kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 20 Oktober 2005

 Mancanegara


Topan
Wilma ke Level Lima
Ancaman
Baru bagi Teluk Meksiko

Miami -
BP/afp
Topan - Foto satelit NOAA (19/10) ini memperlihatkan topan Wilma. Badai tropis Wilma, badai ke 21 dalam musim Atlantik, meningkat menjadi kategori lima pada skala Saffir-Simpson Rabu dan dikhawatirkan menjadi badai yang sangat membahayakan.

Topan Wilma terus menguat dan dapat berubah menjadi topan kategori lima yang sangat berbahaya Rabu (19/10) pagi kemarin. Topan ini bergerak ke utara antara Kuba Barat dan Semenanjung Yukatan Meksiko, kata US National Hurricane Center. Topan ini menjadi ancaman baru bagi daerah-daerah di Teluk Meksiko seperti New Orleans, Houston maupun Florida, setelah kota di bagian tenggara AS ini diterjang topan Katrina dan Rita.

Wilma, yang tercatat menjadi badai ke 21 dari musim Atlantik, semakin menguat menuju level tertinggi dari skala Saffir Simpson, kata pusat badai nasional yang bermarkas di Miami pada sebuah buletin. "Data dari sebuah pesawat pendataan mengindikasikan bahwa topan Wilma sudah berubah menjadi sebuah topan yang sangat berbahaya pada kategori lima," kata kantor pusat setengah jam setelah sebelumnya mengumumkan badai ini sudah menguat mencapai kategori empat.

Kantor pusat badai mengatakan, kecepatan angin di titik mata badai terkunci pada 281 kilometer per jam, sambil menambahkan jika tekanan berada 892 milibar, merupakan yang paling rendah pada 2005. Jika tekanan semakin rendah maka badai akan semakin menguat.

Topan ini mengamuk 270 kilometer selatan-barat daya Grand Cayman Islands dan 640 kilometer tenggara Coxumel, Meksiko dan bergerak lambat barat-barat daya ke arah Semenanjung Yukatan Meksiko. Namun diperkirakan akan berubah arah menuju barat daya dalam 24 jam ke depan.

Wilma diperkirakan bergerak menuju Teluk Meksiko, dan berputar ke timur laut menuju Florida. "Semua yang berada di Florida Keys -- pulau paling selatan AS -- dan Semenanjung Florida harus terus memonitor perkembangan Wilma," kata kantor pusat badai.

Harga minyak dunia jatuh di tengah-tengah harapan jika Wilma tidak akan menghantam instalasi-instalasi minyak di wilayah rawan badai di pesisir Teluk AS.

Pemerintahan Kuba, Jamaika, Meksiko, Nikaragua dan Cayman Islands sudah memberikan peringatan badai. Kuba melakukan tindak evakuasi 5.000 penduduknya dari area-area yang rawan banjir saat badai menerjang dan Meksiko memberikan peringatan pada zone-zone pariwisata di wilayahnya.

Honduras juga memerintakan persiapan untuk tindak evakuasi saat hujan lebat mulai mengguyur. Suasana banjir yang terjadi di mana-mana dilaporkan di Jamaika akibat hujan yang dipicu oleh topan.

Pihak panitia dari MTV Latin Awards kemudian mengubah jadwal perayaan tahunan mereka di resor Meksiko di Cancun menaji sehari lebih awal Rabu kemarin akibat badai.

Wilma adalah topan dengan kekuatan penuh ke 12 dari musim Atlantik, dan salah satu dari serangkaian topan ini sudah menyebabkan ribuan korban tewas di Amerika Tengah dan pesisir Teluk AS.

Sebuah studi alam yang dirilis Senin mengatakan wilayah kontitental Amerika Serikat akan menghadapi lebih banyak temperatur ekstrem pada abad depan dan hujan lebat di sepanjang Pesisir Teluk.

Studi yang dipublikasikan oleh jurnal Proceedings dari National Acadmy of Sciences, memberi peringatan efek gas rumah kaca terlihat akan meningkat dua kali dari level sekarang pada akhir abad ini.

Mereka memprediksi jika barat daya Amerika Serikat akan mengalami peningkatan sebanyak 500 persen dalam kondisi cuaca panas, kurangnya pasokan air untuk populasi setempat, curah hujan yang begitu lebat dan musim panas di timur laut menjadi lebih singkat dan sangat panas. (ton/afp)

 


 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)