Dana
BBM Disunat,
Warga
Bengkel Rusak
Kantor
Desa
Mataram
(Suara NTB) -
Protes
disertai
perusakan
menyusul
penyaluran
dana
kompensasi BBM
di
beberapa desa
di NTB
terus terjadi.
Selasa
(18/10) kemarin,
aksi
perusakan terjadi
di
Kantor Desa
Bengkel,
Kecamatan
Labuapi,
Lombok
Barat. Ratusan
warga
dengan luapan
emosinya
melempar
kaca,
merobohkan tembok
serta
mengobrak-abrik isi
kantor
desa
setempat. Pemicunya
diduga
beragam, salah
satu di
antaranya
dana
yang diterima
warga
miskin disunat.
Selasa
kemarin
merupakan gelombang
pertama
penyaluran
dana
kompensisasi
bagi
pemegang Kartu
Kompensasi BBM (KKB)
di Desa
Bengkel.
Sekitar
pukul 07.00
wita,
warga pemegang KKB
sudah
mulai mendatangi
Kantor Pos yang
ada di
desa
tersebut untuk
mengambil
hak
mereka.
Ketika
warga
sedang antre,
tanpa
diduga lebih
dari 100
warga
dari beberapa
dusun
di Desa
Bengkel
mendatangi Kantor
Desa.
Warga
yang emosi
kemudian
melempari
kantor
desa
dengan batu,
bata
serta benda-benda
keras
lainnya yang ada
di
sekitarnya. Lemparan
warga
mengakibatkan seluruh
kaca
kantor
tersebut
hancur
berantakan. Tidak
hanya
itu, warga yang
marah
kemudian merobohkan
tembok
depan
kantor desa.
Tidak
puas menghancurkan
kaca
dan merobohkan
tembok,
warga dengan
beringasnya
masuk
ke dalam
kantor
kemudian
mengobrak-abrik
isi
tiap ruangan.
Akibatnya
tidak
saja meja
dan
kursi kerja
rusak,
buku-buku serta
berbagai
surat-surat yang
ada di
kantor
desa
dikeluarkan dan
diserakkan
di
halaman kantor
desa.
Aparat
Polsek
Labuapi baru
tiba di
TKP sesaat
kemudian.
Personel
dari
Polres Lobar pun datang
memperkuat
pengamanan.
Menurut
Beberapa
warga
hanya karena
tak
punya KTP, petugas
tidak
mendatanya, meski
merupakan
kaum papa yang
semestinya
berhak
atas kompensasi BBM
itu.
''Pendataan
yang dilakukan
juga
pilih kasih.
Mereka
mendata
warga miskin
tidak
transparan,'' tuduhnya.
Tidak
hanya
itu, beberapa
warga
juga mengeluhkan
adanya
pemotongan
dana
kompensasi yang
mereka
terima. ''Beberapa
warga
menyampaikan bahwa
dana yang
mereka
terima dipotong
sebesar
Rp 100 ribu
dari Rp
300 ribu yang
seharusnya
diterim
untuk tiga
bulan,''
ujar
Ramli Ahmad, salah
seorang
anggota BPD Desa
Bengkel yang
menerima
keluhan
warga. Menurut
Ramli,
pemotongan sebesar
Rp 100
ribu menurut
informasi,
diperuntukan
bagi
warga miskin yang
berhak
memperoleh bantuan,
tetapi
tidak terdaftar.
Menurut
Ramli,
dari
lima
dusun
di Desa
Bengkel,
terdata
ada 920 KK yang memperoleh
KKB. ''Namun
di luar
data pemegang KKB,
ada
sekitar lebih
dari 500 KK yang
tidak
terdaftar,'' sebutnya.
Menyiasati
warga
miskin yang tidak
terdaftar
itu,
disepekati tiap
penyaluran
dana
kompensasi BBM,
dana
penerima bantuan
akan
dipotong Rp 100
ribu
untuk dibagikan
kepada
warga yang tidak
terdaftar.
''Awalnya
kebijakan
ini
sudah disepakati
oleh
warga pemegang KKB.
Namun
belakangan
mereka
protes,'' kata
Ramli.
Sementara
Kepala
Desa (Kades)
Bengkel,
Akhmad
Farhan, belum
bisa
diminta konfirmasinya.
Menyusul
adanya
reaksi keras
dari
warga Senin
kemarin,
Kades
Bengkel terpaksa
diamankan
ke
Polsek Labuapi.
Sementara
Kapolres Lobar AKBP Drs. IGP.
Sutedja
yang langsung
turun
ke TKP menyatakan
rasa
prihatinnya atas
insiden yang
menimpa
Kantor Desa
Bengkel.
''Aksi
kekerasan
semacam
ini, yang rugi
pasti
warga itu
sendiri,''
cetusnya.
Namun
demikian
Kapolres
tidak
sepenuhnya menyalahkan
warga.
(049)
Klik di
Sini