar-benar kondusif.
Sementara Zainal Abidin salah seorang warga Ahmadiyah
berketetapan bahwa mereka akan tetap tinggal di kompleks
tersebut. ''Ini rumah kami terakhir. Kemana lagi kami
harus pergi, setelah sebelumnya saya terusir dari Lombok
Timur,'' katanya. (049)
Klik di
Sini