Perkuat
Imunitas
secara ''Sekala-Niskala''
BALI
sebagai
daerah tujuan
wisata
dunia, di
satu
sisi memberikan
hikmah
bagi peningkatan
sektor
ekonomi masyarakat.
Tetapi
sebaliknya pada
sisi
lain, imunitas (kekebalan)
daerah
ini membentengi
diri
dari ancaman
pengaruh
negatif global
semakin
lemah.
Pengamat
sosial I
Nyoman
Rutha Ady, S.H.
mengakui
budaya Bali
sebagai
cerminan hidup
masyarakat yang
penuh
religius selama
ini
telah berperan
ganda,
sebagai faktor
daya
tarik wisatawan
datang
ke Bali dan
sekaligus
juga
menjadi benteng
terhadap
ancaman
pengaruh budaya
asing.
''Tetapi
akibat
pengaruh globalisasi
dunia,
kita tidak
akan
mampu lagi
hanya
mengandalkan ketangguhan
budaya
sebagai benteng
mempertahankan
keajegan
Bali,'' katanya.
''Mulat
Sarira''
Rutha
Ady yang
Sekretaris
Lembaga
Pemberdayaan Masyarakat
(LPM) Kelurahan
Legian
itu pengharapkan
krama Bali
untuk
mulat sarira (introspeksi
diri).
Pasalnya,
kehidupan
masyarakat
saat
ini sedang
dilanda
persaingan bisnis
yang semakin
kuat
sehingga memunculkan
sikap
individualistis dan
egoisme
berlebihan. ''Apabila
kita
tidak mampu
mengendalikan
diri
dan terseret
pada
kancah persaingan
yang berorientasi
pada
kepentingan ekonomi
semata,
imunitas
Bali akan
terus
melemah menghadapi
ancaman
eksternal, baik
fisik
maupun nonfisik,''
tambahnya.
Ia
mencontohkan
teror
bom yang mengoyak
palemahan (wilayah)
Bali di
kawasan wisata
Kuta
terjadi dua kali
dalam
rentang waktu
tiga
tahun terakhir
ini.
Tanpa bermaksud
mengecilkan
arti
yadnya (upacara
ritual keagamaan) yang
dilaksanakan
oleh
umat Hindu secara
hampir
tidak terputus
sepanjang
waktu,
ia
mengajak
semua
pihak agar menyeimbangkan
dengan
aktivitas yang bermuara
pada
upaya memperkuat
imunitas Bali
melalui program
dan
kegiatan nyata (sekala).
Untuk
memperkuat
imunitas Bali
menghadapi
berbagai
bentuk
ancaman, ia
mengharapkan
masyarakat
dan
pemerintah tidak
hanya
terfokus dan
berhenti
pada
upacara tawur
atau
pecaruan di
lokasi
ledakan bom,
tetapi
harus menempuh
langkah-langkah
cepat,
taktis dan
strategis
untuk
mempolakan sistem
pengamanan
wilayah
dan masyarakat Bali
yang efektif
dengan
kualitas aparat
dan
sarana keamanan yang
memadai.
(lun)