kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 19 Oktober 2005

 Politik


Sejumlah
Ormas Menolak-------
Pelantikan
Ratna Jalan Terus 

Banyuwangi (Bali Post) -
Meski
masih diwarnai pro-kontra, pelantikan Bupati Banyuwangi terpilih Ratna Ani Lestari berjalan terus. Gubernur Jawa Timur Imam Utomo sudah memastikan pelantikan Ratna, Kamis mendatang. Hal itu ditegaskan Pth. Bupati Banyuwangi Chusnul Arifin D. usai bertemu beberapa ormas dan LSM yang kontra pelantikan, Selasa (18/10) kemarin di ruang kerja bupati. ''Pak Gubernur sudah menyiapkan pelantikan Kamis mendatang,'' jelasnya.

Keinginan pemerintah untuk tetap menggelar pelantikan, lanjut Chusnul, berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri M. Ma'aruf yang menetapkan Ratna sebagai pemenang pilkada. Gubernur juga berpatokan pada laporan para camat dan kepala desa se-Banyuwangi yang menyatakan bahwa kondisi Banyuwangi masih tetap kondusif. Keputusan Gubernur semakin kuat ketika DPRD bersedia menggelar rapat paripurna pelantikan. Meski kemungkinan besar tidak akan memenuhi kuorum.

Terkait adanya penolakan dari berbagai elemen karena adanya  proses hukum, Chusnul menegaskan proses hukum tidak bisa menghentikan pelantikan. ''Dan, proses itu juga tidak tahu kapan akan selesai,'' kilahnya. Untuk itu, pemerintah menghendaki pelantikan ketika proses hukum masih berjalan.

Lebih jauh Chusnul juga mengkritisi kinerja dari DPRD. Menurutnya, ketika DPRD menetapkan tanggal 20 Juni lalu untuk pilkada berarti hasil pilkada sudah memiliki payung hukum tetap dari DPRD.

Pelantikan diharapkan tetap digelar di gedung DPRD. Namun, jika tidak memungkinkan akan dilaksanakan di pendopo kabupaten. Tanda-tanda persiapan pelantikan juga mulai disiapkan. Salah satunya membuat undangan. Chusnul memastikan semua persiapan pelantikan sudah rampung. ''Kita tinggal melaksankan saja. Ini demi Banyuwangi,'' tegas Asisten Tata Praja Pemprop Jatim ini.

 

Tetap Menolak

Sementara itu, beberapa ormas dan LSM yang tergabung dalam Forum Elemen Masyarakat Banyuwangi (FEMB) tetap bersikukuh menolak pelantikan. Dalam pertemuannya dengan Chusnul Arifin kemarin, FEMB tetap mendesak Gubernur menunda pelantikan sampai proses hukum sengketa pilkada selesai.

Mereka menilai dengan dilaksanakannya pelantikan berarti rakyat Banyuwangi sudah diobok-obok oleh petinggi Jawa Timur. Seperti yang disampaikan oleh Ketua FEMB Ali Sudarji.

FEMB juga menyayangkan Pth. Bupati Banyuwangi Chusnul Arifin yang baru mengetahui adanya permasalahan pilkada setelah ada pertemuan antara kiai, elemen masyarakat kemarin. Terlebih lagi ketika diminta untuk mendukung pembukaan berkas pencalonan Ratna, Chusnul justru menolak dengan alasan bukan kapasitasnya. Para ormas dan LSM mengancam akan tetap melakukan gerakan meski Gubernur memaksa menggelar pelantikan. ''Tunggu saja reaksi kita,'' ancam Ali Darji. (udi)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)