Pantai
Yeh
Gangga Kembali
Terancam
Abrasi
Tabanan
(Bali Post) -
Upaya
Pemkab
Tabanan menyelamatkan
Pantai
Yeh Gangga
dari
ancaman abrasi
kembali
menemui hadangan.
Tanggul
buatan yang
pengerjaannya
melibatkan
ratusan
karyawan Pemkab
Tabanan
bersama sejumlah
petugas
lainnya, hanya
bertahan
dua
bulan dan air
sungai
kembali mengikis
pasir
pantai.
Alur
sungai yang
sebelumnya
dibuat
lurus ke
selatan
menuju laut,
mulai
dua bulan
lalu
kembali lewat
di
depan
tiga
warung yang ada
di
bibir pantai.
Syukurnya
terjangan
ombak
masih sedikit
bersahabat,
dengan
membawa tumpukan
pasir
di
depan
warung yang
pada
waktu kejadian
lalu
empernya sempat
roboh
itu.
Namun,
kondisi
tersebut masih
mengundang
kekhawatiran,
karena
sewaktu-waktu ombak
laut
selatan kemungkinan
bisa
saja mengganas.
Salah
seorang
warga yang memiliki
warung
di tepi
pantai
mengatakan pihaknya
masih
khawatir dengan
abrasi yang
akan
mengancam
pantai
dan terus-menerus
menggerus
pasir
di pantai.
Dikatakan,
saluran air
sungai
Yeh Empas yang
sebelumnya
dibuat
lurus secara
gotong
royong oleh
pegawai
di lingkungan
Pemkab
Tabanan hanya
bertahan
dua
bulan dan
kembali
tertimbun pasir yang
dibawa
gelombang.
''Penyebabnya
batu
karang yang sebelumnya
sempat
dibobol masyarakat,''
jelasnya.
Aliran
air Sungai
Yeh
Empas memang
kembali
berbelok ke
arah
barat dan
mengikis
pasir yang
sebelumnya
dikumpulkan
di
depan warung.
Sementara
tanggul yang
dibuat
dengan tumpukan
pasir
dalam karung
ternyata
tidak
banyak membantu
dan
kini tidak
nampak
lagi, tergerus air
ke laut.
Saat
ini
warga mungkin
bisa
agak tenang
sementara
waktu.
Berbeloknya
alur
sungai menjadi
tontonan
bagi
masyarakat yang kebetulan
datang
di tempat
itu.
Mereka
banyak membicarakan
kemungkinan-kemungkinan yang
akan
terjadi,
andaikata
ombak
kembali mengganas. ''Biasanya
memang
tiap purnama
ombak
akan
membesar.
Namun,
belakangan
situasinya
tidak
bisa ditebak
lagi,''
kata Made Punia yang
mengaku
sehari-harinya memiliki
hobi
mancing. (015)