Bantu UMKM Singaraja..
Bank Mandiri
Kucurkan
Rp 1 M
Lebih
Singaraja
(Bali Post)-
Dalam
upaya
membantu usaha
mikro
kecil menengah (UMKM)
di
Singaraja, Bank Mandiri
telah
mengucurkan
dana
Rp 1
milyar lebih,
dan
diterima oleh
sekitar 120
pengusaha UMKM.
Bahkan,
masing-masing UMKM yang
menjadi
mitra binaan bank
bersangkutan
mendapat
pinjaman
maksimal
Rp 20
juta.
Hal itu
diungkapkan Manajer
Micro Banking District Centre (MBDC)
Probosuwarto
usai
pembukaan kegiatan
pelatihan
manajeman
usaha
kecil tingkat
lanjutan
terhadap
usaha
mikro kecil
menengah (UMKM)
di
Singaraja dan
sekitarnya
di Hotel Banyu Alit,
Lovina,
Rabu (19/10) kemarin.
Kegiatan
ini
berlangsung hingga
Jumat (21/10)
mendatang.
Kegiatan
tersebut
merupakan program Bank
Mandiri yang
memberikan
kredit
untuk pengusaha UMKM
binaannya
di
seluruh Bali. Dikatakan
Probo,
pihaknya memberikan
bantuan
pinjaman dan
hibah yang
diambil
dari penyisihan
laba Bank
Mandiri
setelah pajak
sebesar 1-3
persen
setiap tahun.
Untuk
di Singaraja, Bank
Mandiri
mengucurkan
dana
pinjaman
kepada
sekitar 120 orang
pengusaha UMKM
sebesar
Rp 1 milyar
lebih.
''Selanjutnya,
kami
tetap memantau
perkembangan
usaha
para mitra
binaan.
Tujuannya
agar para
pengusaha UMKM
ini
bisa mengelola
pinjaman yang
diberikan
dan
memenuhi kewajiban
mengembalikan
pinjaman
ke bank,''
jelasnya.
Menurutnya,
pemberian
pinjaman
ini
merupakan upaya
membina
pengusaha UMKM agar dapat
mengembangkan
usahanya
tanpa
mengabaikan unsur
administrasi
dan
manajemen usaha.
Pelatihan
yang diadakan
di
Singaraja ini,
menyusul
diadakannya
pelatihan
serupa
di Denpasar
dan
Gianyar. ''Buleleng
memiliki
potensi
pertanian yang memungkinkan
untuk
pengembangan agro industri
dan
agrobisnis. Potensi
ini
perlu
didukung SDM yang
berkualitas,
daya
saing, kempuan
kewirausahaan
dan
kemampuan pemasaran,''
imbuhnya.
Disebutkan
pula, sejak 1989 Bank
Mandiri
telah menyalurkan
pinjaman
dana
program kemitraan
mencapai
Rp 265
milyar kepada 25.382
mitra
binaan. Khusus
di Bali
hingga 2004, total dana
yang sudah
disalurkan
sekitar
Rp 7,3
milyar.
Sementara
Kepala
Dinas Perindustrian,
Perdagangan
dan
Koperasi (Disperindagkop)
Buleleng
Ketut
Laksana menyambut
baik program
bantuan
untuk pengusaha UMKM
ini.
Menurutnya
dengan
adanya bantuan
ini,
diharapkan para
pengusaha
itu
dapat berkembang
lebih
maju, yang pada
gilirannya
berimbas
bagi
peningkatan perekonomian
Buleleng. ''Tahun
2005 ini target
pertumbuhan
ekonomi
Buleleng 4,5
persen. Target
ini
meningkat dari
tahun
sebelumnya yang
berkisar 3,5-3,8
persen.
Saya optimis target
ini
bisa terwujud,
apabila
semua komponen
bersama-sama
berusaha
membangun
Buleleng
lebih
baik,'' tandasnya.
(ari)