kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Umanis, 21 Oktober 2005

 Surat Pembaca


Memecahkan
Masalah dengan Ngaben Ngerit

Kita sering mendengar bahwa leluhur yang belum diaben tidak mendapat sorga. Kata-kata seperti ini sering saya dengar bila seseorang mempunyai leluhur yang belum diaben.

Upacara pengabenan bertujuan untuk melepas ikatan antara roh dengan jasad orang bersangkutan, dengan cara dibakar. Bukan dengan berfoya-foya, jor-joran sampai pinjam sana-sini, jual macam-macam.

Janganlah menyalah-artikan ngaben. Orang-orang biasanya memakai alasan ini supaya bisa menjual sawahnya. Malah saya pernah melihat di TV, ada orang ngaben di satu kabupaten di Bali sampai menelan biaya Rp 1,5 milyar. Wah-wah, apa-apaan ini, apa perlukah Pulau Bali ini ''dijual'' semua untuk ngaben sehingga anak dan cucu kita menjadi gelandangan? Bila uang yang Rp 1,5 M ini kita pakai untuk membantu umat kita yang kelaparan, sudah berapa nyawa yang bisa terselamatkan?

Dalam Weda disebutkan, wahai umat manusia, gunakan hartamu itu untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, di mana hartamu itu akan menjadi kekal adanya, karena aku berada di sana untuk menyelamatkan hartamu yang maya.

Dalam keadaan seperti ini marilah kita memakai akal sehat kita untuk bersama-sama melakukan ngaben ngerit, baik yang mampu ataupun yang tidak mampu, sehingga beban yang berat ini bisa terpikul bersama.

I Nengah Karma
Jl
. Taruna Sari No. 50 Rt. 64,
Balikpapan

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)