Topan
Wilma ke Level Lima
Ancaman
Baru
bagi Teluk
Meksiko
Miami -
BP/afp
Topan - Foto satelit NOAA (19/10) ini memperlihatkan
topan Wilma. Badai tropis Wilma, badai ke 21 dalam musim
Atlantik, meningkat menjadi kategori lima pada skala
Saffir-Simpson Rabu dan dikhawatirkan menjadi badai yang
sangat membahayakan.
Topan
Wilma terus
menguat
dan dapat
berubah
menjadi topan
kategori
lima
yang sangat
berbahaya
Rabu (19/10)
pagi
kemarin.
Topan
ini
bergerak ke
utara
antara Kuba
Barat
dan Semenanjung
Yukatan
Meksiko, kata US
National Hurricane Center.
Topan ini
menjadi
ancaman baru
bagi
daerah-daerah di
Teluk
Meksiko seperti New
Orleans, Houston maupun
Florida, setelah
kota di
bagian
tenggara AS ini
diterjang
topan Katrina
dan Rita.
Wilma, yang tercatat
menjadi
badai ke 21
dari
musim Atlantik,
semakin
menguat menuju level
tertinggi
dari
skala Saffir Simpson,
kata
pusat badai
nasional yang
bermarkas
di Miami
pada
sebuah buletin. "Data
dari
sebuah pesawat
pendataan
mengindikasikan
bahwa
topan Wilma sudah
berubah
menjadi sebuah
topan yang
sangat
berbahaya pada
kategori lima,"
kata
kantor
pusat
setengah jam setelah
sebelumnya
mengumumkan
badai
ini sudah
menguat
mencapai kategori
empat.
Kantor
pusat
badai mengatakan,
kecepatan
angin
di titik
mata
badai terkunci
pada 281 kilometer per jam,
sambil
menambahkan jika
tekanan
berada 892 milibar,
merupakan yang paling
rendah
pada 2005. Jika
tekanan
semakin rendah
maka
badai
akan semakin
menguat.
Topan
ini
mengamuk 270 kilometer
selatan-barat daya
Grand Cayman Islands dan 640
kilometer tenggara
Coxumel,
Meksiko
dan bergerak
lambat
barat-barat daya
ke arah
Semenanjung
Yukatan
Meksiko. Namun
diperkirakan
akan
berubah
arah menuju
barat
daya dalam 24 jam
ke
depan.
Wilma diperkirakan
bergerak
menuju
Teluk Meksiko,
dan
berputar ke
timur
laut menuju Florida.
"Semua yang
berada
di Florida Keys -- pulau
paling selatan AS --
dan
Semenanjung Florida harus
terus
memonitor perkembangan
Wilma," kata
kantor
pusat
badai.
Harga
minyak
dunia jatuh
di
tengah-tengah harapan
jika Wilma
tidak
akan
menghantam
instalasi-instalasi
minyak
di wilayah
rawan
badai di
pesisir
Teluk
AS.
Pemerintahan
Kuba,
Jamaika, Meksiko,
Nikaragua
dan Cayman Islands
sudah
memberikan peringatan
badai.
Kuba
melakukan
tindak
evakuasi 5.000 penduduknya
dari area-area yang
rawan
banjir saat
badai
menerjang dan
Meksiko
memberikan peringatan
pada zone-zone
pariwisata
di
wilayahnya.
Honduras juga
memerintakan
persiapan
untuk
tindak evakuasi
saat
hujan lebat
mulai
mengguyur.
Suasana
banjir yang
terjadi
di mana-mana
dilaporkan
di
Jamaika akibat
hujan yang
dipicu
oleh topan.
Pihak
panitia
dari MTV Latin Awards
kemudian mengubah
jadwal
perayaan tahunan
mereka
di resor
Meksiko
di Cancun menaji
sehari
lebih awal
Rabu
kemarin akibat
badai.
Wilma adalah
topan
dengan kekuatan
penuh
ke 12 dari
musim
Atlantik, dan
salah
satu dari
serangkaian
topan
ini sudah
menyebabkan
ribuan
korban
tewas di
Amerika
Tengah dan
pesisir
Teluk
AS.
Sebuah
studi
alam yang dirilis
Senin
mengatakan wilayah
kontitental
Amerika
Serikat
akan menghadapi
lebih
banyak temperatur
ekstrem
pada abad
depan
dan hujan
lebat
di sepanjang
Pesisir
Teluk.
Studi
yang dipublikasikan
oleh
jurnal Proceedings dari
National Acadmy of Sciences,
memberi
peringatan efek gas
rumah
kaca terlihat
akan
meningkat
dua kali
dari level
sekarang
pada
akhir abad
ini.
Mereka
memprediksi
jika
barat daya
Amerika
Serikat
akan mengalami
peningkatan
sebanyak 500
persen
dalam kondisi
cuaca
panas, kurangnya
pasokan air
untuk
populasi setempat,
curah
hujan yang begitu
lebat
dan musim
panas
di timur
laut
menjadi lebih
singkat
dan sangat
panas. (ton/afp)