Tunjangan
DPR Naik
Rp 10
Juta
Jakarta (Bali Post) -
Mulai
bulan
Oktober ini,
anggota DPR
dipastikan
akan
menerima
kenaikan
tunjangan
sebesar
Rp 10 juta.
Kenaikan
dana
operasional
anggota
Dewan tersebut
sudah
disepakati dalam APBN
Perubahan
Kedua 2005. Nada
protes pun
dilontarkan
sehubungan
dengan
rencana kenaikan
tunjangan
dari
wakil rakyat
itu.
''Jika
itu terjadi, DPR
tidak
ada empatinya
ke
rakyat.
Kalau
dikatakan
untuk
biaya operasional
dan
untuk kebutuhan
konstituen,
itu
hanya istilah-istilahan.
Kita tidak
bisa
ditipu-tipu lagi.
Jadi
sebaiknya
dibatalkan,''
ujar
pengamat politik J.
Kristiadi
di Jakarta,
Jumat (21/10)
kemarin.
Di
saat
rakyat terbebani
oleh
kebijakan pemerintah
akibat
kenaikan harga BBM
dan
imbauan berhemat,
kata
Kristiadi, seharusnya
wakil
rakyat menunjukkan
rasa
solidaritasnya.
Tunjangan
yang diambil
dari APBN
tersebut
sebaiknya
tidak
diterima Dewan.
Kalaupun
sudah
diterima, harus
dikembalikan
ke kas
negara
untuk digunakan
kepada
rakyat miskin yang
lebih
membutuhkan.
Ketua
Panitia
Anggaran (Panggar)
Emir Moeis
mengatakan,
kenaikan
tunjangan
operasional
ini
merupakan tindak
lanjut
dari usulan
Badan
Urusan Rumah
Tangga (BURT) yang
telah
disetujui oleh
rapat
pimpinan Dewan,
pimpinan
fraksi
dan komisi
terkait.
''Memang
kita
sudah punya
pagu
anggarannya, ada
peningkatan
untuk
operasional, untuk
kunker
dan segala
macam.
Perinciannya
ada di
BURT,'' katanya.
Kenaikan
tunjangan
diambil
dari anggaran
belanja
tambahan DPR 2005 yang
besarnya
mencapai
Rp 86
milyar. Dari jumlah
itu, Rp
50 milyar
untuk
tunjangan operasional
selama
enam bulan,
sedangkan
Rp 36
milyar lagi
untuk
operasional kegiatan
panitia
khusus dan
perjalanan
ke luar
negeri.
Sekretaris
Fraksi
Partai Kebangkitan
Bangsa (F-KB)
Helmy Faisal
Zaini
mengatakan, rencana
kenaikan
tersebut
telah
disepakati di
Panja
Panggar DPR.
Namun,
masih
mungkin terjadi
perubahan
karena
masih harus
diputuskan
lagi di
rapat
paripurna DPR pada 27
Oktober
mendatang.
Ditanya
apakah
perlu dibatalkan?
Ia
tidak
mengatakan tegas.
''Lihat
perkembangan
sikap
fraksi lain saja,''
elaknya.
(kmb4)