kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 22 Oktober 2005

 Bali


Dicurigai
, Proyek Beraroma KKN 

Amlapura (Bali Post) -
Anggota
Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Karangasem, I Gede Dana, mengaku heran dengan sikap eksekutif. Meski mengaku  tak mampu melaksanakan proyek besar dalam sisa waktu tahun anggaran 2005 ini, tetapi tetap ngotot mengajukan proyek di RAPBD perubahan.

Hal itu, kata Dana, Jumat (21/10) kemarin di Amlapura, justru membuatnya menjadi curiga. Artinya, sengaja dilakukan sehingga bisa dimanfaatkan mencari rekanan tanpa proses tender, tetapi lewat penunjukan langsung. Jika itu terjadi, dikhawatirkan menyuburkan KKN.

Dana menyebut beberapa proyek dengan anggaran cukup besar diajukan eksekutif pada RAPBD perubahan ini. Di antaranya pembangunan satu unit gedung di SMAN 1 Bebandem senilai Rp 350 juta, pemugaran kantor bupati Rp 350 juta, perbaikan rumah dinas wabup Rp 100 juta lebih, pengadaan peralatan medis di puskesmas Rp 2,4 milyar, serta pembelian alat berat eskavator dan loader mencapai Rp 2,3 milyar.

Dicontohkan Kadis Kesehatan yang mengajukan proyek pengadaan peralatan medis untuk puskesmas senilai Rp 2,4 milyar. Saat rapat panggar, Kadiskes dr. IA Suci Astiti, mengatakan tak mungkin pengadaan barang itu dilakukan melalui proses tender. Padahal, nilai poryek itu lebih dari Rp 50 juta, di mana aturannya proyek senilai lebih dari Rp 50 juta harus melalui proses tender--kecuali dalam keadaan mendesak seperti karena bencana alam

Dia juga mempertanyakan pengajuan anggaran Rp 70 juta untuk bantuan pengadaan sabuk pengaman bagi angkot-angdes. Padahal, dalam rapat sebelumnya dengan Organda, ada kalangan sopir yang minta dispensasi agar sopir angkot tak usah memakai sabuk pengaman. Masalahnya, jarak trayek mereka relatif pendek dan sering berhenti menaik-turunkan penumpang, sehingga bisa membuat repot pasang-lepas sabuk itu.

''Pengajuan anggaran bantuan sabuk pengaman ini juga mengundang tanda tanya. Rasanya, bantuan itu merupakan janji pribadi Bupati I Wayan Geredeg saat kampanye pilkada lalu. Kenapa janji pribadi dibayar dengan mengajukan ke anggaran pemerintah?'' ujar Dana. (013)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)