Diburu,
Dua
Pria Mencurigakan
di
Depan
Istana Tampaksiring
Gianyar
(Bali Post) -
Jajaran
Polres
Gianyar kini
tengah
memburu dua
orang
pengendara sepeda
motor yang sempat
singgah
di sebuah
warung
di depan
Istana Negara
Tampaksiring,
Jumat (21/10)
kemarin.
Pasalnya,
salah
seorang warga yang
tengah
menyabit rumput
di
depan istana
sempat
memergoki salah
seorang
dari pengendara motor
itu
menunjukkan gelagat
yang sangat
mencurigakan.
Pria
berperawakan kurus
mengenakan
jaket
berwarna putih
itu
tampak membuka
dan
menghitung sesuatu
lantas
buru-buru memasukkannya
ke
dalam tas
kresek
berwarna hitam.
Khawatir
pria
itu memiliki
niat
busuk, kecurigaan
terhadap
kedua
pria tak
dikenal
itu pun dilaporkan
warga
kepada aparat
Polsektif
Tampaksiring yang
kebetulan
patroli
rutin di
sekitar
Istana Tampaksiring.
Akhirnya,
aparat
memblokir jalur
lalu
lintas di
wilayah
hukum Gianyar
guna
melacak keberadaan
dua
pengendara motor
mencurigakan tersebut.
Pahumas
Polres
Gianyar AKP Drs. A.A. Anom
Putra
didampingi Kapolsek
Tampaksiring
Iptu I
Wayan Latra
seizin
Kapolres Gianyar AKBP
Drs. I Dewa
Putu
Anom, S.H. membenarkan
kejadian
itu.
Dikatakan,
sekitar
pukul 09.00, Ni Wayan
Ampel alias Men
Apel (70) yang
sedang
menyabit rumput
di sisi
barat
istana melihat
seorang
pria dengan
gerak-gerik
mencurigakan.
Pria yang
mengenakan
jaket
putih itu
terlihat
seperti
membuka dan
menghitung
sesuatu
lalu memasukkannya
lagi ke
dalam
tas kresek.
Selanjutnya,
tas
kresek itu
dimasukkan
ke
dalam tas
warna
hitam.
Namun,
Men Apel
mengaku
tidak melihat
dengan
jelas benda
aneh
seukuran ruas
jari
telunjuk yang dihitung
pria
tak dikenal
itu.
Setelah itu,
pria
dengan perawakan
tinggi
kurus itu
menuju
warung yang ada
di sisi
barat
jalan raya,
di
depan istana.
Di
warung itu,
seorang
rekannya yang berperawakan
gemuk
mengenakan jaket
merah
sudah menunggu
sambil
minum.
Pemilik
warung Ni
Wayan
Rastiti (24) yang sempat
dimintai
keterangan
di
Mapolres Gianyar
mengaku
tidak sempat
menanyakan
identitas
dua
pengendara motor yang
singgah di
warungnya.
Namun,
kedua pria
sempat
mengatakan daerah
asalnya.
Pria
berperawakan kurus
mengaku
berasal dari
Surabaya, sedangkan
temannya yang
bertubuh
gemuk
mengaku dari
Banyuwangi.
''Keduanya
sempat
memesan minuman
ringan
dan kopi. Saya
memang
tidak tanya
apa-apa
kepada mereka,
tapi
dia ngomong
sendiri.
Selebihnya,
saya
tidak ngerti
topik
pembicaraan mereka
karena
menggunakan bahasa
daerah,''
kata
Rastiti. (kmb13)
Penjual
Lilin
MENDAPAT
laporan
ada dua
pria
tak dikenal
dengan
gerak-gerik mencurigakan
di
depan Istana
Tampaksiring,
aparat
Polsek Tampaksiring
langsung
meluncur
ke
lokasi. Namun,
keduanya
sudah
tidak ada
lagi di
TKP. Informasi
itu pun
disebar.
Berdasarkan
informasi,
dua
pria misterius
itu
mengendarai Supra Fit DK 3820 ... (dua
hurup
akhir tak
diketahui-red).
Sekitar
pukul 11.00,
aparat
menemukan dua
orang
pria mengendari Supra
Fit DK 3830 LA. Kedua
pria
asal Lombok
Tengah
itu lantas
dimintai
keterangan
di
Mapolres Gianyar.
Di
hadapan aparat,
kedua
pria itu
mengaku
sebagai penjual
lilin
hias dan
saat
itu baru
saja
datang dari
rumah
Ibu Susi
di
Tegallalang untuk
menagih
hasil penjualan
lilin. Men
Apel
dan Rastiti pun
dipertemukan
dengan
mereka. Setelah
bertemu,
Rastiti
memastikan dua
orang
lelaki itu
bukanlah
orang yang
berbelanja
di
warungnya. Setelah
dicatat
identitasnya, kedua
pria
asal Lombok
Tengah
bernama Abdulah
dan
Sahura itu pun
dilepas.
''Kami
juga sempat
melakukan cross check
kepada
Ibu Susi. Yang
bersangkutan
membenarkan
bahwa
kedua pria
itu
memang sempat
datang
ke rumahnya,''
kata
Anom Putra.
(ian)