Memecahkan
Masalah
dengan Ngaben
Ngerit
Kita sering
mendengar
bahwa
leluhur yang belum
diaben
tidak mendapat
sorga.
Kata-kata
seperti
ini sering
saya
dengar bila
seseorang
mempunyai
leluhur yang
belum
diaben.
Upacara
pengabenan
bertujuan
untuk
melepas ikatan
antara
roh dengan
jasad
orang bersangkutan,
dengan
cara
dibakar.
Bukan
dengan
berfoya-foya, jor-joran
sampai
pinjam sana-sini,
jual
macam-macam.
Janganlah
menyalah-artikan
ngaben.
Orang-orang
biasanya
memakai
alasan ini
supaya
bisa menjual
sawahnya.
Malah
saya pernah
melihat
di TV, ada
orang
ngaben di
satu
kabupaten di Bali
sampai
menelan biaya
Rp 1,5
milyar.
Wah-wah, apa-apaan
ini,
apa
perlukah
Pulau Bali
ini ''dijual''
semua
untuk ngaben
sehingga
anak
dan cucu
kita
menjadi gelandangan?
Bila
uang yang Rp 1,5
M ini
kita pakai
untuk
membantu umat
kita yang
kelaparan,
sudah
berapa nyawa yang
bisa
terselamatkan?
Dalam
Weda
disebutkan, wahai
umat
manusia, gunakan
hartamu
itu untuk
membantu
orang-orang yang
tidak
mampu, di
mana
hartamu itu
akan
menjadi
kekal adanya,
karena
aku berada
di
sana
untuk
menyelamatkan hartamu
yang maya.
Dalam
keadaan
seperti ini
marilah
kita memakai
akal
sehat kita
untuk
bersama-sama melakukan
ngaben
ngerit, baik yang
mampu
ataupun yang tidak
mampu,
sehingga beban yang
berat
ini bisa
terpikul
bersama.
I Nengah
Karma
Jl.
Taruna Sari No. 50 Rt. 64,
Balikpapan