kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 22 Oktober 2005

 Nusatenggara


Pemukiman Bumi Ketapang Asri Dijaga Ketat
* Buntut Perusakan Rumah Warga Ahmadiyah
 

Mataram (Suara NTB) -
Eskalasi keamanan di Dusun Ketapang Orong, Desa Gegerung, Lingsar, Lombok Barat, pascaperusakan rumah warga Ahmadiyah, Rabu (19/10) malam lalu, hingga kemarin terus meningkat. Sekelompok warga kembali mendatangi pemukiman Bumi Ketapang Asri dan mengusir warga setempat. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kompleks pemukinan warga Ahmadiyah itu kemarin dijaga ketat personel Polres Mataram.

Menyusul reaksi keras sekelompok warga yang terhasut kemudian melakukan perusakan rumah warga Ahmadiyah, Jumat (21/10) usai sholat Jumat, Muspika Lingsar terdiri dari Camat, Polsek dan Koramil, kemudian pengurus desa, tokoh agama dan masyarakat setempat bertemu dengan warga di Masjid Dusun Ketapang. Pertemuan tersebut bertujuan mencari jalan penyelesaian terbaik terkait adanya desakan dari sekelompok warga di Dusun Ketapang, agar jemaah Ahmadiyah yang bermukim di perumahan Bumi Ketapang Asri sejak setahun terakhir segera meninggalkan tempat tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung panas itu, warga yang keberatan dengan keberadaan jemaah Ahmadiyah di kampung tersebut, tetap pada kesimpulannya agar mereka segera meninggalkan Dusun Ketapang. Salah seorang warga bahkan tidak bisa menjamin keamanan warga jemaah Ahmadiyah ini, jika mereka tidak segera angkat kaki dari Dusun Ketapang.

Persoalannya, selain warga Ketapang yang keberatan, warga lain di luar dusun itu juga mempersoalkan keberadaan warga Ahmadiyah di wilayah Lingsar. Warga memberi batas waktu sebelum Hari Raya Idul Fitri, jemaah yang merupakan eksodan dari Lombok Timur dan Lombok Utara itu, harus meninggalkan Dusun Ketapang.

 

Mencekam

Setelah pertemuan berakhir, sekitar pukul 15.30 wita, sekelompok warga mengendarai sepeda motor kembali mendatangi pemukiman Bumi Ketapang Asri. Salah seorang pengendara sepeda motor bahkan berteriak ''segera tinggalkan tempat ini'', membuat suasana kompleks pemukiman yang dihuni 25 KK atau sekitar 80 jiwa warga Ahmadiyah itu mencekam.

Untung saja tiga mobil patroli dan dua truk polisi penuh personel tiba di TKP melakukan pengamanan. Kedatangan dua peleton anggota Polres Mataram itu, langsung membubarkan sekelompok warga yang mengendarai sepeda motor. Hingga berita ini ditulis, personel Polres Mataram masih terus disiagakan di perbatasan kompleks pemukinan Bumi Ketapang Asri.

Kapolres Mataram AKBP. Drs. Ismail Bafadal yang dikonfirmasi di Dusun Ketapang, menyebutkan jumlah personel yang diturunkan melakukan pengamanan sebanyak dua peleton. Pengamanan akan dilakukan hingga situasi keamanan di wilayah tersebut benar-benar kondusif.

Sementara Zainal Abidin salah seorang warga Ahmadiyah berketetapan bahwa mereka akan tetap tinggal di kompleks tersebut. ''Ini rumah kami terakhir. Kemana lagi kami harus pergi, setelah sebelumnya saya terusir dari Lombok Timur,'' katanya. (049)

Klik di Sini 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)