Sejumlah
Ormas
Menolak-------
Pelantikan
Ratna
Jalan Terus
Banyuwangi
(Bali Post) -
Meski
masih
diwarnai pro-kontra,
pelantikan
Bupati
Banyuwangi terpilih
Ratna
Ani Lestari
berjalan
terus.
Gubernur Jawa
Timur Imam
Utomo
sudah memastikan
pelantikan
Ratna,
Kamis mendatang. Hal
itu
ditegaskan Pth.
Bupati
Banyuwangi Chusnul
Arifin D.
usai
bertemu beberapa
ormas
dan LSM yang kontra
pelantikan,
Selasa (18/10)
kemarin
di ruang
kerja
bupati. ''Pak Gubernur
sudah
menyiapkan pelantikan
Kamis
mendatang,'' jelasnya.
Keinginan
pemerintah
untuk
tetap menggelar
pelantikan,
lanjut
Chusnul, berdasarkan
SK Menteri
Dalam
Negeri M. Ma'aruf
yang menetapkan
Ratna
sebagai pemenang
pilkada.
Gubernur
juga
berpatokan pada
laporan
para camat
dan
kepala desa se-Banyuwangi
yang menyatakan
bahwa
kondisi Banyuwangi
masih
tetap kondusif.
Keputusan
Gubernur
semakin
kuat ketika DPRD
bersedia
menggelar
rapat
paripurna pelantikan.
Meski
kemungkinan besar
tidak
akan memenuhi
kuorum.
Terkait
adanya
penolakan dari
berbagai
elemen
karena adanya
proses
hukum, Chusnul
menegaskan
proses
hukum tidak
bisa
menghentikan pelantikan.
''Dan, proses
itu
juga tidak
tahu
kapan akan
selesai,''
kilahnya.
Untuk
itu, pemerintah
menghendaki
pelantikan
ketika
proses hukum
masih
berjalan.
Lebih
jauh
Chusnul juga
mengkritisi
kinerja
dari DPRD. Menurutnya,
ketika DPRD
menetapkan
tanggal 20
Juni
lalu untuk
pilkada
berarti hasil
pilkada
sudah memiliki
payung
hukum tetap
dari DPRD.
Pelantikan
diharapkan
tetap
digelar di
gedung DPRD.
Namun,
jika tidak
memungkinkan
akan
dilaksanakan di
pendopo
kabupaten. Tanda-tanda
persiapan
pelantikan
juga
mulai disiapkan.
Salah
satunya membuat
undangan.
Chusnul
memastikan semua
persiapan
pelantikan
sudah
rampung. ''Kita tinggal
melaksankan
saja.
Ini demi
Banyuwangi,''
tegas
Asisten Tata
Praja
Pemprop Jatim
ini.
Tetap
Menolak
Sementara
itu,
beberapa ormas
dan LSM yang
tergabung
dalam Forum
Elemen
Masyarakat Banyuwangi
(FEMB) tetap
bersikukuh
menolak
pelantikan. Dalam
pertemuannya
dengan
Chusnul Arifin
kemarin, FEMB
tetap
mendesak Gubernur
menunda
pelantikan sampai
proses
hukum sengketa
pilkada
selesai.
Mereka
menilai
dengan dilaksanakannya
pelantikan
berarti
rakyat Banyuwangi
sudah
diobok-obok oleh
petinggi
Jawa
Timur. Seperti yang
disampaikan
oleh
Ketua FEMB Ali Sudarji.
FEMB juga
menyayangkan
Pth.
Bupati Banyuwangi
Chusnul
Arifin yang baru
mengetahui
adanya
permasalahan pilkada
setelah
ada pertemuan
antara
kiai, elemen
masyarakat
kemarin.
Terlebih
lagi
ketika diminta
untuk
mendukung pembukaan
berkas
pencalonan Ratna,
Chusnul
justru menolak
dengan
alasan bukan
kapasitasnya. Para
ormas
dan LSM mengancam
akan
tetap melakukan
gerakan
meski Gubernur
memaksa
menggelar pelantikan.
''Tunggu
saja
reaksi kita,''
ancam Ali
Darji.
(udi)