Beringin
Keramat
Tumbang
Gianyar
(Bali Post) -
Warga
Desa
Pakraman Klusa
Desa
Klusa, Payangan
mendadak
gempar
dan berhamburan
ke luar
rumah
sekitar pukul 02.30,
Kamis (20/10)
kemarin.
Pasalnya,
mereka
mendengar suara
gemuruh
seperti ada
benda
jatuh.
Ternyata,
beringin
berukuran
besar yang
tumbuh
di catus
pata (perempatan
agung-red)
desa
setempat tumbang.
Sialnya
lagi, batang,
cabang,
dan ranting pohon
beringin yang
sangat
dikeramatkan warga
setempat
dan
konon cikal
bakalnya
ditanam
Rsi Markandya
pada
abad ke-8 itu
menimpa
kantor
Lembaga
Perkreditan Desa (LPD)
dan
Balai Banjar
Catur
Warga, Klusa
di
sebelah timur
pohon.
Tak
pelak,
kedua bangunan
itu pun
rusak parah.
Selain
menimpa
dan menghancurkan
Balai
Banjar Catur
Warga
dan LPD Klusa,
beringin
tumbang
dengan diameter batang
sekitar lima meter
juga
menghancurkan sejumlah
pelinggih
di
kompleks Pura
Pacek
Jagat, pelinggih
Catur
Bhuwana, dan
tembok
penyengker Pura
Luhuring
Akasa yang
berada
di bawahnya.
Atas
musibah
ini, warga
setempat
diperkirakan
menderita
kerugian material
hingga
ratusan juta
rupiah.
Pemilik
rumah
itu, Ngakan
Ketut
Tunjung, mengatakan
sebelum
beringin keramat yang
digelari Ida
Tetanduran Alit
itu
tumbang, dirinya
sudah
memiliki firasat yang
tidak
baik.
Beberapa
menit
sebelum pohon
itu
tumbang, dirinya
bangun
dari tidur
untuk
buang air kecil.
Tiba-tiba
terdengar
suara
kresek-kresek dari
arah
beringin.
Guna
membersihkan
pohon
beringin yang tumbang
itu
sejumlah petugas
dari
Dinas Lingkungan
Hidup
dan Dinas
Pekerjaan
Umum
Gianyar sudah
turun
didampingi Plh.
Camat
Payangan Tjokorda
Putra
Pamayun.
Sayang,
kegiatan
pembersihan
itu
belum bisa
dilaksanakan
kemarin
mengingat belum
digelar
upacara. Menurut
Pemangku
Pura
Luhuring Akasa, Ida
Bagus
Raka, upacara yang
akan
digelar
adalah pecaruan
eka
sata, prascita
durmanggala,
dan
banten pengulapan.
(kmb13)