kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 22 Oktober 2005

 Bali


Diburu
, Dua Pria Mencurigakan di Depan Istana Tampaksiring

Gianyar (Bali Post) -
Jajaran
Polres Gianyar kini tengah memburu dua orang pengendara sepeda motor yang sempat singgah di sebuah warung di depan Istana Negara Tampaksiring, Jumat (21/10) kemarin. Pasalnya, salah seorang warga yang tengah menyabit rumput di depan istana sempat memergoki salah seorang dari pengendara motor itu menunjukkan gelagat yang sangat mencurigakan. Pria berperawakan kurus mengenakan jaket berwarna putih itu tampak membuka dan menghitung sesuatu lantas buru-buru memasukkannya ke dalam tas kresek berwarna hitam.

Khawatir pria itu memiliki niat busuk, kecurigaan terhadap kedua pria tak dikenal itu pun dilaporkan warga kepada aparat Polsektif Tampaksiring yang kebetulan patroli rutin di sekitar Istana Tampaksiring. Akhirnya, aparat memblokir jalur lalu lintas di wilayah hukum Gianyar guna melacak keberadaan dua pengendara motor mencurigakan tersebut.

Pahumas Polres Gianyar AKP Drs. A.A. Anom Putra didampingi Kapolsek Tampaksiring Iptu I Wayan Latra seizin Kapolres Gianyar AKBP Drs. I Dewa Putu Anom, S.H. membenarkan kejadian itu.

Dikatakan, sekitar pukul 09.00, Ni Wayan Ampel alias Men Apel (70) yang sedang menyabit rumput di sisi barat istana  melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan. Pria yang mengenakan jaket putih itu terlihat seperti membuka dan menghitung sesuatu lalu memasukkannya lagi ke dalam tas kresek. Selanjutnya, tas kresek itu dimasukkan ke dalam tas warna hitam.

Namun, Men Apel mengaku tidak melihat dengan jelas benda aneh seukuran ruas jari telunjuk yang dihitung pria tak dikenal itu. Setelah itu, pria dengan perawakan tinggi kurus itu menuju warung yang ada di sisi barat jalan raya, di depan istana. Di warung itu, seorang rekannya yang berperawakan gemuk mengenakan jaket merah sudah menunggu sambil minum.

Pemilik warung Ni Wayan Rastiti (24) yang sempat dimintai keterangan di Mapolres Gianyar mengaku tidak sempat menanyakan identitas dua pengendara motor yang singgah di warungnya. Namun, kedua pria sempat mengatakan daerah asalnya. Pria berperawakan kurus mengaku berasal dari Surabaya, sedangkan temannya yang bertubuh gemuk mengaku dari Banyuwangi.

''Keduanya sempat memesan minuman ringan dan kopi. Saya memang tidak tanya apa-apa kepada mereka, tapi dia ngomong sendiri. Selebihnya, saya tidak ngerti topik pembicaraan mereka karena menggunakan bahasa daerah,'' kata Rastiti. (kmb13)

 

 

Penjual Lilin

 

 

MENDAPAT laporan ada dua pria tak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan di depan Istana Tampaksiring, aparat Polsek Tampaksiring langsung meluncur ke lokasi. Namun, keduanya sudah tidak ada lagi di TKP. Informasi itu pun disebar.

Berdasarkan informasi, dua pria misterius itu mengendarai Supra Fit DK 3820 ... (dua hurup akhir tak diketahui-red).

Sekitar pukul 11.00, aparat menemukan dua orang pria mengendari Supra Fit DK 3830 LA. Kedua pria asal Lombok Tengah itu lantas dimintai keterangan di Mapolres Gianyar. Di hadapan aparat, kedua pria itu mengaku sebagai penjual lilin hias dan saat itu baru saja datang dari rumah Ibu Susi di Tegallalang untuk menagih hasil penjualan lilin. Men Apel dan Rastiti pun dipertemukan dengan mereka. Setelah bertemu, Rastiti memastikan dua orang lelaki itu bukanlah orang yang berbelanja di warungnya. Setelah dicatat identitasnya, kedua pria asal Lombok Tengah bernama Abdulah dan Sahura itu pun dilepas.

''Kami juga sempat melakukan cross check kepada Ibu Susi. Yang bersangkutan membenarkan bahwa kedua pria itu memang sempat datang ke rumahnya,'' kata Anom Putra. (ian)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)