kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Umanis, 21 Oktober 2005

 Bali


Beringin
Keramat Tumbang

Gianyar (Bali Post) -
Warga
Desa Pakraman Klusa Desa Klusa, Payangan mendadak gempar dan berhamburan ke luar rumah sekitar pukul 02.30, Kamis (20/10) kemarin. Pasalnya, mereka mendengar suara gemuruh seperti ada benda jatuh.

Ternyata, beringin berukuran besar yang tumbuh di catus pata (perempatan agung-red) desa setempat tumbang. Sialnya lagi, batang, cabang, dan ranting pohon beringin yang sangat dikeramatkan warga setempat dan konon cikal bakalnya ditanam Rsi Markandya pada abad ke-8 itu menimpa kantor Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan Balai Banjar Catur Warga, Klusa di sebelah timur pohon. Tak pelak, kedua bangunan itu pun rusak parah.

Selain menimpa dan menghancurkan Balai Banjar Catur Warga dan LPD Klusa, beringin tumbang dengan diameter batang sekitar lima meter juga menghancurkan sejumlah pelinggih di kompleks Pura Pacek Jagat, pelinggih Catur Bhuwana, dan tembok penyengker Pura Luhuring Akasa yang berada di bawahnya. Atas musibah ini, warga setempat diperkirakan menderita kerugian material hingga ratusan juta rupiah.

 

Pemilik rumah itu, Ngakan Ketut Tunjung, mengatakan sebelum beringin keramat yang digelari Ida Tetanduran Alit itu tumbang, dirinya sudah memiliki firasat yang tidak baik. Beberapa menit sebelum pohon itu tumbang, dirinya bangun dari tidur untuk buang air kecil. Tiba-tiba terdengar suara kresek-kresek dari arah beringin.

Guna membersihkan pohon beringin yang tumbang itu sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Gianyar sudah turun didampingi Plh. Camat Payangan Tjokorda Putra Pamayun. Sayang, kegiatan pembersihan itu belum bisa dilaksanakan kemarin mengingat belum digelar upacara. Menurut Pemangku Pura Luhuring Akasa, Ida Bagus Raka, upacara yang akan digelar adalah pecaruan eka sata, prascita durmanggala, dan banten pengulapan. (kmb13)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)