kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 20 Oktober 2005

 Ekonomi


Bantu UMKM Singaraja..

Bank Mandiri Kucurkan Rp 1 M Lebih
 

Singaraja (Bali Post)-
Dalam
upaya membantu usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Singaraja, Bank Mandiri telah mengucurkan dana Rp 1 milyar lebih, dan diterima oleh sekitar 120 pengusaha UMKM. Bahkan, masing-masing UMKM yang menjadi mitra binaan bank bersangkutan mendapat pinjaman maksimal Rp 20 juta.

Hal itu diungkapkan Manajer Micro Banking District Centre (MBDC) Probosuwarto usai pembukaan kegiatan pelatihan manajeman usaha kecil tingkat lanjutan terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Singaraja dan sekitarnya di Hotel Banyu Alit, Lovina, Rabu (19/10) kemarin. Kegiatan ini berlangsung hingga Jumat (21/10) mendatang.

Kegiatan tersebut merupakan program Bank Mandiri yang memberikan kredit untuk pengusaha UMKM binaannya di seluruh Bali. Dikatakan Probo, pihaknya memberikan bantuan pinjaman dan hibah yang diambil dari penyisihan laba Bank Mandiri setelah pajak sebesar 1-3 persen setiap tahun. Untuk di Singaraja, Bank Mandiri mengucurkan dana pinjaman kepada sekitar 120 orang pengusaha UMKM sebesar Rp 1 milyar lebih. ''Selanjutnya, kami tetap memantau perkembangan usaha para mitra binaan. Tujuannya agar para pengusaha UMKM ini bisa mengelola pinjaman yang diberikan dan memenuhi kewajiban mengembalikan pinjaman ke bank,'' jelasnya.

Menurutnya, pemberian pinjaman ini merupakan upaya membina pengusaha UMKM agar dapat mengembangkan usahanya tanpa mengabaikan unsur administrasi dan manajemen usaha. Pelatihan yang diadakan di Singaraja ini, menyusul diadakannya pelatihan serupa di Denpasar dan Gianyar. ''Buleleng memiliki potensi pertanian yang memungkinkan untuk pengembangan agro industri dan agrobisnis. Potensi ini  perlu didukung SDM yang  berkualitas, daya saing, kempuan kewirausahaan dan kemampuan pemasaran,'' imbuhnya.

Disebutkan pula, sejak 1989 Bank Mandiri telah menyalurkan pinjaman dana program kemitraan mencapai Rp 265 milyar kepada 25.382 mitra binaan. Khusus di Bali hingga 2004, total dana yang sudah disalurkan sekitar Rp 7,3 milyar.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Buleleng Ketut Laksana menyambut baik program bantuan untuk pengusaha UMKM ini. Menurutnya dengan adanya bantuan ini, diharapkan para pengusaha itu dapat berkembang lebih maju, yang pada gilirannya berimbas bagi peningkatan perekonomian Buleleng. ''Tahun 2005 ini target pertumbuhan ekonomi Buleleng 4,5 persen. Target ini meningkat dari tahun sebelumnya yang  berkisar 3,5-3,8 persen. Saya optimis target ini bisa terwujud, apabila semua komponen bersama-sama berusaha membangun Buleleng lebih baik,'' tandasnya. (ari)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)