kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 19 Oktober 2005

 Mancanegara


Malaysia-Thailand Cekcok
 

Kuala Lumpur -
Malaysia
dan negara tetangganya, Thailand, kembali saling serang argumentasi Selasa (18/10) kemarin. Kuala Lumpur mengatakan mereka tidak akan mundur selangkah pun dari pemberian ucapan-ucapan dan opini, saat hubungan bilateral kedua negara berada dalam kondisi yang kurang baik.

Menteri Luar Negeri Syed Hamid Albar "sangat kecewa" dengan pernyataan mengenai Malaysia yang disampaikan oleh rekannya asal Thailand Kantathi Suphamongkhon, kata New Straits Times. "Sejauh saya tidak ingin atau pernah mengajarinya, ia tidak seharusnya memberi tahu saya apa yang saya bisa atau tidak bisa atau mengenai ucapan yang harus dilontarkan," kata Syed Hamid seperti yang dikutip New Straits Times.

"Ia mencoba untuk memperlihatkan kepada kami bagaimana cara menerapkan hubungan luar negeri," katanya.

"Kami juga memiliki opini sendiri. Bagaimana mereka dapat menghentikan kami terhadap apa yang kami rasakan?" imbuhnya.

Di Thailand, Selasa kemarin, Kantathi mengatakan ia sangat terkejut dengan komentar Hamid baru-baru ini yang memaksa kedua belah pihak untuk "dewasa" terhadap boikot barang-barang Thailand oleh aktivis Malaysia. "Saya minta maaf dan terkejut bahwa mereka menggunakan perkataan yang tidak dapat membantu. Sebuah kata seperti 'dewasa' sangat tidak tepat untuk digunakan karena kami semua sudah dewasa," kata Kantathi kepada wartawan.

Hubungan bilateral kedua negara mengalami ketegangan sejak 131 muslim Thailand dari Propinsi Narathiwat di selatan pergi menuju Malaysia pada Agustus. "Hubungan antara Thailand dan Malaysia berada pada level di mana mereka membutuhkan pembenahan dan peningkatan," kata Kantathi.

Di tempat terpisah, Sye Hamid berkata kepada kantor berita Bernama bahwa Malaysia memiliki sebuah pendekatan pragmatis terhadap kebijakan luar negeri dan hanya akan turut campur pada perkembangan di Thailand jika mereka menyentuh sisi keamanan Malaysia.

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Najib Razak seperti dikutip harian Sun mengatakan, Malaysia "tidak memiliki keinginan apa pun untuk turut campur dalam masalah di negara-negara berkuasa."

Saat ditanyakan mengenai status dari 131 muslim Thailand, ia mengatakan, "131 orang tersebut tidak diperlakukan sebagai pengungsi. Mereka ditangkap karena melanggar hukum keimigrasian kami."

Najib mengatakan bahwa militer dari kedua negara masih mewawancarai 131 warga Thailand. Namun tidak ada waktu yang tepat untuk menyelesaikan penyelidikan. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)