Upaya
Penggabungan Tim-tim
Bali--
Akan
Dibentuk Tim
Kajian
Teknis
Denpasar
(Bali Post) -
Upaya
penggabungan
tim-tim
perserikatan di Bali
yang akan
pentas
di kompetisi
Liga Indonesia
sudah
disetujui Gubernur
Dewa Made
Beratha.
Selanjutnya
akan
dibentuk tim
kajian
teknis untuk
memikirkan
proses
penyatuan itu.
''Yang penting
gagasan
ini didukung
dulu,
soal teknisnya
akan
dibahas pada
tahap
berikutnya,'' jelas
Humas
Perseden Dewa
Gede
Rai kepada Bali Post,
Rabu (19/10)
kemarin.
Oleh
karena
melibatkan lintas
kabupaten,
lanjut
Dewa Rai yang
ikut
mendampingi Wali Kota
AAN Puspayoga
saat
menghadap Gubernur
Beratha,
proses
pematangannya akan
melibatkan
tim-tim
perserikatan. ''Kami
belum
terlalu jauh
melangkah,
misalnya
menyangkut
nama,
bagaimana caranya
mengurus
ke PSSI,
kepengurusan,
dan
pendanaannya,'' tuturnya.
Yang jelas,
Gubernur
Beratha
siap membantu
pendanaan.
Apalagi
selama ini
anggaran
tim
perserikatan hanya
bertumpu
pada APBD.
Kalau pun
ada
peran swasta,
hanya
kecil. Belum
bisa
menopang pengeluaran
tim yang
mencapai
milyaran
rupiah.
Kondisi
Bali berbeda
dibanding
kontestan
Liga Indonesia
di luar
daerah yang
didanai
perusahaan raksasa.
Sebut
misalnya Petrokimia
Putra
Gresik yang didanai
pabrik
pupuk, Pupuk
Kaltim (PKT), Semen
Padang,
Persik Kediri (Gudang
Garam),
Arema Malang (Bentoel),
PSM Makassar (Semen
Bosowa),
Pelita
dan Krakatau Steel,
Cilegon.
Jika
penggabungan
tim
perserikatan Bali terwujud,
diharapkan
secepatnya
bekerja
mengingat kompetisi
Liga Indonesia
diputar
awal 2006 mendatang.
Jadi,
tim kajian
teknis
hanya punya
waktu
bekerja dua
bulan. ''Ini
sangat
mepet,'' jelas
Dewa
Rai.
Di
tempat
terpisah, mantan
manajer
tim Persegi
Ketut
Suardana mengharapkan
mutu
kompetisi internal di
masing-masing
kabupaten
harus
ditingkatkan supaya
bisa
memasok pemain
untuk
tim Bali. ''Kalau
pelaksanaan
kompetisi internal
tetap
seperti sekarang,
susah
mencetak pemain
berkualitas,''
kata
Suardana. (022)