Sakit
Jiwa,
Ibu
Dianiaya
Denpasar
(Bali Post) -
Sungguh
malang
nasib Ni
Nyoman
Pait (60).
Warga
Banjar
Binyar Buahan
Kintamani
harus
dirawat di IRD RS
Sanglah,
Selasa (18/10)
kemarin
karena menderita
cedera
kepala berat.
Kepala
bagian
belakangnya remuk
karena
dipukul oleh
anak
kandungnya sendiri,
Wayan
Parten.
Menurut
keterangan
anak
pertamanya, Wayan
Ranten,
saudaranya itu
mengalami
gangguan
jiwa.
''Ia
sudah
enam kali keluar
masuk
rumah sakit
jiwa,''
ujar Ranten.
''Sebelum
ini ia
juga
pernah menyabet
kuping
ibu saya
dengan
sabit sehingga
harus
dijahit sebanyak
sembilan
jahitan,''
tambahnya.
Saat
kejadian,
Senin (17/10),
Ranten
berada di
rumahnya yang
berjarak
satu kilometer
dari
rumah ibunya.
''Ibu
saya
tinggal bersama
adik
bungsu dan
istrinya,
serta
Parten,'' jelasnya.
Ranten
mengatakan
saat
Parten memukuli
ibunya,
adik bungsunya
sedang
pergi memancing
dan
istrinya sedang
di luar
rumah.
''Kejadiannya
sekitar
pukul 08.30.
Ibu
saya
dipukuli di
dapur.
Saat
tiba,
ibu saya
sudah
berdarah dan
dapur
berantakan,'' ujarnya.
Kepanikan
melanda
Ranten dan
langsung
membawa
ibunya ke RS
Bangli, yang
kemudian
dirujuk
ke RS Sanglah.
''Sampai
di RS
Sanglah sekitar
pukul 11.30,''
katanya.
Ketika
ditanyai keberadaan
Parten,
ia
mengatakan
waktu
itu sedang
panik,
jadi tidak
sempat
mencarinya.
Dia
langsung
pergi
mengantar ibunya
ke
rumah sakit.
Menurut
Ranten, adiknya
sekarang
sudah
ditangani klian
banjar
setempat. (san)